ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh walladzinat-taqau (وَالَّذِينَ اتَّقَوْا) artinya : dan orang-orang yang bertaqwa. Maksudnya dalam konteks ayat ini adalah para shahabat nabi yang selama ini dihina dan direndahkan oleh pihak kaum musyrikin Mekkah. Lafazh fauqahum (فَوْقَهُمْ) secara harfiyah bermakna : berada di atas mereka, sedangkan yaumul qiyamah (يَوْمَ الْقِيَامَةِ) artinya hari kiamat.
Dan terjemahan utuhnya adalah sebagai berikut : “Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat”
Penggalan ini tentu saja membutuhkan penjelasan. Dikatakan bahwa orang-orang bertaqwa berada di atas, maksudnya mereka di dalam surga. Karena posisi surga memang selalu disebut-sebut berada di atas.
وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا
Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. (QS. Al-Isra : 21)
وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَىٰ
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (QS. Thaha : 75)
Sedangkan orang-orang kafir di dalam neraka, posisinya memang ada di bawah sebagaimana tertuang dalam beberapa ayat.
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (QS. At-Tin : 5)
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. (QS. An-Nisa : 145)