ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh wala-tattabi’u (وَلَا تَتَّبِعُوا) adalah fiil nahyi yang fungsinya melarang. Asalnya dari (اتّبَعَ - يَتَّبِعُ). Artinya : janganlah kamu mengikuti. Maksudnya janganlah mentaati ajakan dan bujuk rayu setan.
Sedangkan lafazh khthuwat (خُطُوَاتِ) adalah bentuk jamak dari (خُطْوة) yang artinya langkah-langkah.
Dan yang dimaksud dengan langkah-langkah setan adalah ajakan, bujukan serta rayuan yang setan lancarkan dalam rangka menyesatkan dan menjauhkan dari agama Islam. Ada juga yang memaknai langkah-langkah sebagai teknik yang dilakukan oleh setan dalam rangka mensukseskan tujuannya, yaitu step by step alias sedikit demi sedikit, tidak langsung mentargetkan hal yang besar.
Lafazh asy-syaithan (الشَّيْطَانِ) diterjemahkan menjadi setan yang sudah menjadi bahasa Indonesia baku. Akarnya dari kata syathana (شَطَنَ) yang berarti jauh, karena jauh dari kebaikan, kebenaran dan perintah Allah. Jadi, setiap yang membangkang kepada Allah swt disebut syaithan.
Di dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa di antara tingkah laku keji setan adalah mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga, menakut-nakuti akan kefakiran dan menyuruh melakukan kejahatan, menakut-nakuti agar tidak berbuat kebenaran, menipu manusia dengan kata-kata indah, mengelabui manusia sehingga kejahatan dan maksiat terlihat baik di matanya, menimbulkan kebencian dan permusuhan sesama manusia, membuat manusia lupa dari mengingat Allah, dan lain-lain
Namun apa yang dimaksud dengan larangan untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan dalam konteks ayat ini? Dan apa hubungannya dengan perintah untuk menjalankan risalah Islam secara kaffah?
Al-Qurtubi meriwayatkan pendapat dari Muqatil yang menceritakan bahwa Abdullah bin Salam yang dulunya memeluk Yahudi datang meminta izin kepada Nabi SAW agar diperbolehkan shalat dengan membaca kalamullah juga, namun maksudnya ayat-ayat yang ada di dalam kitab suci Taurat. Selain itu juga dimintakan izinnya untuk menjalankan sebagian dari ajaran yang ada di dalam Taurat, karena pada dasarnya juga merupakan perintah Allah SWT juga, setidaknya yang turun secara resmi kepada Nabi Musa alaihissalam.