Kemenag RI 2019: Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Siapa yang berpegang teguh pada (agama) Allah, sungguh dia telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Prof. Quraish Shihab: Bagaimana kamu menjadi kafir, padahal dibacakan (disampaikan) kepada kamu ayat-ayat Allah, dan Rasul-Nya pun berada di tengahtengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh dia telah diberi petunjuk kepada jalan lebar yang lurus.
HAMKA: Dan bagaimana kamu akan kufur, padahal telah dibacakan kepada kamu ayat-ayat Allah, dan di antara kamu ada Rasul-Nya? Dan barangsiapa yang berpegang teguh dengan Allah, maka sesungguhnya telah diberi petunjuk dia kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Takwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa; dan janganlah kamu mati melainkan di dalam keadaan Muslimin
Kemenag RI 2019: Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Prof. Quraish Shihab: Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah (yakni al-Qur’an), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu (pada masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Dia mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu karena nikmat-Nya, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang api (neraka), lalu Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.
HAMKA: Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah olehmu nikmat Allah atas kamu; seketika kamu sedang bermusuh-musuhan telah dijinakkan-Nya antara hati kamu masing-masing, sehingga dengan nikmat Allah kamu jadi bersaudara. Padahal dahulunya kamu telah di pinggir lubang neraka, tetapi kamu telah diselamatkan-Nya daripadanya. Demikianlah Allah menyatakan tanda-tanda-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019: Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. ) Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Prof. Quraish Shihab: Dan hendaklah ada di antara kamu (segolongan) umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
HAMKA: Hendaklah ada antara kamu satu golongan yang mengajak kepada kebaikan menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar. Dan mereka itu, ialah orang-orang yang beroleh kemenangan.
Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat.
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih sesudah datang keterangan-keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat besar.
HAMKA: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah berpecah-belah dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan. Dan bagi mereka itulah siksaan yang besar.
Kemenag RI 2019: (Azab itu terjadi) pada hari ketika ada wajah yang putih berseri dan ada pula wajah yang hitam kusam. Adapun orang-orang yang berwajah hitam kusam (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Oleh karena itu, rasakanlah azab yang disebabkan kekafiranmu.”
Prof. Quraish Shihab: Pada hari (yang di waktu itu) ada wajah-wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah-wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram wajah-wajah mereka, (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab disebabkan kekafiran kamu.”
HAMKA: Pada hari yang wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah (yang lain) menjadi hitam; maka adapun kepada orang-orang yang menjadi hitam muka itu dikatakan: Bukankah kamu telah kufur sesudah kamu beriman? Maka rasailah adzab, sebab kamu telah kufur itu.
Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga). Mereka kekal di dalamnya.
Prof. Quraish Shihab: Dan adapun orang-orang yang putih berseri wajah-wajah mereka, maka mereka berada dalam rahmat Allah; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Dan adapun orang-orang yang putih muka itu, maka di rahmat Allah-lah mereka itu akan kekal.
Kemenag RI 2019: Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar dan tidaklah Allah berkehendak melakukan kezaliman pada semesta alam.
Prof. Quraish Shihab: Itulah ayat-ayat Allah, Kami membacakannya (mewahyukannya) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar); dan tidaklah Allah berkehendak menganiaya (siapa pun) di seluruh alam.
HAMKA: Demikian itulah tanda-tanda dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya. Dan tidaklah Allah bermaksud zalim kepada makhluk