ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh yubaddil (يُبَدِّلْ) artinya menukar, sedangkan nikmatallah (نِعْمَةَ اللَّهِ) secara bahasa bermakna : kenikmatan yang Allah SWT berikan.
Kenikmatan dari Allah SWT itu terlalu luas, baik yang bersifat materil ataupun moril, baik yang fisik atau non fisik. Lantas nikmat yang manakah yang dimaksud di penggalan ayat ini?
Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan bahwa nikmat yang dimaksud adalah nikmat mendapatkan agama Islam lengkap dengan segala syariat yang terbaru dan terupdate.[1]
Dengan demikian yang dimaksud dengan menukar nikmat Allah adalah melepaskan agama Islam dengan tetap berada di dalam agama sebelumnya.
[1] Ibnu Jarir Ath-Thabari (w 310 H), Jami Al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran, (Beirut, Muassasatu Ar-Risalah, Cet. 1, 1420 H - 2000M), jilid 4 hal. 272