Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Qurban Untuk Satu Keluarga? | rumahfiqih.com

Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Qurban Untuk Satu Keluarga?

Sat 28 September 2013 23:34 | Qurban Aqiqah > Qurban | 19.582 views

Pertanyaan :

 

Assalamu'alaikum
Selama ini yang kita tahu dibolehkan untuk berpatungan seekor sapi qurban untuk tujuh orang. Tetapi saya baca hadits bahwa ternyata dulu Rasulullah SAW cuma menyembelih seekor kambing, tetapi diperuntukkan bagi keluarganya. Lalu kenapa kita sekarang ini tidak boleh berpatungan untuk membeli seekor kambing?

Padahal kalau dihitung-hitung, jumlah anggota keluarga Rasulullah SAW lebih dari tujuh orang. Saya hitung, jumlah istri beliau sampai 9 orang dan jumlah putera-puteri beliau 7 orang. Kalau ditambah dengan diri Rasulullah SAW sendiri, maka total 17 orang. Sedangkan hewan yang disembelih cuma seekor kambing.

Pertanyaan saya : bagaimana kita memahami hadits ini? Mohon penjelasan dari ustadz dan terima kasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum

 

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan Anda memang cukup menggelitik dan memancing rasa penasaran. Dan hadits yang Anda maksudkan itu memang benar ada dan kita menemukan ada beberapa hadits yang senada.

Salah satunya bahwa Rasulullah SAW pernah menyembelih seekor kambing yang ditujukan untuk diri beliau dan keluarga. Teks lengkap haditsnya sebagai berikut :

 

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ سَمِيْنَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ وَالثَّانِي عَنْ نَفْسِهِ وَآلِهِ


Nabi SAW menyembelih dua ekor kambing kibash yang gemuk bertanduk. Yang pertama untuk umatnya dan yang kedua untuk diri beliau dan kelaurganya. (HR. Ibnu Majah).

Selain itu juga ada hadits lainnya yang menunjukkan bahwa para shahabat menyembelih seekor hewan qurban yang diperuntukkan untuk diri mereka dan keluarga masing-masing.

 

كُنَّا نُضَحِّي بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ يَذْبَحُهَا الرَّجُلُ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ثُمَّ تَبَاهَى النَّاسُ بَعْدُ فَصَارَتْ مُبَاهَاةً


Kami pernah berkurban satu ekor kambing untuk satu orang dan keluarganya, setelah itu orang-orang saling berbangga-bangga dan berlaku sombong. (HR. Malik).

Di sisi lain Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan bahwa penyembelihan hewan qurban itu cukup satu ekor untuk satu keluarga.

 

كُنَّا وُقُوفاً مَعَ النَّبِيِّ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَى كُلِ أَهْلِ بَيْتٍ فيِ كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةِ


Kami wuquf bersama Rasulullah SAW, Aku mendengar beliau bersabda,"Wahai manusia, hendaklah atas tiap-tiap keluarga menyembelih seekor udhiyah (hewan qurban) setiap tahun. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan At-Tirmizy).

Bersekutu Dalam Pahala Bukan Dalam Biaya

Meski teks hadits-hadits di atas terkesan membolehkan menyembelihan seekor kambing untuk sekeluarga, namun maksudnya bukan berarti dibolehkan beberapa orang berpatungan untuk berqurban seekor kambing. Harus dibedakan dalam hal ini antara bersekutu dalam hal beban biaya dengan bersekutu dalam menerima pahala.

Silahkan perhatikan baik-baik hadits-hadits di atas. Semua menunjukkan bahwa baik Rasulullah SAW maupun para shahabat menyembelih seekor kambing, lalu niatnya berbagi pahala antara kepala keluarga dengan anggota keluarganya.

Hadits-hadits di atas sama sekali tidak menunjukkan bahwa Rasulullah SAW berpatungan uang dengan anggota keluarganya untuk membeli kambing. Demikian juga dengan para shahabat, mereka tidak berpatungan dengan anak dan istri mereka.

Karena secara logika, kepala keluarga adalah orang yang bekerja dan punya pemasukan finansial, sehingga kepala keluarga memberi nafkah kepada anak dan istrinya. Sedangkan anggota keluarga seperti istri dan anak-anak, tentu mereka tidak punya sumber pemasukan finansial. Posisi istri dan anak adalah sebagai penerima nafkah dari kepala keluarga.

Maka tidak masuk akal kalau kepala keluarga yang merupakan sumber penghasil pemasukan keluarga justru minta uang dari anggota keluarganya yang tidak punya uang dan meminta mereka berpatungan untuk membeli kambing.

Maka dalil-dalil di atas harus dipahami sebagai dalil dimungkinkannya kepala keluarga menyembelih seekor hewan qurban, lantas anggota keluarganya akan ikut juga menikmati hasil pahalanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 87.025 views
Dua Qullah itu Berapa Liter?
25 September 2013, 12:39 | Thaharah > Air | 186.755 views
Benarkah Kita Sendirian di Jagad Raya?
23 September 2013, 03:47 | Kontemporer > Misteri | 10.533 views
Diminta Jadi Wakil Rakyat Demi Memperjuangkan Agama
19 September 2013, 22:08 | Dakwah > Sarana Dakwah | 8.193 views
Perbedaan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu : Mana Yang Lebih Afdhal
19 September 2013, 02:02 | Haji > Jenis-jenis haji | 197.441 views
Cara Menentukan Arah Kiblat di Pesawat
17 September 2013, 22:36 | Shalat > Arah Qiblat | 13.091 views
Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah?
16 September 2013, 21:54 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 30.152 views
Apakah Sah Khutbah Pakai Bahasa Selain Arab?
13 September 2013, 00:17 | Shalat > Shalat Jumat | 10.977 views
Perlukah Lisensi Buat Para Khatib untuk Khutbah?
12 September 2013, 01:12 | Dakwah > Sarana Dakwah | 8.570 views
Nabrak Orang Sampai Mati, Pembunuhan atau Musibah?
9 September 2013, 22:05 | Jinayat > Qishash | 24.579 views
Hijrah, Syarat Diterimanya Amal Seseorang?
9 September 2013, 03:03 | Umum > Hukum | 9.638 views
Cara Menyikapi Hadits yang Berbeda-Beda
8 September 2013, 06:22 | Hadits > Penerapan hadits | 10.067 views
Shalat Jum'at dalam Perjalanan
6 September 2013, 10:32 | Shalat > Shalat Jumat | 12.030 views
Kirim Fatihah Buat Abdul Qadir Jaelani Atau Imam Asy-Syafi'i?
3 September 2013, 20:28 | Aqidah > Tokoh | 109.453 views
Salah Paham Sertifikat Halal
3 September 2013, 02:28 | Kuliner > Label Halal | 13.736 views
Haramkah Gaji PNS Karena Lulus Dengan Menyogok?
30 August 2013, 21:25 | Muamalat > Syubhat | 32.173 views
Meminjamkan Uang dengan Imbalan, Haramkah?
29 August 2013, 03:31 | Muamalat > Riba | 50.983 views
Menikah di Depan Jenazah
29 August 2013, 02:42 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 9.937 views
Doa Agar Suami Tidak Dipoligami, Bolehkah?
27 August 2013, 07:54 | Pernikahan > Poligami | 14.406 views
Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas
27 August 2013, 04:39 | Pernikahan > Terkait jima | 12.364 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,103,181 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-7-2021
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih