ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafahz illa (إِلَّا) artinya kecuali, maksudnya tidak ada pilihan apapun yang mereka lihat, kecuali hanya ini, yaitu Allah SWT mendatangi mereka. Ungkapannya adalah (يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ).
Dan pada lafazh inilah yang kemudian memancing Fakhiruddin Ar-Razi untuk membahas secara panjang lebar perdebatan para ulama akidah terkait apakah datangnya Allah SWT ini bersifat hakiki atau majazi. Rasanya kita tidak perlu terlalu dalam terjebak dalam perdebatan para ahli kalam sebagaimana yang diceritakan oleh Fakhruddin Ar-Razi.
Banyak ulama yang berhati-hati kalau sudah bicara tentang tindakan Allah SWT seperti datang, pergi, turun dan seterusnya. Mereka hanya mengatakan bahwa hanya Allah SWT saja yang tahu.
Al-Qadhi Abu Ya’la meriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa yang datang itu bukan Allah SWT, melainkan ketentuan dan perintah-Nya. Demikian sebagaimana dikutipkan oleh Ibnul Jauzi dalam Tafsir Zadul Muyassar fi Ilmi At-Tafsir.[1]
[1] Ibnul Jauzi (w. 597 H), Zadul Muyassar fi Ilmi At-Tafsir, (Beirut, Darul Kutub Al-‘Arabi, Cet. 1, 1422), jilid 1 hal. 174