ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh anzala ma’ahum (أَنْزَلَ مَعَهُمُ) adalah bentuk fi’il madhi yang artinya menurunkan bersama mereka, maksudnya bersama para nabi. Jadi para nabi itu bukan sekedar diutus begitu saja, namun mereka juga dibekali dengan kitab suci yang diturunkan dari langit.
Sedangkan al-kitab (الْكِتَابَ) secara bahasa Arab modern artinya buku. Namun di masa kenabian Muhammad, belum dikenal buku seperti di zaman modern ini yang terdiri dari sekian banyak lembaran kertas dan dijilid jadi satu lalu diberi sampul atau cover. Di masa itu juga belum mengenal mesin cetak, sehingga kalau Al-Quran menyebut kata kitab, jangan membayangkan kitab itu berwujud buku seperti yang kita kenal di zaman sekarang.
Namun demikian, umumnya para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan kitab adalah kitab suci samawi yang berisi sekumpulan firman Allah berupa petunjuk dan tata cara beribadah kepada Allah, juga tata cara menjalani kehidupan di dunia serta berbagai macam konten lainnya.
Kitab suci yang diturunkan kepada para nabi dan rasul cukup banyak. Diantaarnya yang banyak disebut-sebut di dalam Al-Quran adalah Taurat untuk Nabi Musa, Zabur untuk Nabi Daud, Injil untuk Nabi Isa. Selain itu juga ada istilah shuhuf Ibrahim dan shuhuf Musa, serta lain-lainnya yang mungkin belum disebutkan.
Di dalam hadits nabi ada disebutkan yang sedikit lebih lengkap tentang keberadaan kitab-kitab suci ini. Ada dialog antara Abu Dzar al-Ghifari dengan Baginda Nabi SAW terkait keberadaan kitan suci samawi :
يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمْ كِتَابًا أَنْزَلَ اللَّهُ؟ قَالَ: مِائَةَ كِتَابٍ وَأَرْبَعَةَ كُتُبٍ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى شِيثَ خمسين صحيفة وعلى أخنوخ ثَلَاثِينَ صَحِيفَةً وَعَلَى إِبْرَاهِيمَ عَشْرَ صَحَائِفَ وَأَنْزَلَ عَلَى مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشْرَ صَحَائِفَ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَالزَّبُورَ وَالْفُرْقَانَ
Dari Abi Dzar radhiyallahuanhu, dia bertanya,"Ya Rasulllah, berapa kitab yang Allah turunkan?.Nabi SAW menjawab,"Seratus empat kitab. Allah turunkan 50 shahifah kepada Nabi Syits, kepada Akhnun (Nabi Idris) 30 shahifah, kepada Ibrahim 10 shahifah, kepada Musa sebelum Taurat 10 shahifah, dan Allah menurunkan Taurat, Injil, Zabur dan Al-Furqan. (HR. Ibnu Hibban).[1]
[1] Ibnu Hibban (w. 354 H), Shahih Ibnu Hibban, (Beirut, Daru Ibni Hazm, Cet. 1, 1433 H – 2012 M), jilid 1 hal. 534