ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh 'asaa (عَسَىٰ) bisa bermakna : "semoga", namun juga bisa bermakna : "boleh jadi" atau "siapa tahu".
Contoh 'asaa (عَسَىٰ) yang bermakna semoga adalah ayat berikut :
عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا
Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu. (QS. Al-Qalam : 32)
Sedangkan yang maknanya : boleh jadi atau siapa tahu, adalah ayat berikut :
لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا
Janganlah kamu membunuhnya, siapa tahu ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak. (QS. Al-Qashash : 9)
Untuk ayat ini, nampaknya lafazh 'asaa (عَسَىٰ) bermakna : "boleh jadi" atau "siapa tahu".
Lafazh takrahu (تَكْرَهُ) artinya tidak menyukai atau membenci. Bahkan kalau pun dilakukan juga, maka melakukannya dengan cara terpaksa. Sebagaimana yang digunakan dalam ayat berikut :
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa. (QS. Ar-Rad : 15)