ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Ayat ke-212 ini oleh kebanyakan ulama tidak lagi ditujukan kepada Bani Israil sebagaimana pada ayat ke-211 sebelumnya, tetapi pindah ditujukan kepada kalangan musryikin Arab, khususnya para pemuka di Mekkah.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini turun terkait Abu Jahal dan para tokoh musyrikin lainnya, dimana mereka suka menghina kalangan shahabat yang di masa awal itu kebanyakannya dari kalangan miskin dan lemah, seperti Abdullah bin Mas’ud, Ammar bin Yasir, Khabbab Ibnul Art, Salim Maula Abi Hudzaifah, ‘Amir bin Fuhairah, Abu ‘Ubaidah Ibnul Jarrah.
Dosa mereka adalah membanggakan kekayaan duniawi di depan para shahabat generasi awal yang umumnya mereka terdiri dari orang-orang miskin dan lemah. Sehingga mereka mengalami penindasan secara fisik sekaligus juga intimidasi secara psikis, yaitu dengan cara direndahkan harga diri mereka.
Maka Allah SWT menjanjikan kepada para shahabat akan dimasukkan ke dalam surga dan kaum musyrikinnya akan dimasukkan ke neraka, sehingga keadaannya menjadi terbalik. Selain itu di dunia inipun Allah SWT memberikan harapan mereka mendapatkan rezeki dan kekayaan yang tidak terhingga banyaknya.