Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Saat Melintasi Daerah Beda Zona Waktu | rumahfiqih.com

Shalat Saat Melintasi Daerah Beda Zona Waktu

Mon 11 May 2015 02:10 | Shalat | 14.145 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum wr wb

Ada hal yang masih agak mengganjal dalam diri saya tentang sholat di daerah yg berbeda zona waktu.

Suatu ketika saya pernah menempuh perjalanan dari Belanda ke Indonesia. Saya berangkat dari Amsterdam malam hari selepas Isya' waktu setempat. Setibanya di Indonesia sudah hari berikutnya dan masuk waktu maghrib. Perjalanan udara ditempuh kira-kira sekitar 15 jam.

Pertanyaannya, bagaimana saya melaksanakan Sholat Subuh, Dzhuhur, dan Ashar pada hari saya tiba di Indonesia?

Terima kasih, wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah yang Anda tanyakan itu sebenarnya mudah saja jawabannya. Yang penting kita pegang prinsip bahwa dimana pun kita berada dan masuk waktu shalat, maka kita wajib mengerjakan shalat. Termasuk apabila kita sedang berada di atas pesawat. Tinggal bagaimana menentukan waktu shalatnya.

Kalau kita ada di daratan misalnya Belanda atau Jakarta, tentu kita shalat dengan jadwal ikut waktu setempat. Sedangkan kalau kita sedang berada di atas langit seperti di dalam pesawat jet yang terbang dengan ketinggian 39.000 km dari permukaan bumi dan kecepatan jelajah mencapai 900 km per jam, maka jadwal shalat kita tidak terikat dengan jadwal shalat di negeri tertentu.

Waktu shalat di atas pesawat international memang agak rancu. Mengingat kita tidak tahu di atas kota apa kita saat ini sedang terbang. Bahkan mungkin malah bukan di atas kota, tetapi di atas laut, hutan, pegunungan, padang pasir dan sejenisnya, dimana memang tidak pernah dibuatkan jadwal waktu shalatnya.

Jadi kalau pun kita tahu kita berada di atas titik koordinat tertentu, masih ada masalah besar yaitu tidak ada jadwal shalat untuk titik koordinat tersebut. Jadwal shalat kita di atas pesawat terbang itu akan menjadi nisbi, dalam arti tidak menganut jadwal shalat negeri manapun. Lalu bagaimana cara kita menetapkan waktu shalatnya?

Sebenarnya mudah sekali, namun mungkin karena jarang-jarang kita lakukan, terasa agak rumit. Tetapi coba kita jelaskan biar lebih mudah dipahami.

1. Gunakan Fasilitas Jama'

Pada saat kita menumpang pesawat antar negara, sudah bisa dipastikan kita mendapat fasilitas untuk menjama' shalat. Oleh karena itu silahkan manfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Hukum menjama' ini berkisar pada tiga hukum, yaitu ada yang bilang mubah, sunnah bahkan ada juga yang bilang wajib.

Memanfaatkan fasilitas jama' ini akan mengurangi frekuensi shalat kita, sehingga tidak perlu shalat lima kali tetapi cukup tiga kali saja, yaitu Dzhur-Ashar, Maghrib-Isya' dan Shubuh.

Dzhuhur dan Ashar boleh dijama' taqdim dan boleh dijama' ta'khir. Demikian juga dengan Maghrib dan Isya', keduanya boleh dijama' taqdim atau ta'khir. Kita bebas memilik sesuai dengan kondisi yang lebih memungkinkan.

2. Menentukan Waktu Shalat Dzhuhur dan Ashar

Untuk shalat Dzhuhur dan Ashar yang memang boleh dijama' itu, kita bisa melihat ke luar jendela. Selama matahari sudah lewat dari atas kepala kita dan belum tenggelam di ufuk barat, kita masih bisa menjama' kedua shalat itu. Untuk yakinnya, mari kita jama' ta'khir saja.

Kenapa?

Karena jama' ta'khir itu kita lakukan di waktu Ashar dan waktu Ashar bisa kita kenali dengan melihat ke luar jendela pesawat. Selama matahari sudah condong ke arah Barat namun belum tenggelam, maka itulah waktu Ashar.

3. Menentukan Waktu Shalat Maghrib dan Isya'

Untuk shalat Maghrib dan Isya, agar kita tidak terlalu ragu, sebaiknya kita shalat jama' ta'khir di waktu isya. Jadi setelah kita menyaksikan matahari betul-betul tenggelam di ufuk barat, kita tunggu kira-kira 1-2 jam.

Saat itu kita amat yakin bahwa waktu Isya sudah masuk. Maka kita shalat Maghrib dan Isya' dengan dijama' di waktu Isya'.

4. Menentukan Waktu Shalat Shubuh

Shalat shubuh itu waktunya sejak terbit fajar hingga matahari terbit. Dan kalau kita berada di angkasa, mudah sekali mengenalinya.

Cukup kita menengok keluar jendela, ketika gelap malam mulai hilang dan langit menunjukkan tanda-tanda terang namun matahari belum terbit, maka itulah waktu shubuh. Shalatlah shubuh pada waktu itu dan jangan sampai terlanjur matahari menampakkan diri.

Jadi di atas pesawat yang terbang di angkasa, kita dengan mudah bisa menetapkan waktu shalat, bahkan tanpa harus melihat jam atau bertanya kepada awak pesawat. 

Bila Syarat dan Rukun Sudah Terpenuhi Tidak Perlu Mengganti

Apabila shalat kita di atas pesawat itu sudah memenuhi semua syarat dan rukunnya, pada dasarnya sudah perlu diganti ketika tiba di tujuan.

1. Syarat Sah Shalat

Yang termasuk syarat sah shalat antara lain : berwudhu dengan benar, menghadap kiblat, masuk waktu, suci dari najis, dan lainnya. Bila ternyata Anda shalat tanpa berwudhu, atau bertayammum tanpa tanah, atau tidak menghadap kiblat dengan benar, bahkan tidak suci dari najis, maka shalat Anda belum sah. Untuk itu Anda wajib mengulang shalat itu setibanya di tujuan.

Alasannya karena shalat yang tidak memenuhi syarat itu boleh jadi tidak diterima Allah SWT. Kalau pun kita lakukan di atas pesawat, karena sekedar menghormati waktu shalat.

2. Rukun Shalat Yang Tidak Boleh Ditinggalkan

Sedangkan yang termasuk rukun shalat antara lain adalah berdiri, ruku' dan sujud. Benar sekali bahwa Rasulullah SAW pernah shalat sambil duduk di atas punggung unta, namun hanya sebatas shalat sunnah saja. Sedangkan setiap datang waktu shalat fardhu, beliau pun turun dari untanya dan shalat di atas tanah.

Mengapa beliau SAW turun dari punggung unta?

Karena shalat fardhu tidak sah kalau tidak berdiri, ruku dan sujud dengan benar. Juga tidak sah bila tidak menghadap kiblat dengan tepat. Oleh karena itulah untuk kehati-hatian, setibanya di tujuan, banyak ulama yang mewajibkan agar shalat itu diulang lagi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris
10 May 2015, 16:11 | Mawaris | 10.566 views
Benarkah Haram Menyentuh Mushaf Quran Tanpa Wudhu?
9 May 2015, 07:50 | Quran | 16.399 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad SAW?
8 May 2015, 06:30 | Aqidah | 23.438 views
Bolehkah Kita Makan Benda Yang Terbuat Dari Najis
6 May 2015, 10:50 | Kuliner | 9.536 views
Apakah Makanan Yang Syubhat Berarti Hukumnya Haram?
5 May 2015, 10:00 | Kuliner | 26.507 views
Bolehkah Membatalkan Puasa Sunnah dan Haruskah Diqadha?
4 May 2015, 18:32 | Puasa | 40.241 views
Ingin ke Mesir dan Suriah Untuk Berjihad
3 May 2015, 18:35 | Negara | 17.697 views
Keliru Menyebutkan Bin dalam Ijab Kabul, Apakah Sah Akadnya?
1 May 2015, 13:20 | Nikah | 27.689 views
Khamar Haram Diminum, Tetapi Apakah Khamar Najis?
30 April 2015, 09:49 | Thaharah | 15.546 views
Dimana Kita Bisa Belajar Ilmu Pembagian Harta Waris?
28 April 2015, 06:05 | Mawaris | 9.655 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Tamattu' dan Berapa Dendanya ?
26 April 2015, 02:00 | Haji | 21.740 views
Bermalam Bersama Istri dan Menggilir Para Istri, Wajibkah Hukumnya?
25 April 2015, 14:50 | Nikah | 11.171 views
Terkena Najis Saat Rakaat Terakhir Shalat
24 April 2015, 07:50 | Shalat | 11.185 views
Apakah Shalat Sunnah Wudhu Termasuk Disyariatkan? Haruskah Menghadap Kiblat?
23 April 2015, 05:50 | Shalat | 17.564 views
Bolehkah Menyambung Rambut?
19 April 2015, 05:17 | Wanita | 9.076 views
Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun
17 April 2015, 20:00 | Shalat | 331.506 views
Memasukan Jari ke Kemaluan Pacar, Haruskah Kami Dicambuk atau Dirajam?
16 April 2015, 07:28 | Jinayat | 125.739 views
Mencium Bau Gosong Saat Shalat, Diteruskan Shalatnya Atau Batalkan?
15 April 2015, 20:00 | Shalat | 10.484 views
Isteri Saya Nasrani, Islamkah Anak Saya?
14 April 2015, 17:37 | Aqidah | 18.785 views
Berbicara Dalam Shalat, Mana Yang Membatalkan Mana Yang Tidak?
13 April 2015, 11:10 | Shalat | 25.975 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,251,899 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img