Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan? | rumahfiqih.com

Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?

Wed 6 February 2008 02:35 | Umum > Tasawuf | 30.305 views

Pertanyaan :

Pak ustad langsung aja ya?

Saya mau nanya wrid rabithah itu apa? Apa benarbisa meluluhkan atau mendamaikan dua hati yang sedang tidak "enak"?

Bolehkah saya meminta untuk dituliskan lafalnya biar saya bisamenghamalkannnya? Karena saya sedang dimusuhi seseorang yang sekantor dengan saya. Saya cuma pengen semua bisa kembali seperti dulu yang damai.

Terima kasih sebelumnya

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bila ada orang yang hasad atau dengki kepada Anda, silahkan anda baca doa yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Falaq. Di dalam ayat di surat itu, ada lafadz: wa min syarri haasidin idza haad (dari kejahatan orang yang hasud apabila dia menghasud).

Doa ini jauh lebih mengena dari pada wirid rabithah yang anda tanyakan itu. Karena merupakan doa yang Allah SWT ajarkan langsung kepada Rasulullah SAW untuk menangkal hasutan para pendengki.

Selain doa, tentu anda perlu juga melakukan klarifikasi, meminta maaf kalau ada salah dan silap, serta upayakan untuk berhusndzdzan kepada orang tersebut. Mungkin saja ada salah pengertian, atau juga ada informasi yang keliru. Tabayyun dan crosscheck adalah sarana yang insya Allah juga sangat efektif.

Wirid Rabithah

Sepanjang yang kami ketahui, wallahu a'lam, istilah wirid rabithah adalah lafadz doa yang digubah oleh Hasan Al-Banna. Entahlah kalau sebelumnya sudah ada wirid lain yang juga disebut dengan nama yang sama.

Wirid rabithah yang disusun oleh pendiri Jamaah Ikhwan di Mesir ini memang sering dibaca oleh para anggotanya, pada waktupagi dan petang. Bahkan di dalam makalah-makalahnya (rasail), Al-Banna meminta kepada jamaahnya untuk melazimkan doa ini.

Kami menyarankan agar pada saat berdoa, kita menggunakan lafadz-lafadz dari Al-Quran. Ada begitu banyak doa yang bertebaran di dalamnya, tinggal kita pilih mana yang sekiranya paling tepat dengan kondisi yang sedang anda alami.

Setelah itu, silahkan membaca doa yang kita dapat dari hadits-hadits Rasulullah SAW yang shahih. Sebab doa itu merupakan ritual ibadah tersendiri. Maka selagi masih mungkin doa diambil dari Quran dan Sunnah, maka akan semakin baik.

Namun selepas lafadz doa yang kita iqtibas dari kedua sumber ajaran Islam itu, para ulama juga tidak melarang kita untuk menggubah doa versi kita sendiri. Karena memang tidak ada larangan, selama lafadz doa itu memang benar, tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah.

Salah satunya

Lafadz doa itu adalah:

Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam kecintaan kepada-Mu, telah bertemu dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah-Mu, telah berjanji untuk membela syariat-Mu. Maka eratkanlah Ya Allah, rabithahnya (ikatannya), abadikan kecintaannya, tunjukilah jalan-jalannya, isilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam, luaskanlah dada-dadanya dengan luapan iman kepada-Mu, keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkan dengan ma'rifat-Mu, matikanlah dalam syahadat di jalan-Mu. Sungguh Engkau sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Secara sastra, lantunan lafadz doa ini sungguh sangat indah. Apalagi bila diniatkan untuk menyatukan hati umat Islam, yang saat ini sedang dilanda demam keteratakan hati.

Mengingat begitu banyak friksi yang timbul, begitu menghujam hujatan satu dan lainnya, dan seringnya su'udhzdzan menguasai hati-hati kita. Hari-hari umat Islam tidak sepi dari perang kata-kata di media, baku caci di internet, lempar tuduhan, menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan, menyalip di tikungan.

Lepas dari perbedaan pandangan sebagian kalangan terhadap eksistensi jamaah ikhwan dan fikrah-fikrahnya, namun harus diakui lafadz doa gubahan Al-Banna ini sangat indah. Barangkali suasana di masa beliau hidup ketika menuliskan bait-bait indah ini juga sama, ada begitu banyak perbedaan, persinggungan, dan fitnah internal dan serba ketidak-jelasan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Zakat ke Orang Tua
5 February 2008, 03:12 | Zakat > Alokasi Zakat | 8.390 views
Rajin Baca Al-Quran Tapi Tidak Mengamalkannya
5 February 2008, 02:50 | Al-Quran > Hukum | 17.533 views
Kedudukan Hadits Tentang Maulid Nabi
3 February 2008, 02:05 | Hadits > Status Hadits | 11.950 views
Susah Meninggalnya Orang "berilmu"
1 February 2008, 22:28 | Kontemporer > Fenomena sosial | 68.832 views
Adakah Situs Hadits Online?
31 January 2008, 23:13 | Hadits > Hadits online | 17.561 views
Kapan Kita Masuk Islam?
31 January 2008, 22:37 | Aqidah > Islam | 14.953 views
Hubungan Kakak Ipar dan Sepupu Dalam
31 January 2008, 05:14 | Pernikahan > Mahram | 10.773 views
Cara Mengetahui Keshohihan Hadits
30 January 2008, 09:37 | Hadits > Musthalah Hadits | 19.481 views
Sikap terhadap Pemimpin yang Zalim
30 January 2008, 01:32 | Negara > Pejabat Penguasa Pemerintah | 10.047 views
Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya
29 January 2008, 01:31 | Umum > Hukum | 15.466 views
Karangan Bunga Buat Almarhum Pak Harto
29 January 2008, 00:36 | Umum > Sosial | 6.243 views
Dakwah Manhaj Salaf
27 January 2008, 22:30 | Kontemporer > Fenomena sosial | 14.868 views
Masalah Kilafiyah dengan Bid'ah
26 January 2008, 01:21 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 11.048 views
Apa yang Dimaksud dengan Syirkah Mudharabah
25 January 2008, 23:17 | Muamalat > Jual-beli | 43.906 views
Kelompok Mana yang Ustadz Rekomendasikan?
25 January 2008, 01:26 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 8.370 views
Hadis Qudsi
24 January 2008, 23:29 | Hadits > Musthalah Hadits | 10.239 views
Bagaimana Hukumnya Punya Hutang kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal?
24 January 2008, 01:28 | Mawaris > Masalah terkait waris | 26.800 views
Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits
24 January 2008, 00:18 | Hadits > Musthalah Hadits | 7.682 views
Zakat Sebagai Penerimaan Negara...
23 January 2008, 02:54 | Zakat > Alokasi Zakat | 11.242 views
Jaminan Masuk Surga
23 January 2008, 01:41 | Aqidah > Surga Neraka | 10.933 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,409,547 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-9-2021
Subuh 04:23 | Zhuhur 11:45 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:51 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih