Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana? | rumahfiqih.com

Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?

Fri 28 July 2006 03:43 | Umum | 5.470 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalmu'alaikum w.w.

Mudah-mudahan pak Ustadz selalu dirahmati oleh Allah SWT. Saya pernah dengar bahwa kita diwajibkan untuk membuat jamaah atau ikut dalam suatu jamaah. Betulkah itu dan mohon dalilnya? Soalnya sekarang ini khan banyak orang yang mendirikan jamaah, bahkan mesti baiat dahulu. Mohon penjelasannya, sehingga kami tidak tersesat. Syukron.

Wassalamu'alaikum w.w.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Berjamaah itu sangat dianjurkan, karena dengan berjamaah, umat akan menjadi sangat kuat. Namun realita yang ada sekarang ini, jamaah muslimin telah hancur dan berkeping-keping jadinya. Yaitu sejak dijatuhkan khilafah milik umat Islam pada tahun 1924 yang lalu. Mulai saat itu relatif umat Islam tidak punya jamaah muslimin yang berhimpun di dalamnya seluruh elemen umat Islam, secara resmi dan legitimate.

Khilafah itu adalah rangkaian panjang jamaah muslimin sejak pertama kali didirikan oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lampau. Memang berganti-ganti pimpinan dan dinastinya, namun esensinya tetap satu kepemimpinan.

Sejak tahun itu, begitu banyak kelompok atau jamaah kecil-kecil yang ingin meneruskan kepemimpinan universal umat Islam, sayangnya tidak satu pun yang mampu dan legitimate. Sementara umat Islam sendiri kebanyakannya justru semakin jauh dari agamanya. Tiap wilayah di mana ada umat Islam justru telah dipasang para penguasa buatan penjajah, yang nyaris seluruhnya masih dikomando oleh kekuatan asing. Umat Islam yang satu milyar setengah ini berhasil dikotak-kotak, dibelah-belah, bahkan dibuat satu dengan yang lainnya saling terpisah dalam masing-masing negara.

Ketika ada satu negara Islam diserang oleh musuh, negara Islam lainnya tidak merasa terlalu peduli. Contoh nyata adalah sekarang ini, saat Israel membunuh rakyat Libanon, tidak ada satu pemerintah formal negeri Islam yang peduli. Paling banter hanya mengutuk atau menghiba atau menyayangkan. Dan semua itu tidak ada artinya buat Israel yang memang sudah gila.

Israel hanya akan berhenti manakala semua negara Islam -baik pemerintah atau rakyat- mengirim rudal di tengah-tengah wilayah Israel, bukan sekedar basa basi politih yang sebenarnya hanya pernyataan kosong.

Seandainya umat Islam masih berada dalam satu jamaah, yaitu masih di bawah khilafah, tidak akan mungkin Israel berani melakukan perbuatan tidak senonoh itu. Bahkan keberadaan Israel tidak akan pernah ada dalam sejarah.

Namun karena jamaah muslimin itu telah dihancurkan, maka akhirnya kita hanya punya koleksi ribuan jamaah kecil-kecil, tanpa ada satu pun yang besar dan diakui oleh semua kalangan muslimin. Jamaah keci-kecil itu tidak punya kekuasaan, tidak punya senjata, tidak punya kemampuan untuk menekan bahkan tidak punya sumber-sumber dana. Mengolah kekayaan alam pun juga tidak mampu.

Kalau pun sebagai umat Islam kita diwajibkan bergabung dengan jamaah muslimin, maka seharusnya jamaah muslimin itu adalah sebuah kekuatan international yang tegar, kuat, punya pressure untuk menekan lawan, dikenal dan diakui eksistensinya oleh umat, punya dana, punya kader, punya kemampuan mengembangkan semua SDM umat Islam, punya segala yang dibutuhkan oleh umat ini untuk bangkit dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

Tapi sosok jamaah seperti ini masih jauh dan belum ada. Bahkan yang bermimpi ke sana pun masih bisa dihitung dengan jari. Mungkin suatu ketika akan muncul yang terbaik, atau terjadi penggabungan satu dengan lainnya sehingga terjalin sinergi yang indah. Tapi sekarang ini semua belum terjadi.

Namun bukan berarti kita hanya diam dan menunggu saja, sekarang ini kita wajib ikut ambil bagian dari proses pembidanan lahirnya jamaah muslimin yang besar. Semua potensi yang dimiliki oleh masing-masing elemen umat, perlu didata dan dikembang secara serius. Penyatuan dan penggabungan semua potensi adalah kunci mutlak.

Sedangkan sikap-sikap sering ingin menang sendiri, merasa benar sendiri, lalu melecehkan sesama elemen umat, saling tuduh, saling caci dan saling maki, adalah hal-hal yang kontra produktif. Seharusnya masing-masing elemen umat Islam itu sadar dan merenung, bahwa semua itu tidak kita perlu hari ini. Yang kita perlukan adalah menciptakan persaudaraan di tengah kita, di tengah sesama umat Islam. Sebuah persaudaraan di antara orang-orang muslim.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa | 7.208 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris | 6.609 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah | 7.162 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah | 6.597 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | Aqidah | 6.736 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | Shalat | 11.917 views
Kencing Berdiri, Menghadap Kiblat dan Cebok Pakai Tissue, Bolehkah?
26 July 2006, 03:55 | Thaharah | 7.386 views
Shalat di Lantai tanpa Alas dan Najis Hukmiyah
25 July 2006, 23:33 | Thaharah | 8.350 views
Satpam Wanita
25 July 2006, 05:57 | Wanita | 5.666 views
Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan
24 July 2006, 08:07 | Shalat | 6.365 views
Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?
24 July 2006, 00:37 | Kuliner | 5.896 views
Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | Muamalat | 5.613 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | Wanita | 9.008 views
Mengkreditkan Emas sebagai Solusi, Bolehkah?
21 July 2006, 03:36 | Muamalat | 24.290 views
Belum Yakin Nikah Jarak Jauh Lewat Wakil Dibolehkan
20 July 2006, 06:24 | Nikah | 5.473 views
Asuransi yang Dibolehkan
20 July 2006, 01:11 | Muamalat | 7.987 views
Kebajikan dengan Niat Balasan Duniawi
19 July 2006, 06:26 | Umum | 5.926 views
Mungkinkah Nabi Salah Berijtihad?
19 July 2006, 02:03 | Ushul Fiqih | 5.983 views
Keluar Mani di Luar Rahim
19 July 2006, 01:57 | Nikah | 7.435 views
Pajangan Patung di Rumah, Bolehkah?
18 July 2006, 05:10 | Aqidah | 7.404 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,461,521 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-12-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:50 | Ashar 15:17 | Maghrib 18:07 | Isya 19:21 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img