ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh an-nabiyyin (النَّبِيِّين) adalah bentuk jamak dari tunggalnya nabi (نَبِيّ). Secara bahasa kata nabi berasal dari an-naba’ (النبأ) yang artinya berita. Maka seorang nabi itu pada dasarnya adalah pembawa berita.
Berita yang dimaksud adalah berita tentang langit dan tentang akhirat. Berita tentang langit adalah tentang sifat dan nama Allah, juga tentang para malaikat serta kitab suci yang turun dari langit. Sedangkan berita akhirat itu tentang adanya ada kehidupan setelah kematian, yang terbelah dua menjadi kebahagiaan alias surga dan keburukan alias neraka.
Tentang jumlah para nabi dan rasul disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Dzar sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
يَا رَسُولَ اللهِ كَمْ وَفَّى عِدَّةُ الْأَنْبِيَاءِ؟ قَالَ: مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا. الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا
Aku bertanya,”Ya Rasulullah, berapa jumlah para nabi?”. Beliau SAW menjawab,”Seratus dua puluh empat ribu orang”. Aku bertanya lagi,”Berapa orang yang menjadi rasul?”. Beliau SAW menjawab,”Tiga ratus tiga belas orang”.(HR. Ahmad) [1]
Dengan jumlah sebanyak itu tentu saja kita tidak mungkin mengenalnya satu per satu. Namun setidaknya ada dua puluh lima orang nabi dan rasul yang namanya tercantum secara eksplisit di dalam Al-Quran. Dan untuk itu ada perintahnya untuk mengenali mereka itu, sebagaimana atsar berikut :
عَلِّمُوا أوْلادكُم أَسْمَاءَ الأنْبِياءِ المَذْكُورين فِي القُرْآن كيَ يُؤمنُوا بِهِمْ وَلاَ تَظُنُّوا أَنَّ الإِيْمَانَ بِمُحَمد يَكْفِي عَنِ الإِيْمَانِ بِسَائِرِ الأنْبِياء
Ajari anak-anakmu nama para nabi yang disebutkan di dalam Al-Quran, agar mereka bisa juga beriman kepada mereka. Jangan dikira cukup hanya beriman kepada Nabi Muhamamd SAW saja tanpa beriman juga para nabi seluruhnya.
[1] Ahmad bin Hanbal (w. 241 H), Musnad Ahmad, (Beirut, Muassatu Ar-Risalah, Cet. 1, 1421 H – 2001 M), jilid 36 hal. 719