Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Melamar Gadis Yang Ayahnya Bercerai Tinggal Bapak Tiri | rumahfiqih.com

Melamar Gadis Yang Ayahnya Bercerai Tinggal Bapak Tiri

Tue 22 January 2013 05:09 | Nikah | 7.423 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr. wb.

Semoga kesehatan selalu buat kita semuan,

Ustadz, saya ingin melamar gadis kebetulan anak satu-satunya dan bapak kandungnya sudah bercerai dngan ibunya, namun sekarang sudah ada bapak tirinya. Lalu kepada siapakah saya mengajukan lamaran itu menurut syar'i, apakah ke ibunya ? Bapak tirinya ? Atau kedua-dunya?

Terimakasih atas jawabannya.

jazaakumuLLAHu khairan katsiira

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang berwenang untuk menikahkan seorang anak gadis tidak lain adalah ayah kandungnya. Hubungan seorang ayah kandung dengan puterinya adalah hubungan wali dan orang yang diwalikan dalam bentuk ikatn yang abadi dan tidak akan pernah terputus walau apapun yang terjadi.

Bahkan dibandingkan dengan hubungan antara suami dan istri yang bisa saja terjadi perceraian, maka hubungan ayah dan anak jauh lebih kuat. Meski pun keduanya terpisah oleh jarak, atau hidup terpisah dalam masing-masing keluarga yang berbeda. Namun hubungan nasab tidak akan terputus.

Kalau pun ada pengecualian, yang bisa memutuskan hubungan perwalian antara anak gadis dengan ayah kandungnya sebaas beda agama. Maksudnya, bila anak gadis itu muslimah, tetapi ayahnya bukan muslim, barulah gugur hubungan perwalian. Atau pun juga sebaliknya, bila anak gadis itu bukan muslim sementara ayahnya muslim, juga gugur hubungan perwalian.

Ibu Bukan Wali

Sedangkan posisi seorang ibu, meski pun telah banyak berjasa dalam urusan melahirkan, merawat, menyusui, bahkan membesarkan hingga mempersiapkan jodoh, namun urusan wali tetap bukan di tangah seorang ibu.

Alasannya, karena syarat paling mendasar dari seorang wali harus laki-laki. Islam tidak mengenal wali nikah yang berjenis kelamin perempuan. Justru si Ibu kalau mau menikah pun dia perlu keberadaan wali.

Maka kalau urusannya adalah wali, orangnya pasti bukan Ibu dari calon istri. Namun bukan berarti Anda tidak perlu mendekati calon ibu mertua. Sebab biar bagaimana pun posisi ibu mertua tidak lain adalah orang kita juga. Maka meski bukan wali, tetap harus diajak berunding.

Ayah Tiri Bukan Wali

Demikian juga dengan kedudukan Ayah tiri, beliau tentu saja juga bukan termasuk  wali yang sah secara hukum Islam. Tanpa mengecilkan peran ayah tiri dan juga jasa-jasanya. Namun hukum syariah menetapkan wali bukan dari sebab jasa atau peran, melainkan dari jalur darah dan nasab.

Maka sudah barang tentu ayah tiri perlu diajak berunding dan dimintai pendapat. Hanya kalau urusan perwalian, kembali lagi yang menjadi wali tidak lain adalah ayah kandung.

Demikian semoga bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bukankah Mazhab Itu Membawa Perpecahan?
22 January 2013, 01:19 | Ushul Fiqih | 8.748 views
Cara Melamar Calon Istri Yang Islami
21 January 2013, 03:54 | Nikah | 126.742 views
Manhaj Majelis Tarjih Muhammadiyah
21 January 2013, 01:48 | Ushul Fiqih | 18.437 views
Hak Waris Anak
20 January 2013, 21:31 | Mawaris | 8.183 views
Minuman 0.00% Alkohol dengan Rasa Beer
19 January 2013, 13:20 | Kuliner | 11.594 views
Nikah Gantung
19 January 2013, 12:13 | Nikah | 18.557 views
Cara Bayar Hutang Kepada Almarhum
19 January 2013, 01:55 | Muamalat | 22.753 views
Ternyata Suami Istri Saudara Sesusuan, Bagaimana Nasib Pernikahan Mereka?
19 January 2013, 01:11 | Nikah | 17.273 views
Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?
18 January 2013, 21:12 | Quran | 12.780 views
Sampai Kapan Kita Masih Jadi Musafir?
16 January 2013, 20:51 | Shalat | 42.173 views
Minta Dana Pembangunan Masjid di Tengah Jalan Bikin Macet
15 January 2013, 23:17 | Kontemporer | 11.190 views
Bolehkah Menabung di Bank Tanpa Ambil Bunga?
15 January 2013, 21:31 | Muamalat | 16.094 views
Mana Sajakah Bacaan Rukun dan Sunah Dalam Shalat
15 January 2013, 02:58 | Shalat | 48.244 views
HP Terinstal Quran Dibawa Masuk WC, Bolehkah?
15 January 2013, 02:20 | Quran | 31.954 views
Beberapa Contoh Judi Terselubung
15 January 2013, 01:51 | Muamalat | 36.806 views
Bolehkah Nyicil Bayar Padi
14 January 2013, 04:19 | Muamalat | 7.382 views
Apakah Takhrij Hadits Termasuk Hasil Ijtihad
14 January 2013, 03:46 | Hadits | 10.357 views
Adakah Tanda Bahwa Taubat Kita Diterima Allah
13 January 2013, 22:06 | Aqidah | 77.460 views
Anggota Keluarga Murtad, Kita Menanggung Dosa Tujuh Turunan?
12 January 2013, 21:55 | Aqidah | 26.852 views
Membasuh Kepala Tapi Tak Sehelai Rambut Pun Basah
12 January 2013, 07:00 | Thaharah | 16.690 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,276,046 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img