ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh zuyyina (زُيِّنَ) asal katanya dari zinah (زِيْنَة) yang artinya perhiasan. Disini berupa fi’il madhi mabni majhul atau kata kerja pasif yang tidak disebutkan pelakunya.
Maka ungkapan zuyyina lilladzina kafaru (زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُو) menurut Buya HAMKA adalah “Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir”, namun Kemenag RI dan Prof. Quraish Shihab menerjemahkannya menjadi : “dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir”.
Sedangkan makna ungkapan alladzina kafaru (الَّذِي}نَ كَفَرُوا) adalah orang-orang kafir, namun yang dimaksud adalah orang-orang Arab dari kalangan musyrikin Mekkah, dimana mereka dikenal sebagai kaum yang tidak menerima keyakinan adanya kehidupan kedua di akhirat. Bagi mereka, kehidupan itu hanya satu saja, yaitu kehidupan di dunia ini.
Pantas saja bagi mereka dunia itu jadi indah, karena tidak ada pembandingnya selain hanya di dunia ini saja.