ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh sal (سَلْ) asalnya dari is’al (اِسْأَل), bentuk madhi dan mudhari’-nya adalah (سَأَلَ - يَسْأَلُ). Namun kalau kita perhatikan, lafazh sal (سَلْ) itu alif di awal dan hamzah di tengahnya dibuang alias mahzhuf. Di dalam Al-Quran ada juga ayat lain yang mirip yaitu :
سَلْهُمْ أَيُّهُمْ بِذلِكَ زَعِيمٌ
Tanyakanlah kepada mereka: "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?" (QS. Al-Qalam : 40)
Namun ada juga yang dihilangkan hanya hamzah di awal saja, seperti dua ayat berikut :
وَسْئَلِ الْقَرْيَةَ
Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu (QS. Yusuf : 82)
وَسْئَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ
Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. (QS. An-Nisa : 32)
Namun semua itu hanya perbedaan lafazh saja, sedangkan makanya sama saja. dan artinya : “bertanyalah” atau “tanyakanlah”.
Walaupun ini sebuah perintah untuk bertanya, namun pertanyaan yang dimaksud tidak memerlukan jawaban, karena sifatnya taubkih (تَوْبِيْخ) atau bertanya untuk mengungkapkan keburukan pihak yang ditanya.
Lafazh bani (بني) adalah bentuk jamak dari ibnu (ابن) yang asalnya dari kata banun (بنون) atau banin (بنين), lalu dibuang huruf nun (ن) karena disambungkan dengan kata berikutnya sehingga menjadi bani (بَنِي) yang maknanya adalah : anak-anak atau keturunan.
Lafazh israil (إسرائيل) bukan bahasa Arab melainkan bahasa Ibrani. Dan yang disebut israil sendiri adalah nama lain dari Nabi Ya'qub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Menurut Ibnu Abbas, dalam bahasa Ibrani, nama Israil itu terdiri dari 'isra' yang bermakna hamba dan 'il' yang maksudnya adalah Allah, sehingga makna Israil adalah hamba Allah.
Nabi Ya'qub punya 12 anak laki-laki dan salah satunya adalah Nabi Yusuf alaihissalam. Az-Zamakhsyari dalam Tafsir Al-Kasysyaf menyebutkan bahwa anak Nabi Ya'qub itu ada 12 orang laki-laki dari beberapa istri.
Dari istri pertama yang bernama Laya, Nabi Ya'qub mendapat 6 anak laki-laki. Laya adalah sepupu Nabi Ya'qub yang merupakan puteri dari bibinya. Nama mereka adalah : [1] Yahudza, [2] Rubail, [3] Syam'un, [4] Lawi, [5] Bazalun, [6] Yasyjar. Dari dua orang budak wanita masing-masing bernama Zulfah dan Balhah, ada 4 anak yaitu [7] Daan, [8] Naftali, [9] Jaad, [10] Asyir. Ketika Laya wafat, Nabi Ya'qub menikahi saudari wanitanya bernama Rahil dan mendapat 2 anak yang bernama [11] Yusuf dan [12] Bunyamin.
Nabi Ya'qub terkenal sebagai hamba Allah yang amat saleh, sabar, dan tawakal. Maka Allah memanggil anak cucu nya dalam permulaan ayat ini dengan sebutan "Bani Israil" untuk mengingatkan kepada mereka agar mereka mencontoh leluhur mereka itu dalam hal keimanan, ketaatan, kesalehan, ketakwaan dan kesabaran serta sifat-sifat lain yang terpuji.
Hal ini disebabkan karena pada waktu turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw, tampak gejala-gejala bahwa tingkah laku Bani Israil itu sudah melampaui batas, dan jauh menyimpang dari ajaran dan sifat-sifat nenek moyang mereka, terutama sikap mereka terhadap Al-Qur'an yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Mereka tidak mau beriman bahwa Al-Qur'an itu adalah wahyu Allah, bahkan mereka mendustakan kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Seharusnya merekalah yang paling dahulu beriman kepada Nabi Muhammad saw, sebab berita tentang kedatangannya telah disebutkan lebih dahulu dalam kitab suci mereka, yaitu Taurat.
Di masa kenabian Muhammad, seringkali orang-orang Yahudi disapa dengan sapaan yang membuat mereka bangga, karena disebut-sebut sebagai anak cucu keturunan para nabi. Dan pada dasarnya yang disebut dengan Bani Israil adalah pemeluk agama Yahudi.
Ketika Nabi SAW hijrah ke Medinah, tempat itu sudah banyak dihuni orang-orang Yahudi yang sejak lama menetap di . Madinah, karena mereka membaca dalam kitab suci mereka bahwa nabi yang terakhir akan segera muncul