Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya | rumahfiqih.com

Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya

Sun 16 December 2007 23:12 | Aqidah > Nabi | 7.724 views

Pertanyaan :

Saya pernah dengar tentang perbedaan darikata Nabiyin dan Anbiya yang merupakan kata jamak dari Nabi, tapi kurang jelas apakah ustadz dapat menjelaskanyakepada saya.atas penjelasanya saya haturkan terima kasih...

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang anda tanyakan merupakan bentuk kedetailan bahasa arab yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Meski keduanya punya makna yang sama, yaitu bentuk jama' dari kata Nabi, namun pembentukan dari tunggal menjadi bentuk jama' dalam bahasa Arab sungguh luar biasa.

Para ahli ilmu tata bahasa Arab yang disebut Nuhaat telah membedakan bentuk jamak menjadi tiga macam, yaitu:

  • Jama' Mudzakkar Salim
  • Jama' Mudzakkar Salim
  • Jama' Taksir

Antara kata anbiya' dengan kata'nabiyyin' memang terdapat kesamaan, yaitu kedua sama-sama bentuk jama dari kata nabi. Namun dari segi pembentukannya, kata anbiya termasukjama' taksir, sedangkankata nabiyyin atau nabiyyun termasuk jenis jama' mudzakkar salim.

Jama' mudzakkar salim sesuai dengan namanya, mengandung makna laki-laki (mudzakkar). Dan kata salim menunjukkan bahwa dalam proses pembentukan dari tunggal menjadi jama', kata dasarnya yaitu nabi selamat dari kerusakan, maka disebut dengan istilah salim, yang artinya selamat.

Kok selamat?

Maksudnya, kata dasarnya yaitu 'nabi' tidak mengalami sisipan apa pun di tengah hurufnya. Kata 'nabi' hanya ketambahan dua huruf di akhirnya yaitu waw dan nun atau ya' dan nun.

Bandingkan dengan jama' taksir yang artinya pecah, karena kata 'nabi' menjadi pecah akibat disisipi oleh huruf dari luas. Dalam hal ini, kata 'nabi' disisipi huruf alif di awal, alif di tengah dan hamzah di akhir.

Jama' Mudzakkar Salim dan Jama' Taksir

Selain urusan perbedaan dalam pembentukan dari bentuk tunggal menjadi jama', yaitu bahwa di dalam bentuk jama' mudzakkar salim ada informasi bahwa yang dibentuk menjadi jama' itu adalah manusia dengan jenis kelamin laki-laki.

Dengan demikian, kalau kita menyebut kata nabiyyin, yang artinya para nabi, ada termuat informasi di dalamnya bahwa jenis kelamin mereka adalah laki-laki.

Lawan dari jama' mudzakkar salim adalah jama' muannats salim, yaitu jama' yang mengandung informasi bahwa mereka berjenis kelamin perempuan. Misalnya kata muslimat, yang artinya beberapa wanita muslimah.

Sedangkan jama' taksir tidak mengandung informasi genital. Sehingga secara umum, kalau kita menggunakan jama' dalam bentuk ini, kita biasanya tidak sedang ingin menonjolkan sisi jenis kelamin. Dan kalau kita menjama' para nabi dengan jama' taksir, pesan informasinya bukan ke arah sisi kelelakian mereka. Kalau mau menekankan sisi kelelakian mereka, biasanya digunakan jama' mudzakkar salim.

Semua Nabi Laki-laki

Namun jangan nanti dipahami dengan cara salah, bahwa kalau ada bentuk jama' taksir yang tidak mengandung informasi kelelakian, lalu kita dengan seenaknya mengatakan kalau begitu ada nabi perempuan.

Tidak demikian cara memahaminya. Sebab kalau mau ditafsirkan tentang keberadaan nabi perempuan, harusnya ada ayat atau hadits yang menyebut mereka dengan bentuk jama' muannats salim seperti nabiyyaat. Tapi tidak ada satu pun ayat maupun hadits yang menyebutkan kata itu. Walhasil, tidak ada nabi perempuan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah > Aliran-aliran | 9.809 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.509 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah > Metode dakwah | 6.977 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Pernikahan > Talak | 8.552 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner > Non Muslim | 5.886 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah > Agama lain | 6.245 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer > Perspektif Islam | 10.334 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer > Fenomena sosial | 9.568 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum > Konflik | 4.999 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits > Rawi | 10.125 views
Membacakan Al-Qur'an 30 Juz untuk Almarhum Selama 7 Hari
9 December 2007, 01:23 | Al-Quran > Tilawah | 12.466 views
Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?
7 December 2007, 23:14 | Umum > Jihad | 5.579 views
Kenapa Mencium Hajar Aswad?
7 December 2007, 22:32 | Haji > Ritual terkait haji | 6.640 views
Hukum Makan Kepiting
7 December 2007, 12:03 | Kuliner > Hewan | 10.084 views
Bolehkah Kita Menjual Kulit Hewan Qurban
6 December 2007, 11:06 | Qurban Aqiqah > Qurban | 6.803 views
Apakah Dalam Quran Ada Bahasa Serapan Asing?
6 December 2007, 07:50 | Al-Quran > Qiraat | 6.364 views
Bagaimana Hukum 'Latihan Berqurban' di Sekolah
5 December 2007, 23:26 | Qurban Aqiqah > Qurban | 5.331 views
Bagaimana Batasan Bergaul dengan Mahram yang Tidak Abadi?
5 December 2007, 08:55 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.220 views
Benarkah Agama Merupakan Produk Kebudayaan?
5 December 2007, 03:45 | Aqidah > Islam | 6.077 views
Hakekat Ibadah Qurban
5 December 2007, 02:31 | Qurban Aqiqah > Qurban | 6.726 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,558,659 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-10-2021
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:51 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih