Apakah Membagi Ilmu Islam Menjadi Usul dan Furu, Bid'ah? | rumahfiqih.com

Apakah Membagi Ilmu Islam Menjadi Usul dan Furu, Bid'ah?

Sun 11 November 2007 22:28 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 6.939 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikumwr wb

Ustad yang dirahmati oleh Alloh SWT

Ana pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa membagi ilmu-ilmu Islam, seperti yang dijelaskan dalam bab Maqasit syari'ah adalah hal yang bid'ah, lalu kalau benar betapa sulitnya kita menentukan mana yang harus mendapat penekanan dan mana yang tidak perlu penekanan yang kuat, kalau jawabannya salah, maka apa ketentuan yang disepakati oleh ulama kita tentang mana yang furu dan mana yang usul, seperti contoh ibadah mahdoh seperti sholat adalah masuk katagori usul, tetapi untuk contoh, bagaimana persoalan kunut subuh belum selesai sampai saat ini.

Mohon penjelasannya, dan atas perhatiannya saya ucapkan jazakumullohu khoiron katsiron.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Terkadang memang aneh-aneh dan ada-ada saja pendapat yang muncul di tengah dinamika umat. Kita harus memaklumi, semoga tujuannya mulia.

Namun kalau boleh sedikit berkomentar, seharusnya kita tidak boleh terlalu apriori dengan perkembangan ilmu-ilmu keIslaman. Sebab kalau kita mau kembalikan semua ke zaman nabi, tentu semuanya akan menjadi bid'ah. Termasuk pembagian tauhid menjadi tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma' wa sifat. Tidak ada satu pun hadits nabi yang menyebutkan ketiga macam tauhid itu.

Dan kalau boleh meminjam logika di atas, pembagian tauhid menjadi tiga hal itu juga termasuk bid'ah. Sebab nabi SAW tidak pernah mengajarkannya. Demikian juga para shahabat dan salafusshalih.

Ketiga istilah itu baru kita kenal sejak Muhammad bin Abdul Wahhab menulis kitab Tauhid. Dan beliau hidup di masa khalaf abad ke 18 M (1744 M). Apakah kita akan mengatakannya sebagai bid'ah yang sesat dan membuat siapa saja yang mempelajari tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai penghuni neraka? Rasanya kok tidak ya.

Bahkan kalau kita mau jujur, istilah hadits shahih, hasan dan dhaif pun tidak pernah kita dengar di masa nabi masih hidup. Istilah itu baru kita kenal ratusan tahun kemudian setelah beliau SAW meninggal dunia. Para khalifah yang empat orang itu sama sekali tidak mengenal ilmu hadits dengan semua jenis istilah (musthalah) yang digunakan.

Lantas, apakah kita akan mengatakan bahwa ilmu hadits dengan segala musthalahatnya adalah bid'ah? Apakah Syiekh Al-Albani itu juga sesat dan masuk neraka karena mengajarkan dan mengembangkan ilmu hadits yang di zaman nabi belum ada?

Rasanya juga tidak kan?

Dahulu sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu pernah meminta kepada khalifah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu untuk menuliskan dan membukukan Al-Quran, sesuatu tidak pernah Rasulullah SAW perintahkan. Mungkin kalau orang yang anda ceritakan itu menjadi Abu Bakar, boleh jadi Umar sudah dikatakan ahli bid'ah.

Tetapi seorang Abu Bakar bukan tipe orang yang pendek akal dan sempit ufuk wawasan. Beliau terbuka dalam banyak hal termasuk untuk membuat terobosan membukukan Al-Quran. Demikian juga dengan para shahabat lainnya, mereka punya dasar fiqih yang kuat.

Buktinya, ketika Abu Bakar kemudian benar-benar menjalankan proyek penulisan dan pembukuan Al-Quran, kita tidak mendengar ada komentar dari satu shahabat yang menuding beliau sebagai ahli bid'ah.

Rupanya para shahabat di zaman itu justru jauh lebih luas wawasannya dan bisa membedakan manaajaran Islamyang asasi dan fundamental yang tidak boleh berubahdan mana yang sifatnya teknis belaka sehingga menjadi sangat fleksibel.

Maka ketika para fuqaha membuat dasar-dasar (ushul) fiqih serta metode istimbath hukum, dengan segala istilah dan metodologinya, kita juga tidak mungkin menuduhnya sebagai bid'ah sesat.

Dan ketika kita membagi ajaran Islam menjadi ushul dan furu', juga tidak bisa disalahkan. Karena kenyataannya memang ada masalah yang fundamental dalam agama, yaitu wilayah aqidah mendasar. Di mana bila seseorang punya pandangan ushul yang keliru, bisa dikategorikan sebagai orang sesat.

Sedangkan dalam masalah furu', perbedaan pendapat sangat dimungkinkan terjadi, lantaran tidak ada dalil yang sharih (eksplisit) dan disepakat oleh semua ulama. Wilayah itu menjadi wilayah ijtihad dan kebenaran menjadi tidak mutlak. Kita menyebut wilayah ini adalah wilayah furu', di mana kesalahan dalam berijtihad di dalamnya tidak akan membawa pelakunya ke dalam jurang kesesatan atau masuk neraka.

Alangkah tidak adilnya Allah SWT kalau Dia memasukkan hamba-Nya ke neraka lewat jebakan-jebakan kecil yang tidak jelas dalilnya. Dan alangkah naifnya seseorang ketika mengklaim bahwa hanya hasil ijtihad dirinya saja yang paling sesuai dengan kemauan Allah SWT, sementara hasil ijtihad orang lain selalu dianggap salah, batil dan tidak sesuai dengan kemauan Allah.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Mengapa Indonesia Memusuhi Israel Tapi Berteman dengan Komunis?
11 November 2007, 00:44 | Negara > Arus politik | 6.656 views
Apakah Wali Songo Termasuk Generasi Salafussaleh?
9 November 2007, 00:56 | Umum > Sejarah | 13.686 views
Sepupu, Antara Wali Nikah dan Bukan Mahram?
8 November 2007, 22:24 | Pernikahan > Wali | 7.829 views
10 Kriteria Aliran Sesat
8 November 2007, 00:55 | Aqidah > Aliran-aliran | 7.297 views
Bolehkah Ayat Alqur'an Dijadikan Ringtone?
8 November 2007, 00:55 | Al-Quran > Hukum | 5.952 views
Bertanya Lagi Tentang Hak Waris Ibu
6 November 2007, 22:59 | Mawaris > Hak waris | 5.656 views
Apakah Tabungan Perlu Dikeluarkan Zakatnya?
6 November 2007, 22:19 | Zakat > Zakat Uang Harta Emas | 7.158 views
Hadits Tidak Boleh Menikahi Sepupu, Shahihkah?
6 November 2007, 22:11 | Hadits > Status Hadits | 6.619 views
Aliran Aliran Sesat di Indonesia
6 November 2007, 09:07 | Aqidah > Aliran-aliran | 11.249 views
Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?
6 November 2007, 01:19 | Negara > Polemik | 8.382 views
Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu
5 November 2007, 00:12 | Hadits > Status Hadits | 6.998 views
Iklan Berwisata ke Israel, Bolehkah?
4 November 2007, 22:19 | Negara > Hukum Islam | 5.311 views
Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?
4 November 2007, 02:19 | Al-Quran > Mushaf | 7.583 views
Melangkahi Kakak Perempuan Menikah
2 November 2007, 21:23 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 16.683 views
Tentang Shalat Qobliyah Jumat
2 November 2007, 00:42 | Shalat > Shalat Jumat | 10.844 views
Menukil Hadist Nabi Tanpa Perawi
1 November 2007, 22:02 | Hadits > Status Hadits | 5.869 views
Majelis Dzikir, Bid'ahkah?
1 November 2007, 08:45 | Kontemporer > Bidah | 8.997 views
Benarkah di Setiap Ayat Alquran Ada Khodam (Jin)?
1 November 2007, 01:10 | Al-Quran > Khazanah | 16.102 views
Pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra
31 October 2007, 02:48 | Pernikahan > Akad | 8.603 views
Menikah Jarak Jauh
30 October 2007, 01:20 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 6.162 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,372,390 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2021
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih