ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh kaana (كَانَ) adalah fi’il madhi yang menunjukkan kejadian di masa lalu, namun bagaimana memaknainya, sangat tergantung konteksnya. Terkadang tidak perlu dimunculkan artinya secara ekspilisit, seperti dalam ayat berikut (وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا), maknanya : “Dan Allah itu Maha mengetahui dan Maha Bijaksana”. Dan juga fungsinya pun tidak hanya sebatas menjelaskan waktu kejadian di masa lampau, melainkan menunjukkan makna : benar-benar.
Namun lafazh kaana (كَانَ) bisa juga digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian yang menunjukkan masa yang lampau, dan ayat inilah yang menjadi contohnya. Maka terjemahannya adalah : “di masa lalu manusia itu satu umat”. Atau kalau menggunakan redaksi Prof. Dr. Quraish Shihab, terjemahannya menjadi : “Manusia dahulunya adalah umat yang satu”.
Lafazh an-naasu (النَّاسُ) secara harfiyah artinya manusia. Namun para ulama berbeda pendapat tentang siapakah manusia yang dimaksud :
§ Nabi Adam : Mujahid dan sebagian ulama lain mengatakan bahwa kata manusia disini tidak menunjuk kepada umat manusia dalam arti sejumlah orang yang banyak jumlahnya, melainkan maksudnya hanya satu orang saja yaitu Nabi Adam alaihissalam, sebagai manusia pertama dan asal-usul dari seluruh umat manusia. Sebagian ulama lain mengatakan bukan hanya Adam, tetapi istrinya Hawa juga termasuk yang dimaksud.
§ Manusia Antara Adam dan Nuh : Qatadah mengatakan bahwa yang dimaksud manusia di masa lalu adalah mereka yang hidup di zaman antara Nabi Adam hingga Nabi Nuh alaihimassalam.
§ Nabi Nuh dan Penumpang Bahtera : Al-Kalbi dan Al-Waqidi mengatakan bahwa yang dimaksud manusia satu umat adalah Nabi Nuh alaihissalam beserta mereka yang selamat dari banjir dengan menaiki bahtera. Pada generasi berikutnya setelah mereka wafat, agama manusia kemudian berpecah-pecah.
§ Masa Ibrahim : sebagian ulama mengatakan bahwa manusia itu satu umat yang dimaksud adalah mereka yang hidup di masa kenabian Ibrahim alaihissalam.