Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah?

Mon 22 July 2013 23:00 | Zakat > Alokasi Zakat | 11.207 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ustadz, saya ingin menanyakan tentang zakat, bolehkah kita menggunakan dana zakat untuk kegiatan dakwah berdasar pada makna/tafsir "fi sabilillah" dalam surat At-Taubah ayat 60? Jazakalloh atas penjelasannya.

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah yang anda tanyakan adalah masalah yang selalu mengundang beda pendapat di kalangan ulama. Mereka terbagi menjadi dua, yaitu kalangan yang tetap mempertahankan makna fi sabilillah adalah perang secara fisik, yang satunya lagi ingin meluaskan makna itu hingga kepada segala bentuk perjuangan di luar perang fisik, yang penting proyek itu proyek kebaikan umum di jalan Allah.

Kalangan yang Membatasi

Umumnya ulama memang membatasi makna fi sabilillah hanya untuk para mujahidin yang ikut perang atau jihad.

Di antaranya adalah keempat mazhab dalam fiqih Islam masing-masing telah mengeluarkan pernyataan mereka tentang makna fi sabilillah. Meski di sana sini ada variasi pendapat, namun ada garis tegas yang mereka sepakati, yaitu:

  1. Bahwa jihad atau peperangan secara fisik adalah makna utama dari istilah fi sabilillah.
  2. Bahwa jatah fi sabilillah itu diberikan langsung kepada masing-masing mujahidin sebagai pendapatan mereka. Sedangkan bila diserahkan kepada lembaga atau institusi, masing terdapat perbedaan pendapat.
  3. Bahwa harta zakat fi sabililah tidak boleh dikeluarkan untuk hal-hal di luar jihad, seperti proyek-proyek kebaikan, kepentingan publik, seperti mendirikan masjid atau madrasah, membangun jembatan, perbaikan jalan, memberi kafan kepada mayit, serta yang sejenisnya.

Khusus yang nomor tiga di atas, hal itu dikarenakan bahwa semua proyek kebaikan itu sudah punya sumber tersendiri dari baitul mal muslimin. Selain itu, anggaran untuk proyek kebaikan seperti ini tidak menjadi hak milik perorangan, padahal yang disayratkan para ulama adalah bahwa harta itu diberikan kepada perorangan dari masing-masing mujahidin sebagai pendapatan.

Mereka yang Meluaskan Makna

Adapun di antara mereka yang meluaskan makna fi sabilillah, di antaranya adalah Al-Kasani, sebagaimana tertulis di dalam kitab Al-Badai'. Beliau berpendapat bahwa dibolehkan jatah untuk fi sabilillah untuk semua jenis proyek ketaatan dan al-qurb

Al-Imam Ar-Razi dalam tafsir menyatakan bahwa makna kata fi sabilillah tidak hanya terbatas pada perang atau jihad saja, namun termasuk semua hal yang bermakna di jalan Allah. Sehingga termasuk di dalamnya pembuatan masjid, membangun benteng, memberi kafan kepada mayit dan lainnya. (lihat tasfir Al-Fakhrurazi jilid 16 halaman 113).

Yang senada dengan pendapat ini adalah kalangan Imamiyah Ja'fariyah. Disebutkan dalam kitab Al-Mukhtashar An-Nafi' halaman 59, bahwa termasuk fi sabilillah adalah semua hal yang mengandung mashlahat seperti haji, jihad, membangun jembatan.

Kesimpulan:

Perbedaan pendapat dalam masalah ini tidak mungkin dihilangkan, sehingga buat kita yang terpenting adala membuka diri dan wawasan untuk tidak terjebak dengan perbedaan ini. Sesungguhnya perbedaan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bukan tugas kita untuk menyerang satu pendapat demi membela pendapat yang lain.

Sangat boleh jadi kita akan bertemu dengan masing-masing elemen umat Islam yang mendukung salah satunya. Kepada masing-masing mereka, tentu kita sudah paham alur berpikir dan mazhabnya, sehingga kita bisa tetap saling bersaudara, bekerjasama, saling bela, saling tolong, terutama dalam hal-hal yang kita sepakati. Di sisi lain kita saling memaklumi apabila ada titik-titik perbedaan yang sulit dihindari.

Sebab perbedaan pendapat itu boleh berujung kepada caci maki dan sok benar sendiri. Perbedaan pendapat itu justru untuk kita pelajari, kita pahami dan kita banggakan sebagai poin yang memperkaya khzanah ilmu-ilmu keIslaman.

Wallahu a'lam bishshwab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah?
22 July 2013, 08:29 | Zakat > Zakat Fithr | 11.398 views
Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik?
20 July 2013, 01:41 | Zakat > Alokasi Zakat | 9.930 views
Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya
19 July 2013, 02:38 | Pernikahan > Terkait jima | 12.549 views
Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih > Mazhab | 29.302 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa > Niat Puasa | 10.711 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat > Zakat Fithr | 28.221 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat > Zakat Perdagangan | 30.277 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat > Zakat Pertanian | 10.623 views
Pemerintah Bukan Ulil Amri Yang Berwenang Menetapkan Ramadhan?
9 July 2013, 01:13 | Puasa > Waktu puasa | 26.067 views
Taraweh Dulu Baru Puasa?
8 July 2013, 22:47 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 15.242 views
Ramadhan Bakar Petasan, Adakah Syariatnya?
8 July 2013, 01:42 | Puasa > Ramadhan | 8.973 views
I'tikaf Sambil Bekerja Bolehkah?
5 July 2013, 00:00 | Puasa > Itikaf | 15.327 views
Wajibkah Wanita Memakai Cadar?
1 July 2013, 04:19 | Wanita > Pakaian | 15.397 views
Tata Cara Talaq Sesuai Syariah
28 June 2013, 03:15 | Pernikahan > Talak | 18.857 views
Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa > Ramadhan | 15.146 views
Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
24 June 2013, 22:53 | Puasa > Ramadhan | 20.254 views
Nenek Ingin Puasa
21 June 2013, 18:37 | Puasa > Puasa berbagai keadaan | 6.982 views
Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui
21 June 2013, 01:22 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 11.328 views
Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat?
20 June 2013, 00:28 | Shalat > Shalat Jama | 27.035 views
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya
19 June 2013, 02:45 | Shalat > Shalat Berjamaah | 184.869 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,103,490 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-7-2021
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih