79. An-Naziat

Surat 78 | 46 ayat | Surat 80

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا

Kemenag RI 2019: Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras, ( QS. An-Naziat : 1)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا

Kemenag RI 2019: demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut, ( QS. An-Naziat : 2)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا

Kemenag RI 2019: demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah, ( QS. An-Naziat : 3)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا

Kemenag RI 2019: (malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat, ( QS. An-Naziat : 4)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا

Kemenag RI 2019: dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia), ) ( QS. An-Naziat : 5)
Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

Kemenag RI 2019: (kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta). ( QS. An-Naziat : 6)
Quraish Shihab:
HAMKA:

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

Kemenag RI 2019: (Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua. ( QS. An-Naziat : 7)
Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ

Kemenag RI 2019: Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut; ( QS. An-Naziat : 8)
Quraish Shihab:
HAMKA:

أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ

Kemenag RI 2019: pandangannya tertunduk. ( QS. An-Naziat : 9)
Quraish Shihab:
HAMKA:

يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ

Kemenag RI 2019: Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula? ) ( QS. An-Naziat : 10)
Quraish Shihab:
HAMKA:

أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً

Kemenag RI 2019: Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?” ( QS. An-Naziat : 11)
Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.” ( QS. An-Naziat : 12)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ

Kemenag RI 2019: (Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan. ( QS. An-Naziat : 13)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

Kemenag RI 2019: Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru). ( QS. An-Naziat : 14)
Quraish Shihab:
HAMKA:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

Kemenag RI 2019: Sudah sampaikah kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa? ( QS. An-Naziat : 15)
Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa, ( QS. An-Naziat : 16)
Quraish Shihab:
HAMKA:

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

Kemenag RI 2019: “Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas. ( QS. An-Naziat : 17)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ

Kemenag RI 2019: Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan) ( QS. An-Naziat : 18)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ

Kemenag RI 2019: dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’” ( QS. An-Naziat : 19)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ

Kemenag RI 2019: Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya. ( QS. An-Naziat : 20)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah). ( QS. An-Naziat : 21)
Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa). ( QS. An-Naziat : 22)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ

Kemenag RI 2019: Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya). ( QS. An-Naziat : 23)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

Kemenag RI 2019: Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” ( QS. An-Naziat : 24)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ

Kemenag RI 2019: Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia. ( QS. An-Naziat : 25)
Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). ( QS. An-Naziat : 26)
Quraish Shihab:
HAMKA:

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا

Kemenag RI 2019: Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? ( QS. An-Naziat : 27)
Quraish Shihab:
HAMKA:

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا

Kemenag RI 2019: Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. ( QS. An-Naziat : 28)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا

Kemenag RI 2019: Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). ( QS. An-Naziat : 29)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا

Kemenag RI 2019: Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni). ( QS. An-Naziat : 30)
Quraish Shihab:
HAMKA:

أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا

Kemenag RI 2019: Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. ( QS. An-Naziat : 31)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا

Kemenag RI 2019: Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. ( QS. An-Naziat : 32)
Quraish Shihab:
HAMKA:

مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

Kemenag RI 2019: (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu. ( QS. An-Naziat : 33)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ

Kemenag RI 2019: Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang, ( QS. An-Naziat : 34)
Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ

Kemenag RI 2019: pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya ( QS. An-Naziat : 35)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰ

Kemenag RI 2019: dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya). ( QS. An-Naziat : 36)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ

Kemenag RI 2019: Adapun orang yang melampaui batas ( QS. An-Naziat : 37)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Kemenag RI 2019: dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, ( QS. An-Naziat : 38)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

Kemenag RI 2019: sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya). ( QS. An-Naziat : 39)
Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, ( QS. An-Naziat : 40)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

Kemenag RI 2019: sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya). ( QS. An-Naziat : 41)
Quraish Shihab:
HAMKA:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?” ( QS. An-Naziat : 42)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا

Kemenag RI 2019: Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya? ( QS. An-Naziat : 43)
Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا

Kemenag RI 2019: Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya. ( QS. An-Naziat : 44)
Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا

Kemenag RI 2019: Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat). ( QS. An-Naziat : 45)
Quraish Shihab:
HAMKA:

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

Kemenag RI 2019: Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi. ( QS. An-Naziat : 46)
Quraish Shihab:
HAMKA:

79. An-Naziat

Surat 78 | 46 ayat | Surat 80
12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546