Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Perusahaan Melakukan Penyembelihan Hewan Qurban? | rumahfiqih.com

Bisakah Perusahaan Melakukan Penyembelihan Hewan Qurban?

Thu 1 September 2016 09:12 | Qurban Aqiqah | 7.431 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum wr. wb.

Kami panitia penyembelihan hewan qurban mendapat hibah 10 ekor sapi dari sebuah perusahaan. Ketika kami tanyakan, hewan-hewan qurban ini atas nama siapa, pihak perusahaan menyerahkannya kepada kami.

Apakah dalam hal ini perusahaan itu mendapatkan pahala berqurban ataukah yang mendapat pahala adalah orang-orang yang namanya kami cantumkan meskipun hanya sekedar atas nama?

Wassalam

Jawaban :

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,  
Banyak orang salah menduga dikiranya ibadah penyembelihan hewan qurban semata-mata ibadah sosial biasa. Sehingga melupakan aspek ritualnya. Padahal aspek ritual ini sehrusnya tidak boleh hilang, karena sesungguhnya inti ibadah qurban justru terletak pada aspek ritual.

Aspek ritual kadang dalam bahasa fiqih disebut dengan ta'abbudi (تعبدي), sebagai lawan dari istilah ta'aqquli (تعقلي). Istilah ta'abbudi yang dimaksud tidak lain adalah adanya sekian banyak ketentuan, syarat, rukun, wajib dan hal-hal lainnya, dimana semuanya ditentukan langsung dari langit. Kita tidak bisa seenaknya membikin-bikin sendiri ibadah ta'abbudi ini.

Contoh ibadah ta'abudi adalah wudhu, mandi janabah, tayammum, shalat dan haji. Semuanya adalah ibadah paket lengkap yang aturannya bukan bikinan kita, tetapi bikinan Allah SWT langsung.

Terkait dengan pertanyaan Anda, apakah perusahaan bisa melakukan ibadah penyembelihan hewan qurban, maka jawabannya bisa kita kaitkan dengan ibadah-ibadah ta'abbudi tadi, yaitu ibadah-ibadah hanya sah dilakukan oleh mereka yang memenuhi syarat. Syaratnya harus individu dan bukan institusi.

Wudhu itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah berwudhu, yang berwudhu adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu. Dalam prakteknya memang bisa saja mereka berwudhu bersama-sama, tetapi hitungannya tetap sendiri-sendiri.

Mandi janabah itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah mandi janabah, yang mandi janabah adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu.

Tayammum itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah bertayammum, yang bertayamum adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu. Dalam prakteknya memang bisa saja mereka bertayammum bersama-sama, tetapi hitungannya tetap sendiri-sendiri.

Shalat itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah shalat, yang shalat adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu. Dalam prakteknya memang bisa saja mereka shalat bersama-sama, tetapi hitungannya tetap sendiri-sendiri.

Haji  itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah haji, yang pergi haji adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu. Dalam prakteknya memang bisa saja mereka haji bersama-sama, tetapi hitungannya tetap sendiri-sendiri.

Maka qurban itu ibadah ta'abbdui, maka harus dilakukan oleh mukallaf, yang dalam hal ini dilakukan oleh orang per orang yang memenuhi syarat sah dan tidak mungkin dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Institusi atau perusahaan tidak pernah berqurban, yang berqurban adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu. Dalam prakteknya memang bisa saja mereka berqurban bersama-sama, tetapi hitungannya tetap sendiri-sendiri.

Lalu bagaimana implementasinya bila dana untuk membeli hewan qurban itu dikeluarkan oleh perusahaan?

Bisa kita samakan dengan haji yang dibiayai oleh perusahaan. Ada berapa perusahaan yang tiap tahun memberikan bonuh pergi haji kepada karyawannya. Maka dana itu dikeluarkan dan diberikan kepada karyawan yang dipilih. Sebab tidak mungkin karyawan satu perusahaan pergi haji semua, bukan?

Kalau suatu perusahaan setiap tahun secara rutin mengeluarkan dana qurban, dana itu sebenarnya harus diberikan terlebih dahulu kepada karyawan yang dipilih. Caranya mungkin bisa diundi atau bisa saja dibuatkan kriterianya, atau pun bisa juga dengan jalan digilir.

Tetapi intinya, yang melakukan ibadah qurban itu bukan perusahaan melainkan karyawannya. Boleh saja disebut bahwa karyawan itu berqurban dengan dana dari perusahaan. Tetapi urusan pahalanya tentu saja bukan buat perusahaan, melainkan buat si karyawan tersebut.

Bagaimana kalau perusahaan menyerahkan hewan qurban tapi tidak menyebutkan nama?

Harus dikonfirmasi ulang terlebih dahulu kepada pihak perusahaan, apa benar kiriman hewan qurban itu semata-mata hibah begitu saja, ataukah sebenarnya masing-masing hewan itu sudah ada namanya.

Kalau positif bahwa perusahaan tidak menetapkan atas nama siapakah hewan-hewan itu, maka panitia yang menerima hibah itu berhak menyerahkan hewan itu kepada orang-orang ditunjuk atau disepakati, baik di antara sesama panitia ataupun siapa yang memang dianggap berhak oleh panitia.

Lalu pahalanya bagaimana?

Pihak pimpinan perusahaan yang punya wewenang memberikan hewan qurban itu mendapat pahala, yaitu pahala menyumbang uang atau hewan dan bukan pahala qurban. Sedangkan panitia yang diatas-namakan itu secara sah bisa disebut pihak yang berqurban, seperti juga karyawan perusahaan yang ditunjuk pergi haji. Maka siapa yang melakukan ibadah, dia lah yang berhak atas pahalanya.

Sederhana saja, bukan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

 

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kapan Peran Ayah sebagai Wali Nikah Boleh Digantikan?
30 July 2016, 23:00 | Nikah | 16.775 views
Sulit Memahami Terjemahan Al-Quran
29 July 2016, 10:24 | Quran | 11.807 views
Bagaimana Ketentuan dan Tata Cara Mengqadha' Shalat?
27 July 2016, 16:30 | Shalat | 240.221 views
Tidak Ada Air Untuk Wudhu Tidak Ada Tanah Untuk Tayammum
22 July 2016, 06:20 | Shalat | 10.430 views
Makna Iedul Fithri dan Hubungannya Dengan Tradisi
16 July 2016, 19:59 | Puasa | 4.806 views
Apakah Bayi Wafat Karena Keguguran Harus Dishalati?
4 July 2016, 05:15 | Shalat | 11.136 views
Apakah Harta Bisa Kena Zakat Dua Kali?
3 July 2016, 09:12 | Zakat | 12.304 views
Puasa Syawwal atau Bayar Qadha Dulu
1 July 2016, 20:43 | Puasa | 16.872 views
Menggerakkan Jari Saat Tahiyat, Mana yang Sunnah?
1 July 2016, 04:35 | Shalat | 21.899 views
Sesama Pendukung Zakat Profesi Masih Beda Pendapat
28 June 2016, 08:00 | Zakat | 12.434 views
Puasa Sudah Batal, Apakah Masih Wajib Berimasak Menahan Diri Dari Makan dan Minum?
22 June 2016, 13:21 | Puasa | 11.598 views
Tukar Uang Receh Menjelang Lebaran, Ribakah?
21 June 2016, 02:34 | Muamalat | 20.598 views
Puasalah Kamu Akan Sehat, Ternyata Hadits Palsu?
16 June 2016, 02:19 | Hadits | 19.946 views
Zakat untuk Janin
14 June 2016, 15:22 | Zakat | 6.915 views
Junub dalam Keadaan Puasa Dapat Membatalkan Puasa?
8 June 2016, 02:00 | Puasa | 11.440 views
Menikahi Wanita Hamil, Haruskah Nikah Ulang Pasca Kelahiran?
7 June 2016, 02:47 | Nikah | 135.717 views
Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu Bukan Hadits Shahih?
6 June 2016, 08:45 | Hadits | 16.659 views
Amalan Nisfu Syaban
22 May 2016, 02:20 | Puasa | 30.257 views
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya
21 May 2016, 05:05 | Hadits | 372.877 views
Hukum Hadiah dari Suatu Perlombaan yang Berasal dari Uang Pendaftaran
18 May 2016, 05:00 | Muamalat | 45.083 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 29,954,966 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema