ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Penggalan kalimat akhadzathul ‘izzatu bil itsmi (أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ) merupakan idiom yang kalau diterjemahkan secara sederhana menjadi : “bangkitlah kesombongan yang menyebabkan dia berbuat dosa yang lebih banyak lagi”. Ini adalah versi terjemahan Kemenag RI.
Sangat mirip dengan terjemahan Prof. Dr. Quraish Shihab berikut ini : “bangkit (dalam dirinya) kesombongan yang (menyebabkan) dia berbuat dosa (lebih banyak lagi),”.
Yang agak jauh berbeda justru terjemahan Prof. Dr. Buya HAMPA. Berikut terjemahnnya : “Dibawalah dia oleh kesombongannya berbuat dosa.”.
Namun pada intinya Allah SWT ingin menegaskan bahwa salah satu sikap orang munafik itu tidak mau ditegur dan tidak terima nasehat. Seolah percuma saja kita menegurnya.
Di ayat lain juga dijelaskan dengan ungkapan yang sedikit berbeda, namun intinya tetap sama saja, yaitu begitulah karakteristik orang-orang munafik yang tidak mau dinasehati.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنْكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. Al-Hajj : 72)