Ayat ke 87 ini masih sambungan dari ayat sebelumnya yang bicara tentang balasan siksa dari Allah SWT kepada mereka yang kafir dari agama Islam. Hukuman mereka memang bukan di dunia, tetapi hukumannya akan menjadi nyata di akhirat.
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ
Lafazh ulaaika (أُولَٰئِكَ) artinya : mereka itu, lafazh jaza’u-hum (جَزَاؤُهُمْ) artinya : balasan untuk mereka.
Dikatakan balasan, karena apa yang mereka terima dari siksaan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan ada hubungan sebab akibat. Dilaknatnya mereka bukan karena kehendak Allah SWT, melainkan karena resiko yang mereka ambil dengan beraninya, tanpa memikirkan akibatnya.
Maka ungkapan sebagai ‘balasan’ ini memberikan penekanan bahwa semua itu memang resiko yang sejak awal sudah diketahui dan seharusnya tidak perlu menyesali.
أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ
Lafazh anna ‘alaihim (أَنَّ عَلَيْهِمْ) artinya : bahwa bagi mereka, sedangkan la’natullahi (لَعْنَةَ اللَّهِ) artinya laknat Allah.
Asal kata laknat itu adalah dijauhi (الإِبْعَاد) dan terbuang (الطَّرْد). Maka orang yang dilaknat Allah SWT itu dijauhkan dari rahmat-Nya, juga dijauhkan dari taufik dan nikmat-Nya, bahkan dijauhkan dari segala macam kebaikan.
Dan secara teknis, yang dimaksud dengan laknatullah sebagai balasan nanti di akhirat adalah :
Dijauhkan mereka dari surga dan diturunkan hukuman dan siksaan di dalam neraka.
Intinya kalau ada orang yang dilaknat oleh Allah SWT, berarti nanti di akhirat dia akan masuk neraka dan tidak akan masuk surga. Berbeda dengan orang beriman yang matinya boleh jadi masih berada dalam status keislaman. Mereka mungkin saja masuk neraka, tetapi hanya sementara saja. Setelah semua doanya ditebus, maka akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Dan tidak demikian yang terjadi bila status seseorang di dunia ini sudah terlaknat, maka tempatnya hanya di neraka saja. Surga sudah tidak ada lagi kesempatan baginya untuk memasukinya.
وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Lafazh wal-malaikati (وَالْمَلَائِكَةِ) artinya : dan para malaikat. Dalam hal ini rupanya bukan hanya Allah saja yang melaknat, tetapi termasuk juga para malaikat juga ikutan melaknat.
Perbedaan antara laknat Allah dengan laknat malaikat bahwa laknat malaikat itu dengan perkataan, yaitu hardikan, bentakan, cacian dan makian. Beberapa ayat Al-Quran menguatkan adanya hal itu, antara lain :
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri). (QS. Al-Anfal : 50)
Begitu juga bila ada orang yang tidak mau bayar zakat atas emas dan peraknya yang sudah melebihi nishab dan setahun kepemilikan.
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu". (QS. At-Taubah : 35)
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Lafazh wan-nasi (وَالنَّاسِ) artinya : dan para manusia. Dan ternyata seluruh manusia pun juga ikutan melaknat. Dan makna ajma’in (أَجْمَعِينَ) artinya : keseluruhannya.
Pertanyaannya : bagaimana bisa dikatakan bahwa seluruh manusia melaknat?
Jawabannya adalah bahwa yang dimaksud dilaknat oleh manusia adalah bahwa antara sesama manusia yang ada di neraka atau yang lagi disiksa mereka masing-masing saling melaknat. Inilah yang disebut dengan perang laknat.
Di dalam Al-Quran memang dikisahkan bahwa sesama orang yang berdosa dan dilaknat Allah SWT. Dan Allah SWT telah berfirman :
كُلَّما دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَها
Setiap kali masuk suatu umat, maka mereka melaknat saudaranya. (QS. Al-A’raf : 38)