Mudharabah = Saling Memukul? | rumahfiqih.com

Mudharabah = Saling Memukul?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Fri 19 July 2013 07:55 | 9911 views

Bagikan lewat

Sejak dulu saya penasaran kalau membahas istilah mudharabah dalam deratan bab Fiqih Muamalat. Mudharabah itu punya kata dasar : dharaba, yang di dalam kamus Bahasa Arab bermakna memukul.

Yang pernah belajar ilmu Nahwu pasti masih ingat ungkapan dharaba zaidun amran. Maknanya telah memukul Amr si Zaid.

Lalu kata dharaba ini bisa dibentuk polanya sesuai wazan mufa'alah, sehingga artinya bukan lagi telah memukul, melainkan menjadi : saling memukul.

Padahal dalam kajian fiqih muamalah, istilah mudharabah ini maksudnya bukan saling memukul, melainkan akad kerjasama bagi hasil, antara pemilik modal dengan pelaksana usaha (mudharib).

Nah, yang jadi pertanyaan, kenapa kok para ulama memakai istilah yang rada ganjil, yaitu mudharabah yang makna harfiyahnya adalah saling memukul?

Kalau dipikir-pikir, siapa memukul siapa? Dan kenapa harus terjadi saling memukul? Memangnya masing-masing pihak salah apa, sampai harus terjadi saling memukul. Tak habis pikir saya saat itu.

Tetapi setelah saya baca dan baca lagi, lalu ditelusuri ke berbagai kitab fiqih yang lebih serius, akhirnya ketemu juga jawabannya.

Ternyata riwayat penggunaan istilah mudharabah yang makna harfiyahnya saling memukul, kemudian bisa berubah jadi akad kerjasama bagi hasil itu bisa dijelaskan sebagai berikut :

A. Makna Dharaba Tidak Selalu Memukul

Ternyata di dalam Al-Quran sendiri, kata dharaba - yadhribu tidak selalu bermakna memukul. Kata itu juga bisa bermakna yang lain, seperti menutup aurat dengan jilbab, membuat perumpamaan, dan juga bermakna melakukan perjalanan ke luar kota atau keluar negeri.

Coba perhatikan ayat-ayat berikut ini :

1. Bemakna Memukul Secara Fisik

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُواْ الْمَلآئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (QS. Al-Anfal : 52)

2. Bermakna Menutup Aurat Dengan Kerudung

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. (QS. An-Nuur : 31)

3. Bermakna Membuat Perumpamaan

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. (QS. Al-Baqarah : 26)

4. Bermakna Melakukan Perjalanan ke Luar Negeri
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُواْ مِنَ الصَّلاَةِ

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat (QS. An-Nisa' : 101)

Agaknya dalam proses pembentukan istlah mudharabah, yang digunakan dari makna dharaba disini adalah makna yang keempat, yaitu bepergian atau melakukan perjalanan.

Terus apa hubungannya antara perjalanan dengan kerja sama bagi hasil?

Jawabnya begini : perlu diketahui bahwa di masa hidup Rasulullah SAW, kalau ada orang mengadakan perjalanan jauh ke luar kota atau luar negeri, maka hal itu identik dengan salah satu dari dua hal. Pertama, orang itu melakukan perjalanan bisnis perdagangan. Kedua, orang itu melakukan peperangan. Tetapi dalam hal ini yang digunakan adalah makna perdagangan dan bukan peperangan.

Sampai disini sudah semakin jelas hubungan antara akad kerja sama bagi hasil dengan perjalanan ke negeri, yaitu berdagang.

Maka secara istilah, kata mudharabah artinya bukan saling memukul, melainkan saling melakukan kerjasama bisnis perdagangan. Bahkan meski tidak lagi dengan cara melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sekali lagi mari kita perhatikan bagaimana sebuah istilah mengalami pergeseran makna jauh sekali dari makna aslinya.

1. Pertama

Dari kata dharaba yang punya banyak arti, bisa bermakna memukul sungguhan, atau bermakna membuat perumpamaan, menutup aurat dengan memakai kerudung atau melakukan perjalanan. Lalu diambil satu makna saja, yaitu melakukan perjalanan.

2. Kedua

Perjalanan itu di masa Nabi SAW identik dengan berdagang ke luar negeri, dan bisa juga maksudnya berperang.

Dalam banyak kitab fiqih, bab jihad sering juga memakai istilah Bab Siyar. Secara bahasa artinya bab tentang perjalanan-perjalanan, namun maksudnya adalah bab jihad. Sebab  perang di masa Nabi SAW juga identik dengan perjalanan ke luar negeri.

Tetapi yang dipakai disini adalah makna berdagang atau berniaga, bukan makna berperang.

3. Ketiga

Dan berniaga itu banyak bentuknya, ada yang dilakukan secara individu, tapi ada juga yang dilakukan dengan cara kerja-sama, dimana para pedagang mendapatkan modal dari para investor.

Tetapi yang dipakai dalam hal ini adalah cara yang kedua, yaitu kerja sama perdagangan yang melibatkan kedua belah pihak.

4. Keempat : Pengertian Mudharabah Secara Istilah Ilmu Fiqih

Maka dalam istilah fiqih, mushthalah mudharabah didefinisikan sebagai :

عَقْدُ شَرِكَةٍ فيِ الرِّبْحِ بِماَلٍ مِنْ جَانِبٍ وَعَمَلٍ مِنْ جاَنِبٍ

Akad persekutuan dalam keuntungan dengan modal dari satu pihak dan kerja dari pihak lain.

Kemudian oleh para ulama akad mudharabah diperjelas lagi dengan disebutkan syarat, rukun dan ketentuan-ketentuan lainnya secara lebih lengkap. Dan semua itu dapat kita pelajari dalam ilmu fiqih.

Kesimpulan :

  • Kewajiban mempelajari Al-Quran dengan penjelasan tafsir dan fiqih, bukan hanya mengandalkan terjemahan semata, karena beresiko terjadi bias dalam memahami maksud tiap ayat.
  • Kewajiban mempelajari bahasa Arab secara luas dan mendalam, serta keharusan memahami makna tiap-tiap istilah di dalam Al-Quran, baik dari segi bahasa maupun istilah sesuai dengan penggunaan pada zamannya.


Baca Lainnya :

more...

Semua Tulisan Penulis :
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 November 2019, 07:17 | 5.152 views
Perluasan Hal-hal Yang Membatalkan Puasa di Empat Mazhab
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 March 2019, 18:09 | 6.163 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 7.293 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 28.340 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 12.974 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 16.771 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 7.943 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 23.901 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 21.084 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 15.063 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 15.220 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 13.800 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 10.110 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 10.508 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 8.158 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 9.137 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 12.725 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 26.417 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 7.323 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 7.843 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 12.867 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 7.334 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 9.007 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 9.588 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 8.806 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 16.526 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 71.451 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 12.347 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 15.186 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 8.960 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 7.444 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 16.109 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 12.388 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 8.759 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 8.564 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 8.544 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 11.775 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 10.483 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 9.911 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 8.716 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 11.152 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 12.514 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 13.838 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 37.537 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 10.043 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 8.166 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 7.626 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 10.768 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA68 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Maharati Marfuah Lc5 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Muhammad Alfatih Mubarok1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-10-2021
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih