ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh ba’atsa (بَعَثَ) artinya secara harfiyah adalah membangkitkan. Terkadang Allah SWT juga menggunakan lafazh arsala (أَرْسَلَ) yang artinya mengutus. Meski keduanya punya makna yang relatif sama, namun antara ‘dibangkitkan’ dengan ‘diutus’ ada perbedaan mendasar.
Kalau ‘dibangkitkan’ itu contohnya seperti orang mati dibangkitkan dari kubur atau orang sedang tidur kemudian dibangunkan. Kedua contohnya ada di dalam Al-Quran. Nanti setelah kiamat, semua manusia akan dibangkitkan dari kematiannya, Allah SWT menggunakan lafazh ba’atsnakum :
ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah : 56)
Para pemuda ashabul kahfi yang ditidurkan selama 300 tahun ditambah 9 tahun pada akhirnya Allah SWT bangunkan dari tidur panjang mereka. Dalam surat Al-Kahfi Allah SWT menggunakan lafazh ba’atsnakum.
ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَىٰ لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu] yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu). (QS. Al-Kahfi : 12)
Dan makna dibangkitkan ini sebenarnya tidak bertentangan dengan fakta bahwa para nabi itu dibangkitkan, setelah sebelumnya mereka menjalani dulu kehidupan sebagai manusia biasa. Rata-rata para nabi itu dilahirkan dulu sebagai manusia biasa, lalu pada usia tertentu barulah ‘diangkat’ alias dibangkitkan untuk menjadi nabi.
Namun makna ba’atsa (بَعَثَ) tidak harus selalu bangkit, sebab beberapa ayat Al-Quran memang menggunakannya dengan makna mengutus, seperti mengutus wakil dari pihak-pihak yang bersengketa.
وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. (QS. An-Nisa : 35)
Mengirim burung untuk menggali kuburan buat lawannya yang mati.
فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (QS. Al-Maidah : 31)