Utang Piutang Dengan Standar Dinar | rumahfiqih.com

Utang Piutang Dengan Standar Dinar

Fri 1 February 2013 10:10 | Umum > Hukum | 6.975 views

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum.wr.wb

Bagaimana utang piutang (qordhul hasan) dengan berstandar pada dinar dirham untuk menghindari inflasi dan riba. Misal kita membutuhkan uang 10 juta (misal sekarang senilai 5 dinar), nah teman memberikan uang cash 10jt dengan tempo pelunasan 2 tahun (bisa cash/bisa cicil) tetapi nanti membayar dengan dinar (5 dinar).

Simpelnya si penghutang bisa menabung dulu, setiap tabungannya mencapai 1/2 atau 1dinar dia belikan dinar di wakala.

Dengan begitu, si pemberi utang tidak dirugikan dengan inflasi dan si penghutang bisa mencicil dengan menabung rupiah terlebih dahulu.

a. Bolehkan akad seperti itu?

b. Bagaimana jika pelunasannya juga dengan rupiah, tetapi senilai 5 dinar?

c. Apakah harus dengan dinar dari ke dua pihak (si pemberi utangan memberikan 5 dinar, dicairkan si pengutang di wakala dan begitu juga ketika pembayaran)?

Jazakallah atas tanggapannya

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Akad hutang uang kadang bisa jadi halal dan kadang bisa juga jadi haram. Semua akan tergantung dari seperti apa komposisi dan bentuk dari akad itu sendiri.

Hutang Uang

Syariat Islam membolehkan berhutang dan menghutangkan uang. Namun secara tegas diharamkan bila pada waktu pengembaliannya ada kelebihan. Kelebihan itu disebut riba nasiah, yang tegas diharamkan dalam hukum syariah, bahkan diharamkan pada semua agama samawi.

Satu hal yang penting untuk dicatat bahwa keharaman riba nasiah ini bersifat mutlak, tanpa ada celah yang dibolehkan untuk 'mengakalinya'. Maksudnya, bila ada yang coba-coba mengakali akad ini, biar yang tadinya haram kemudian berubah jadi halal, maka hal itu merupakan kekeliruan fatal yang hukumnya terlarang.

Sayang sekali, meski sudah tegas-tegas Allah SWT mengharamkan riba nasi'ah, ternyata masih saja ada upaya untuk mengakalinya dengan berbagai kamuflase, salah satunya dengan apa yang Anda tanyakan di atas.

Hutang Rupiah Bayar Dinar

Akad ini jelas sekali hukumnya yaitu 100% haram, karena pada hakikatnya ini cuma tipu-tipuan belaka. Penggunaan uang Rupiah dan Dinar itu tidak lain hanya sebuah bentuk pengelabuhan yang kentara sekali aka-akalannya. Yang sebenarnya terjadi tidak lain adalah pinjam uang dengan bunga, tetapi dibuatkan kamuflase seolah-olah pinjam tanpa bunga.

Yang sesungguhnya terjadi uang dipinjam 10 juta, lalu dikembalikan dengan 5 dinar. Tetapi harga 5 dinar itu ternyata misalnya 12 juta. Nah ini sama saja sebenarnya.

Seharusnya kalau mau halal, pinjam 5 dinar dan kembali pun 5 dinar pula. Kemudian kalau uang 5 dinar pinjaman itu sudah ditangan, mau ditukarkan ke rupiah, silahkan saja. Tetapi syaratnya, bila nanti tiba waktunya harus mengembalikan, maka uang pengembaliannya harus berbentuk 5 dinar lagi.

Hutang Rupiah Dibayar Rupiah Senilai Dinar

Akad ini juga 100% haram, karena pada hakikatnya istilah dinar hanya dipinjam saja. Yang sesungguhnya terjadi tidak lain adalah riba nasi'ah yang diharamkan semua agama samawi. Karena secara nyata uang dipinjam 10 juta dan dikembalikan misalnya 13 juta.

Cuma pura-puranya uang 13 juta itu adalah uang dinar. Sebuah kepura-puraan yang terlalu nyata.

Alternatif Halal

Kalau judulnya menghutangkan atau meminjamkan uang, entah Rupiah atau pun Dinar, sebenarnya tidak ada celah sedikit pun untuk mengambil untung atau kelebihan. Sekali lagi, dalam syariat Islam yang namanya uang tidak boleh dibungakan, walau dengan kamuflase apapun.

Yang dibolehkan uang itu dijadikan modal berjual-beli. Sehingga akadnya harus diubah dari ujung ke ujung, bukan lagi pinjam uang, tetapi harus akad jual beli.

Atau akadnya diganti menjadi gadai, dimana peminjaman uang sama sekali tidak ada bunganya. Namun pihak yang menyimpan barang gadai mendapatkan pemasukan dari jasa menyimpan dan menjaganya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc,. MA


Baca Lainnya :

Apakah Korupsi Dosa Besar?
31 January 2013, 22:51 | Kontemporer > Perspektif Islam | 9.013 views
Bolehkah Umrah dengan Berhutang
30 January 2013, 22:46 | Haji > Umrah | 18.794 views
Haruskah Menikah Dengan Ikhwan?
30 January 2013, 08:56 | Dakwah > Jamaah | 11.288 views
Mendirikan Televisi Khusus Konsumsi Umat Islam
30 January 2013, 01:07 | Dakwah > Belajar agama | 7.768 views
Hukum Main Drama, Teater, Sinetron dan Film
29 January 2013, 00:22 | Umum > Hukum | 27.351 views
Bingung Baca Terjemah Quran dan Kitab Hadits
28 January 2013, 23:39 | Al-Quran > Tilawah | 15.997 views
Belanja Dengan Cicilan 0 % Termasuk Riba?
28 January 2013, 03:29 | Muamalat > Riba | 53.499 views
Jarak Antar Musholla Berdekatan
28 January 2013, 02:30 | Kontemporer > Fenomena sosial | 11.378 views
Berbekam Bukan Sunnah Nabi?
27 January 2013, 09:05 | Hadits > Syarah Hadits | 15.801 views
Adakah Kedokteran Nabawi?
26 January 2013, 02:33 | Umum > Rosulullah | 6.881 views
Ahli Waris : Istri, Ibu Kandung, Dua Anak Perempuan dan Saudara/i
24 January 2013, 23:51 | Mawaris > Ahli waris | 68.383 views
Ambil Keuntungan Dari Bisnis Dari Orang Dalam
24 January 2013, 23:14 | Muamalat > Syubhat | 6.501 views
Hak Waris Saudara Kandung
24 January 2013, 22:04 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 18.331 views
Mohon Saya Dihukum Cambuk 100 Kali Karena Zina
23 January 2013, 18:02 | Jinayat > Zina | 12.325 views
Bingung Cari di Google Tentang Pro Kontra Perayaan Maulid
23 January 2013, 01:42 | Umum > Medsos | 17.070 views
Melamar Gadis Yang Ayahnya Bercerai Tinggal Bapak Tiri
22 January 2013, 05:09 | Pernikahan > Pra nikah | 8.587 views
Bukankah Mazhab Itu Membawa Perpecahan?
22 January 2013, 01:19 | Ushul Fiqih > Mazhab | 9.662 views
Cara Melamar Calon Istri Yang Islami
21 January 2013, 03:54 | Pernikahan > Pra nikah | 137.460 views
Manhaj Majelis Tarjih Muhammadiyah
21 January 2013, 01:48 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 20.925 views
Hak Waris Anak
20 January 2013, 21:31 | Mawaris > Hak waris | 9.039 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,731,012 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

27-11-2021
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:42 | Ashar 15:07 | Maghrib 17:57 | Isya 19:10 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih