![]() | Tanya Jawab Fiqih Dr. Ahmad Sarwat., Lc.,MA : |
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan? |
| PERTANYAAN Asslm wr wb, Ustadz, saya mau tanya... Saya rumah tangga baru, sekarang masih tinggal di rumah mertua dan sekarang sedang menabung untuk membeli rumah. Alhamdulillah tabungan saya kalau dihitung sudah mencapai nishab dan haul nya. Apakah tabungan saya wajib dikeluarkan zakatnya? karena tabungan itu untuk persiapan beli rumah dan rumah merupakan kebutuhan pokok yang tidak terkena zakat. Terimakasih atas jawaban Ustadz |
| JAWABAN Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Uang tabungan punya status dan keadaan yang nyaris mirip dengan emas yang ditimbun. Maka hukumnya sama-sama wajb dikeluarkan zakat, apabila sudah mencapai nishab dan dimiliki selama satu haul. حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ Bentengi harta-harta kalian dengan zakat (HR. At-Thabarani) مَا تَلَفَ مَالٌ فيِ بَرٍّ وَلاَ بَحْرٍ إِلاَّ بِحَبْسِ الزَّكاَةِ Tidaklah musnah harta yang ada di daratan atau di lautan kecuali oleh sebab tidak dikeluarkan zakatnya. (HR. At-Thabarani) مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261) وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ Sembuhkan orang sakit di antar kalian dengan bersedekah (HR. At-Thabarani)Kewajiban Mengeluarkan Zakat Atas Harta Yang Disimpan (Ditimbun) Jawaban akan lebih lengkap kalau membahas tentang kewajiban mengeluarkan zakat atas harta yang disimpan. Di dalam Al-Quran disebut dengan istilah emas yang ditimbun. Mereka yang punya emas melebihi batas dan hanya ditimbun saja, apabila emas itu tidak dikeluarkan zakatnya, maka Allah akan menyiksa pemiliknya dengan emasnya itu di hari kiamat. Emas itu akan dipanaskan hingga membara, lalu ditempelkan ke tubuh mereka. Kita bisa bayangkan, emas yang panas membara ditempelkan ke tubuh kita, itu lebih panas dari bila tubuh kita disetrika. وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih (QS. At-Taubah : 34) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".(QS. At-Taubah : 35) لاَ صَاحِبِ كَنْزٍ لا يَفْعَلُ فِيهِ حَقَّهُ إِلاَّ جَاءَ كَنْزُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَتْبَعُهُ فَاتِحًا فَاهُ فَإِذَا أَتَاهُ فَرَّ مِنْهُ فَيُنَادِيهِ خُذْ كَنْزَكَ الَّذِي خَبَأْتَهُ فَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ فَإِذَا رَأَى أَنْ لَا بُدَّ مِنْهُ سَلَكَ يَدَهُ فِي فِيهِ فَيَقْضَمُهَا قَضْمَ الْفَحْلِ "Tidaklah pemilik harta simpanan yang tidak melakukan haknya padanya, kecuali harta simpanannya akan datang pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan aqra’ yang akan mengikutinya dengan membuka mulutnya. Jika ular itu mendatanginya, pemilik harta simpanan itu lari darinya. Lalu ular itu memanggilnya,“Ambillah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.” Maka ketika pemilik harta itu melihat, bahwa dia tidak dapat menghindar darinya, dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut. Maka ular itu memakannya sebagaimana binatang jantan memakan makanannya". (HR Muslim) مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ "Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka". (HR Muslim) Emas yang ditimbun itu adalah sebuah istilah untuk harta yang sudah melebihi nishab dan haul tetapi tidak dikeluarkan zakatnya. Bila pemiliknya mengeluarkan zakatnya, tentu tidak mengapa memiliki emas yang ditimbun. مَا أَدَّيْتَ زَكَاتَهُ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ Apa yang kamu keluarkan zakatnya maka dia bukan (emas) yang ditimbun. (HR. Al-Hakim) Jadi tunaikan zakat anda, Allah SWT akan mengganti harta yang anda zakatkan, dengan limpahan penggantian yang jauh lebih banyak. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc., MA |