"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar? | rumahfiqih.com

"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?

Tue 23 January 2007 23:35 | Pernikahan > Zihar | 9.294 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum wr. wbr.

Ustadz, saat ini saya sangat gelisah. Saya telah menikah, dan suatu ketika saya pernah berucap kepada isteri saya, "Kkamu mirip ibumu." Dalam pernikahan yang saya ketahui ada istailah zhihar, seperti menyerupakn anggota tubuh isteri dengan ibu kandung sendiri.

Pertanyaan saya, apakah ungkapan "Kamu mirip ibumu" (ibu mertua), juga termasuk dalam kategori zhihar?

Kalau termasuk zhihar, bagaimana cara saya mencabut ucapan saya itu? Mohon dengan sangat diberikan ulasannya, terus terang saya sangat gelisah karena hal tersebut.

Terimakasih,

Wassalam.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Zhihar adalah sebuah ungkapan kalimat yang intinya mengharamkan hubungan suami isteri. Kata zhihar sendiri diambil dari zhahr yang maknanya adalah pungung.

Zhihar terjadi manakala seorang suami ingin mengharamkan isterinya dengan mengucapkan kalimat, "Kamu seperti punggung ibu saya." Maksudnya bahwa saya menyatakan bahwa isteri saya hukumnya haram bagi saya sebagaimana haramnya punggung ibu saya bagi saya.

Secara syar`i, zhihar bisa didefinisikan sebagai seorang suami yang mengungkapkan bahwa isterinya itu menyerupai (secara hukum) dengan wanita yang haram dinikahinya secara seterusnya, seperti ibu, saudara wanita dan seterusnya. Baik dengan menyebutkan kata punggung atau bagian tubuh yang lainnya.

Dahulu seorang arab bila ingin mengharamkan dirinya dari isterinya, maka dia akan mengatakan lafaz zhihar ini. Sehingga hukum menggauli isterinya menjadi haram seperti haramnya seseorang menggauli ibunya sendiri. Namun saat itu hukumnya terbatas pada menjadikan seorang wanita tidak halal bagi suaminya dan juga dia tidak bisa menikah dengan laki-laki lain. Lalu di dalam Islam, hukumnya dirubah menjadi sumpah yang harus ditebus dengan kaffarah.

Dalilnya adalah salah satu ayat dalam Al-Quran:

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mujadilah: 1-2)

Sedangkan ungkapan seorang suami kepada isterinya bahwa isterinya mirip ibunya, belum tentu langsung berdampak hukum zhihar, selama tidak disebutkan keharaman tubuh atau haramnya bagian tubuh. Atau selama tidak diniatkan untuk men-zhihar dan lafadznya masih umum.

Sedangkan bila lafadznya tegas dan jelas, seperti: kamu haram bagiku sebagaimana haramnya aku menyetubuhi ibuku, maka sudah jelas jatuhnya zhihar.

Sedangkan ungkapan kemiripan antara anak dan ibu, bila tidak diniatkan zhihar, maka tentu bukan termasuk zhihar. Seperti kata-kata seorang suami kepada isterinya, "Kecantikanmu seperti kecantikan ibumu." Ini jelas bukan zhihar melainkan pujian, kalau ibunya memang cantik. Tapi bisa menjadi hinaan kalau kebetulan ibunya tidak cantik. Tetapi yang jelas bukan zhihar.

Karena zhihar itu tujuannya adalah mengharamkan isteri dari persetubuhan. Dan baru masuk hukum zhihar bila lafadznya memenuhi syarat, atau niatnya memang mendukung.

Wallahu a'lam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa > Puasa terlarang | 8.020 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum > Sosial | 8.406 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah > Aliran-aliran | 13.931 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat > Hutang | 8.788 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah > Islam | 5.746 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara > Sikap bernegara | 5.685 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Al-Quran > Khazanah | 7.429 views
Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?
18 January 2007, 23:12 | Hadits > Musthalah Hadits | 13.872 views
Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat > Shalat Istikharah | 8.543 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum > Sejarah | 6.788 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih > Ulama | 23.339 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.823 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat > Qunut | 8.364 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah > Belajar agama | 9.656 views
Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?
15 January 2007, 23:50 | Aqidah > Sikap | 7.728 views
Hukum Air Liur dan Sholat
15 January 2007, 23:47 | Thaharah > Najis | 9.070 views
Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?
15 January 2007, 02:25 | Pernikahan > Terkait jima | 8.057 views
Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya?
15 January 2007, 02:25 | Aqidah > Alam Barzakh | 7.762 views
Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?
12 January 2007, 03:00 | Aqidah > Ghaib | 6.762 views
Batasan Mengambil Keuntungan dengan Kredit
12 January 2007, 00:14 | Muamalat > Kredit | 6.972 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,372,357 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2021
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih