Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas | rumahfiqih.com

Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas

Ahmad Sarwat, Lc., MA Fri 10 January 2014 08:04 | 8960 views

Bagikan lewat

Walaupun pada prinsipnya Islam tidak membeda-bedakan derajat manusia, namun tetap saja dalam kriteria tertentu, Al-Quran masih membedakan kelas-kelas manusia. Ada yang kelas manusia kafir dan ada kelas muslim. Yang muslim masih ada pembagian lagi, ada kelas yang punya ilmu dan ada kelas yang tidak punya ilmu.

Ketika Al-Quran menyebutkan bahwa tidak sama antara orang-orang yang mengetahui dan mereka yang tidak tahu, para ulama menarik kesimpulan bahwa ayat itulah yang menjadi dasar untuk membedakan umat Islam ini menjadi dua kelas. Ada kelas muslim yang berilmu dan ada kelas yang tidak berilmu. Dan keduanya memang berbeda. Tegas sekali ayat ini memilah jenis manusia.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang- orang yang tidak mengetahui?" (QS. Az-Zumar : 9)

Kelas yang berilmu tentu saja lebih tinggi dari kelas yang tidak berilmu. Sebab Allah SWT sengaja meninggikan kelas mereka yang berilmu ini menjadi beberapa derajat di atas kelas yang tidak berilmu.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah : 11)

Ketika jihad dianggap amal yang amat tinggi dan orang-orang yang mati di dalam jihad dijanjikan mati syahid, namun Al-Quran tetap mengharuskan sebagian shahabat untuk tekun mendalami ilmu agama. Al-Quran melarang semua orang turun ke lapangan jihad, meskipun rata-rata mereka semua sangat rincu mati syahid.

وَمَا كاَنَ الْمُؤْمِنُون لِينْفِرُوا كآفّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقةٍ مِنْهُمْ طاَئِفةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذاَ رَجَعُوا إِليْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُون

Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(QS. At-Taubah : 122)

Kalau jihad itu punya kedudukan sangat mulia di dalam agama Islam, maka belajar mendalami ilmu agama ternyata juga punya kedudukan yang juga mulia, setidaknya kurang lebih sejajar.

Ayat ini jelas-jelas membandingkan antara kewajiban berjihad di jalan Allah yang pahalanya begitu besar di satu sisi, dengan kewajiban untuk menuntut ilmu agama di sisi yang lain.

Kalau mereka yang mati syahid di dalam jihad itu dijanjikan masuk surga tanpa hisab, maka mereka yang berusungguh-sungguh menuntut ilmu pun mendapat balasan yang sebanding, yaitu mereka dijanjikan akan dimudahkan masuk surga. Kurang lebih setara antara keduanya.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلىَ الجنّةِ

Orang yang meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim)

Bahkan orang-orang yang berilmu mendapatkan tambahan nilai yang unik, yaitu semua makhluk Allah sibuk memintakan ampunan atas semua dosa mereka.

وَإِنَّ العاَلِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لهُ مَنْ فيِ السّمواتِ وَمَنْ فيِ الأرْضِ وَالحِيْتانِ فيِ جَوْفِ المـَاءِ

Dan orang yang berilmu itu dimintakan ampunan oleh semua makhluk Allah yang ada di sekian banyak langit dan bumi, termasuk ikan-ikan yang ada di kedalaman lautan ikut memintakan ampun. (HR. Muslim)

Tentu yang dimaksud dengan berilmu ini jangan sekali-kali disejajarkan dengan IQ, tingkat kecerdasan, apalagi raport sekolah dan IPK di kampus.

Sebab ketika menyinggung orang yang berilmu, Al-Quran tidak sedang membicarakan anugerah kecerdasan manusia yang memang sengaja dibikin berbeda.

Tetapi Al-Quran sedang bicara tentang perbedaan mereka yang belajar dan menuntut ilmu dengan serius hingga mengorbankan segala sesuatunya, khususnya di bidang ilmu syariah, dengan mereka yang tidak pernah bersungguh-sungguh belajar dan berkurban demi mendapatkan ilmu.

Karena itulah ketika para shahabat yang telah dikader menjadi ulama bertahun-tahun dengan banyak ilmu dibunuh oleh suatu kaum, meledaklah marah Rasulullah SAW. Beliau sampai mendoakan kehancuran kaum itu dalam lima waktu shalatnya selama sebulan lamanya. Sebab nilai sumber daya manusia yang dibunuh itu tidak main-main.

Dari sanalah kemudian kita mengenal doa qunut nazilah. Urusannya bukan sekedar karena shahabat dibunuh dengan licik, tetapi nilai tiap- tiap shahabat itu tidak bisa dihitung lagi, saking berharganya. Kalau yang dibunuh cuma prajurit biasa, Rasulullah SAW sudah sering mengalaminya. Dalam lusinan perang yang selama ini berlangsung, sudah pasti jatuh korban nyawa menjadi syahid.

Tetapi kalau yang dibunuh adalah rombongan para ulama yang diundang dengan berpura-pura mau belajar agama Islam, dan ternyata sampai disana semua dibunuh, ini jelas-jelas sebuah kerugian yang amat besar.

Di akhir zaman, ketika umatnya banyak yang mengalami kesesatan, Rasulullah SAW secara tidak langsung sudah menyebutkan penyebabnya, yaitu ketika kaderisasi para ulama tidak berjalan, ulama yang tua-tua sudah dipanggil Allah SWT, lalu muncul lapisan tokoh-tokoh yang menyamar sebagai 'ulama', padahal mereka tidak pernah dipersiapkan dengan sungguh-sungguh untuk menjadi ulama.

إِنّ الله لا يقْبِضُ العِلْم اِنْتِزاعًا ينْتزِعُهُ مِن العِبادِ ولكِنْ يقْبِضُ العِلْم بِقبْضِ العُلماء حتىّ إِذالم يُبْقِ عالِمًا اِتّخذ النّاسُ رُءُوسًا جُهّالاً فسُئِلُوا فأفْتوْا بِغيْرِ عِلْمٍ فضلُّوا وأضلُّوا

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara tiba-tiba dari tengah manusia, tapi Allah mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para ulama. Hingga ketika tidak tersisa satu pun dari ulama, orang-orang menjadikan orang-orang bodoh untuk menjadi pemimpin. Ketika orang-orang bodoh itu ditanya tentang masalah agama mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama 'gadungan' inilah yang kemudian mengisi banyak forum umat Islam, baik di mihrab masjid, pengajian, majelis taklim, bahkan hingga radio dan televisi. Mereka disebut oleh Rasulullah SAW sebagai "ru'usan juhhala', para tokoh yang bodoh alias tidak berilmu.

Mereka inilah yang kemudian dijadikan rujukan umat untuk bertanya masalah agama. Dan mereka menjawab tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.

Kenapa?

Karena ulama dan bukan ulama itu tetap saja tidak sama. Beda kelas...


Baca Lainnya :

more...

Semua Tulisan Penulis :
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 November 2019, 07:17 | 5.152 views
Perluasan Hal-hal Yang Membatalkan Puasa di Empat Mazhab
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 March 2019, 18:09 | 6.163 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 7.293 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 28.340 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 12.974 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 16.771 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 7.943 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 23.901 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 21.084 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 15.063 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 15.220 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 13.800 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 10.110 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 10.508 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 8.158 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 9.137 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 12.725 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 26.417 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 7.323 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 7.843 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 12.867 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 7.334 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 9.007 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 9.588 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 8.806 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 16.526 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 71.451 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 12.347 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 15.187 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 8.960 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 7.444 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 16.109 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 12.388 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 8.759 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 8.564 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 8.544 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 11.775 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 10.483 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 9.912 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 8.716 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 11.152 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 12.514 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 13.838 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 37.537 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 10.043 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 8.166 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 7.626 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 10.768 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA68 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Maharati Marfuah Lc5 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Muhammad Alfatih Mubarok1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-10-2021
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih