ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh alaa (أَلَا) diartikan oleh Kemenag RI dan Prof Quraish Shihab menjadi : “ingatlah”. Sedangkan Buya HAMKA menerjemahkannya menjadi : “ketahuilah”.
Lafazh nashr (نَصْرِ) artinya secara harfiyah adalah : “pertolongan”. Namun banyak juga dimaknai sebagai : “kemenangan”. Sedangkan dikaitkannya pertolongan atau kemenangan dengan lafazh Allah SWT, karena merupakan pemberian dari Allah SWT dan sekaligus menjadi kehendak-Nya.
Penggalan ayat ini yang juga menjadi penutup ayat menunjukkan bahwa secara teori tidak mungkin Nabi SAW bisa memenangkan peperangan melawan kaum musyrikin Mekkah. Semua adalah pemberian dan anugerah yang Allah SWT berikan. Allah SWT memang punya kehendak untuk memenangkan perjuangan sang Nabi, maka apapun bisa terjadi, meski di luar nalar dan perhitungan.
Lafazh qarib (قَرِيبٌ) secara bahasa bermakna dekat. Namun kedekatannya terkait dengan waktu, bukan dengan jarak. Sebab kalau kedekatan itu dikaitkan dengan jarak, tentu tidak sejalan, mengingat jarak dari Madinah ke Mekkah itu cukup jauh, tidak kurang dari 450 km. Sehingga qarib lebih tepat dimaknai sebagai kedekatan dari sisi waktu.
Secara umum, kabar dekatnya pertolongan dari Allah SWT ini merupakan hiburan dan sekaligus juga informasi penting yang Allah SWT khususkan buat umat Nabi Muhammad SAW, yaitu akan turunnya pertolongan dari Allah SWT dalam waktu yang tidak lagi.
Menurut beberapa ulama, penggalan ayat ini merupakan awal mula informasi samawi yang mengabarkan akan segera terjadinya pembebasan kota Mekkah. Dan ayat ini sejalan juga dengan ayat lain yang sama-sama memberi isyarat akan segera terjadinya pembebasan Mekkah :
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An-Nashr : 1-3)