Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepadamu mudarat dan tidak (pula) manfaat?” Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Prof. Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw. dan siapa saja): “Apakah kamu
menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan
mudharat kepada kamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan
Allah, Dia Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. Prof. HAMKA:Katakanlah, "Apakah kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak berkuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi kalian? Padahal Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Ayat ke-76 ini juga menjadi penegasan kenapa kita tidak boleh menyembah tuhan selain Allah, yaitu semua objek yang disembah selain Allah itu pada dasarnya tidak punya kekuatan apapun. Tidak bisa menyebabkan madharat juga tidak bisa memberikan manfaat. Jadi buat apa disembah.
Pesannya adalah cukupalh menyembah Allah SWT saja sebagai satu-satunya Tuhan. Sebab dengan menyembah Allah, maka kita bisa tercegah dari madharat yang bakalan memberikan madharat. Atau kita bisa mendapatkan manfaat yang banyak dari menjadikan Allah SWT sebagai Tuhan.
قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ
Kata qul (قُلْ) artinya : katakanlah. Ini adalah perkataan Allah SWT kepada orang-orang yang telah menyekutukan Allah SWT, yaitu orang-orang nasrani. Mereka adalah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah SWT itu adalah Al-Masih putera Maryam, atau mengatakan bahwa Allah SWT itu adalah salah satu dari tiga tuhan.
Namun ada juga yang bilang bahwa perintah qul ini adalah perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, agar berkata kepada orang-orang musyrikin yang menyembah tuhan selain Allah SWT.
Kata a-ta’buduna (أَتَعْبُدُونَ) artinya : apakah kamu menyembah. Kata min dunillah (مِنْ دُونِ اللَّهِ) artinya : dari selain Allah. Maksudnya apakah kamu menyembah tuhan-tuhan lain yang bukan Allah SWT.
مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا
Kata maa laa (مَا لَا) artinya : sesuatu yang tidak. Kata yamliku lakum (يَمْلِكُ لَكُمْ) artinya : memiliki bagi kamu. Kata dharran (ضَرًّا) artinya : membahayakan. Kata wa laa naf’an (وَلَا نَفْعًا) artinya : manfaat.
Penggalan ini menjelaskan bahwa objek apapun yang disembah selain Allah SWT itu pastinya tidak akan menyebabkan madharat dan manfaat.
Sebenarnya ini merupakan logika yang sangat menjatuhkan cara berpikir mereka kaum musyrikin. Bagaimana mungkin objek atau benda yang tidak memberikan madharat sampai disembah-sembah. Toh tidak ada bahayanya jika tidak disembah. Dan ternyata juga tidak memberi manfaat apapun kalau tidak disembah. Jadi buat apa disembah kalau tidak ada resiko baik yang sifatnya negatif atau pun positif.
وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Kata wallahu (وَاللَّهُ) artinya : dan Allah. Kata huwa (هُوَ) artinya : Dia-lah. Kata as-sami’ (السَّمِيعُ) artinya : Maha Mendengar. Kata al-‘alim (الْعَلِيمُ) artinya : Maha Mengetahui.
Ayat ini ditutup dengan penggalan yang menegaskan bahwa Allah SWT itu Tuhan yang punya dua sifat, yaitu Maha Mendengar yang sekaligus juga Maha Mengetahui.