Halal dan Barokah-kah Investasi Saya? | rumahfiqih.com

Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?

Wed 8 March 2006 10:01 | Muamalat > Syubhat | 7.193 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Afwan bila kalimat saya nanti banyak yang kurang pas. Saya memiliki hutang di suatu bank, yang mana pembayaran cicilan hutang itu saya bayar dengan pemotongan gaji tiap bulannya. Sebagian uang itu saya pergunakan untuk membiayai hidup rumah tangga saya yang masih terbilang baru (saya menikah bulan desember 2005), antara lain untuk biaya mengontrak rumah dan membeli beberapa perabotan rumah tangga. Sementara sisa uang pinjaman uang saya itu saya pergunakan untuk menanamkam modal (investasi) di suatu toko/usaha di bidang jual beli hp. Untuk investasi ini, saya mendapatkan bagi hasil sebesar 10% setiap bulannya yang saya terima dalam bentuk uang cash dan dalam waktu enam bulan modal saya kembali lagi dengan jumlah utuh sama dengan jumlah modal awal saya.

Pertanyaan saya, halal dan barokah-kah investasi saya tersebut? Kalau tidak, berhubung sudah terlanjur berjalan maka saya harus bersikap bagaimana? Jazakallah atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Halal tidaknya investasi anda itu tergantung dari sumber bagi hasil. Jika bagi hasilnya 10% dari keuntungan jual beli hp, maka hukumnya halal. Tetapi kalau yang anda sebut bagi hasil itu adalah 10% dari total uang yang anda investasikan, hukumnya haram.

Di mana letak bedanya?

Beda antara yang pertama dan yang kedua adalah bahwa yang pertama itu murni bagi hasil. Artinya uang yang dibagi kepada Anda itu diambilkan dari hasil keuntungan usaha tiap bulannya. Bila usaha itu menghasilkan keuntungan real yang besar, tentu saja nilai 10% yang anda terima itu menjadi besar. Sebaliknya, bila keuntungn untuk bulan tertentu sedang mengecil, bagian yang anda terima pun mengecil juga.

Sedangkan yang bentuk yang kedua pada hakikatnya adalah anda merentenkan (membungakan) uang kepada teman anda, walaupun anda sebut sebagai investasi bagi hasil. Padahal yang terjadi bukan membagi hasil keuntungan penjualan, melainkan teman anda pinjam uang kepada anda plus kewajban membayar bunga 10% tiap bulan dari nilai yang dipinjamnya.

Bentuk yang kedua ini adalah bentuk investasi haram yang hanya akan menurunkan laknat dari Allah SWT, karena sejak mula lahirnya agama langit di muka bumi, urusan begini sudah diharamkan secara total. Inilah yang 100% dikatakan riba, meski bunganya lunak, kecil, atau tidak mencekik.

Dalam tataran syariah Islam, keharaman bunga itu tidak lagi pada masalah penindasan atau cekik mencekik, melainkan ketikta sebuah transaksi sudah masuk dalam kategori riba yang haram, maka saat itu hukumnya haram dan terlaknat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat > Shalat Qadha | 25.586 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 8.307 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat > Zina | 8.641 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 10.387 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Al-Quran > Mushaf | 7.971 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Pernikahan > Mahar | 11.079 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer > Dalil | 5.843 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum > Non muslim | 20.891 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 7.246 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Pernikahan > Wali | 6.644 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah > Surga Neraka | 6.850 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat > Gadai | 20.596 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat > Yang Membatalkan Shalat | 8.431 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer > Hukum | 8.550 views
Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.940 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat > Bank | 9.849 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Pernikahan > Terkait jima | 32.365 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner > Alkohol | 40.004 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji > Ritual terkait haji | 8.014 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih > Ulama | 8.375 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 47,388,748 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-9-2022
Subuh 04:23 | Zhuhur 11:45 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:51 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Buku | PDF | Quran | Pustaka | Jadwal | Sekolah Fiqih