ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh kam (كَمْ) artinya berapa, namun tujuannya bukan untuk bertanya yang memerlukan jawaban, melainkan untuk menunjukkan begitu banyaknya.
Lafazh atainahum (آتَيْنَاهُمْ) merupakan fi’il madhi yang menujukkan masa lampau dan maknanya adalah : “Telah Kami berikan kepada mereka”. Yang dimaksud dengan mereka adalah Bani Israil.
Lafazh ayatin (آيَةٍ) secara bahasa berarti tanda. Di beberapa ayat Al-Quran memang Allah SWT banyak menyebutkan tanda-tanda kekuasaannya menggunakan istilah ayat dalam banyak firman-Nya. Salah satunya dalam ayat berikut :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Isra : 1)
Kadang ayat juga bisa bermakna bagian dari Al-Quran, yaitu
يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
Membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab dan hikmah. (QS. Al-Baqarah : 151)
Namun nampaknya yang dimaksud ayat di ayat ini lebih dekat kepada bukti-bukti kekuasaan Allah,
Lafazh bayyinah (بَيِّنَة) maknanya bukti, namun bisa juga diterjemahkan menjadi : “barang bukti”, sebagaimana yang dikenal dalam dunia persidangan. Dan memang juga disebutkan dalam hadits nabi :
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ أنَّ النَّبِيَّ ﷺ قالَ: «البَيِّنَةُ عَلى المُدَّعِي، واليَمِينُ عَلى المُدَّعى عَلَيْهِ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW bersabda,”Bukti-bukti harus dimiliki oleh penuntut dan sumpah harus dimiliki oleh tertuduh”. (HR. Al-Baihaqi)[1]
Sedangkan yang dimaksud dengan bukti-bukti disini adalah mukjizat yang menyertai Nabi Musa alaihissalam. Dan di dalam ayat lain, bayyinat itu disebut juga dengan sembilan tanda :
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata ". (QS. Al-Isra : 101)
Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran menuliskan bahwa yang dimaksud dengan sembilan tanda itu adalah :[2]
1. Tongkat (العصى) : mukjizat tongkat Musa yang bisa berubah jadi ular, atau bisa untuk memukul laut sehingga terbelah, serta pernah digunakan memukul batu sehingga memancar air untuk minum 12 anak suku Bani Israil.
2. Terjadinya musim kemarau yang panjang (السنين).
3. Tangan (اليد) Nabi Musa yang berubah jadi putih menyala
4. Darah (الدم) yang muncul dimana-mana sebagai ganti air
5. Angin topan (الطوفان).
6. Belalang (الجراد) yang menyerbu dalam jumlah tak terhitung
7. Kutu (القمل) bermunculan dimana-mana
8. Katak (الضفدع) bermunculan dimana-mana
9. Terbelahnya laut (البحر) saat dikejar pasukan Firaun.
[1] Al-Imam Al-Baihaqi, As-Sunan Al-Kubra, jilid 10 hal. 427
[2] Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran.