SFK > Jihad > Bagian Keempat : Jihad Era Modern

⬅️

Bab 2 : Perang Yang Manusiawi

➡️

Sejarah peperangan dan jihad dalam perjalanan umat Islam adalah sejarah perang yang unik. Salah satu sebabnya, karena perang dalam sejarah Islam sangat minim dari korban nyawa dan kerusakan, tidak seperti perang-perang yang pernah digelar oleh manusia.

Di dalam syariat Islam, meski jihad itu identik perang dan berbunuhan, namun ternyata larangan untuk membunuh di dalam jihad lebih banyak dari perintahnya. Inilah mengapa syariat perang dalam Islam menjadi sangat unik.

Dalam syariat Islam, meski pun musuh yang berstatus kafir harbi itu halal darahnya dan dalam medan laga mereka dapat membunuh umat Islam, namun syariat Islam menetapkan bahwatidak semua kafir harbi itu halal darahnya.

Ternyata aturan dan adab serta etika jihad dalam syariat Islam sangat agung dan luhur. Dan itulah yang membedakan jihad dalam syariat Islam dengan perang di luar Islam.

A. Korban Kekerasan di Luar Islam

Semua perang yang pernah terjadi di atas permukaan bumi punya tujuan sama, yaitu membunuh dan menghilangkan nyawa manusia.

Perang adalah pembunuhan dalam jumlah yang sangat besar dan dilakukan dengan sengaja oleh umat manusia. Sejarah secara jujur bercerita bahwa pada umumnya perang akan selalu menyisakan korban nyawa sia-sia.

1. Korban Perang Agama Kristen di Eropa

Dr. Said Hawwa dalam kitabnya, Al-Islam menyebutkan bahwa perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta nyawa. [1]

Filosuf Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah.

2. Korban Revolusi Bolsevic

Di Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?

3. Korban Bom Atom Amerika di Jepang

Di tahun 1945, Amerika telah menjatuhbom di Hiroshima yang merenggut nyawa 140 ribu orang. Sedangkan di Nagasaki jumlah korbannya 70 ribu jiwa. Belum terhitung mereka yang luka, sakit dan cacat seumur hidupterkena radiasi nuklirnya.

Pengeboman itu dilakukan resmi oleh pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Rosevelt, Presiden USA saat itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penemuan besar tenaga nuklir digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Yang harus darah itu Islam atau Amerika?

4. Korban Suku Indian

Jauh sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli yang menghuni dengan damai benua itu.

Namun pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal.

Apakah Islam masih mau dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?

5. Korban Rwnda

Di Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

6. Korban Perang Dunia Kedua

Di tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak 1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja pembunuhan 3, 17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi.

Dan perang itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah peradaban Islam melahirkan perang dunia?

7. Korban Pembantaian Yahudi di Palestina

Kelompok teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya, antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem.

Dan Ariel Sharon ketika menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan Shatila, selatan Lebanon tahun 1982.

Itu bukan perang tapi pembantaian. Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah, penuh kasihdan lemah lembut?

8. Korban Serbia di Bosnia

Pasukan Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun tersebut.

Dan penduduk Bosnia Herzegoviaberagama Islam, sejak zaman khilafah Turki Utsmani. Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?

B. Data Korban Perang Dalam Sirah Nabawi

Mari kita ajak mereka ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data. Coba kita tengok sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul.

Dr. Muhammad ‘Imarah pernah melakukan hitung-hitungan, ternyata dari 20-an perang besar yang pernah diikuti oleh Rasulullah SAW, korban jiwa hanya tercatat 386 orang saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan kafir.

Bayangkan, meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepanjang sejarah nabi.

Kalau Islam masih dikatakan haus darah, atau disebarkan dengan pedang, mari kita teliti lebih dalam jumlah jumlah korban tewas dalam peperangan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

1. Perang Badar

Perang Badar terjadi di tahun kedua hijriyah. Meski berlangsung sangat dahsyat dan melibatkn 1000 orang dari pihak kafir Quraisy dan 314 dari pihak umat Islam, namun setelah kita hitung ternyata jumlah korban nyawa hanya 84 orang saja.

Rinciannya, korban dari pihak orang-orang kafir sebanyak 70 orang, sedangkan korban dari pihak muslimin sebanyak 14 orang.

Selebihnya ada 70-an orang-orang kafir ditawan, lalu dibebaskan dengan syarat, yaitu tiap orang masing-masing harus bisa memberi pelajaran baca tulis kepada 10 orang umat Islam.

2. Operasi-operasi Kecil

Operasi ini ini terjadi pada tahun yang sama yaitu tahun kedua hijriyah. Operasi ini hanya memakan satu orang korban dari pihak non muslim, sedangkan korban dari pihak muslim tidak ada.

Pada tahun yang sama juga terjadi perang As-Sawiq, dan tidak ada satu pun korban kafir maupn dari pihak muslim tidak ada.

Ada operasi lain di tahun ketiga hijriyah, yang disebut operasi Ka’ab bin Asyraf. Operasi ini hanya memakan korban dari pihak kafir satu orang, sedangkan korban dari pihak muslim tidak ada.

§ Perang Hamra’ul Asad tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslimtidak ada

§ Operasi Raji’ tahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 7 orang

§ Operasi Bi’ru Ma’unahtahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim27 orang.

§ Operasi Atik 5 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslimtidak ada.

§ Perang Dzi Qird tahun6 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim-muslim orang.

3. Perang Uhud

Perang Uhud yang terjadi di tahun ketiga hijriyah sesunguhnya adalah upaya balas dendam pihak kafir Quraisy kepada umat Islam. Mereka menyiapkan 3.000 orang pasukan lengkp, sedangkan umat Islam di Madinah awalnya menyiapkan 1.000 orang, namun akibat rayuan pihak munafikin, 300 orang diantaranya melakukan desersi, sehingga jumlah real pasukan hanya 700 orang.

Inilah perang yang paling merugikan umat Islam, dimana jumlah korban di pihak muslimin mencapai 70 orang, termasuk di dalamnya ada Hamzah radhiyallahuanhu, paman Rasulullah SAW. Sedangkan di pihak orang-orang kafir juga ada korban 22 orang. Total jumlah korban hanya 92 orang saja.

4. Perang Khandaq

Perang yang terjadi di tahun kelima hijriyah ini sesungguhnya sangat dahsyat bila dilihat dari jumlah pasukan yang terlibat, angkanya sungguh fantastis, yaitu 10.000 orang pasukan yang merupakan gabungan dari berbagai pihak.

Sedangkan dari pihak muslim, Rasulullah SAW menyiapkan 3.000-an orang pasukan yang berjaga-jaga di balik parit (Khandaq) yang sebelumnya telah mereka gali sejauh kurang lebih 5 km.

Posisi umat Islam sesunguhnya sangat terjepit, namun menguntungkan. Dan parit yang mereka gali itu ternyata sangat efektif untuk menjadi benteng kota Madinah, sehingga kontak senjata langsung dapat diminimalisir.

Meski tetap saja ada pasukan musuh yang berupaya untuk menerobos, namun sudah dijaga ketat parit itu dengan para pemanah.

Sejarah mencatata inilah perang besar yang memakan korban yang sangat minimal, yaitu 3 orang dari pihak kafir dan 5 orang dari pihak muslim. Jumlah total hanya 8 orang dari 13.000 pasukan. Allah SWT mengirim angin lebat yang memporak-porandakan tenda-tenda para pengepung Madinah sehingga mereka pulang dengan tangan hampa.

5. Perang Bani Quraidhah

Perang ini disebut dengan perang Bani Quraidzhah karena yang menjadi sasarannya adalah benteng milik orang-orang yahui Bani Quriadhzah. Sesungguhnya perang ini merupakan sequel dari perang Khandaq, dimana Rasulullah SAW kemudian gantian mengepung lawan, setelah memporak-porandakan kesatuan lawan.

Yang dikepung adalah yahudi Bani Quraidhzah. Memang sering disebut bahwa korban dari pihak kafir ada 600 orang, dan korban muslim tidak ada.

Tapi sebenarnya angka ini tidak bisa dikatakan sebagai korban perang, karena 600 orang itu memang dihukum mati karena pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

6. Perang Bani Mushthaliq

Perang ini terjadi pada tahun keenam hijriyah, melibatkan umat Islam melawan orang-orang yahudi dari Bani Mushthaliq.

Tidak ada satu pun korban dari pihak non muslim, justru dari pihak umat Islam ada jatuh korban satu orang.

7. Perang Khaibar

Perang Khiabar yang terjadi di tahun ketujuh hijriyah ini hanya memakan korban 22 orang, yaitu 2 orang korban dari pihak kafir dan 20 orang dari pihak muslim.

Perang Wadilqura tahun 7 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim1 orang

8. Perang Mu’tah

tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 11 orang

9. Perang Fathu Makkah

tahun 8 Hijriyah, korban kafir 17 orang, korban muslim 3 orang

10. Perang Hunain

tahun 8 Hijriyah, korban kafir 84 orang, korban muslim 4 orang

Perang Thaif tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada orang, korban muslim13 orang

11. Perang Tabuk

tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada

Itulah data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23 tahun berdakwah, jumlahnya hanya 386 jiwa saja, sudah termasuk muslim dan kafir.

Nama Perang

Tahun

Korban kafir

Korban muslim

jumlah

1. Perang Badar

2 H

70

14

84

2. Perang Sawiq

2 H

-

2

2

3. Ba’ts Kaab bin Asyraf

2 H

1

-

1

4. Perang Uhud

3 H

22

70

92

5. Perang Hamra Al-Asad

3 H

1

-

1

6. Ba’ts Raji’

3 H

-

27

27

7. Ba’ts Bi’r Maunah

3 H

-

6

6

8. Perang Khandaq

5 H

3

-

3

9. Perang Bani Quraidzah

5 H

-

-

-

10. Ba’ts Abdullah bin Atik

5 H

1

-

1

11. Ba’ts Dzi Qard

6 H

1

2

3

12. Perang Bani Musthaliq

6 H

-

1

1

13. Perang Khaibar

7 H

2

20

22

14. Perang Wadil Qura

7 H

-

1

1

15. Perang Mu’tah

8 H

-

11

11

16. Fathu Mekkah

8 H

17

3

20

17. Perang Hunain

8 H

84

4

88

18. Perang Thaif

8 H

-

13

13

203

183

386

Itulah data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23 tahun berdakwah. Perhatikan jumlahnya yang total hanya 386 jiwa saja, sudah termasuk muslim dan kafir.

Data ini tidak bisa dipungkiri karena tertulis dengan akurat di dalam kitab-kitab sejarah. Meski Rasulullah SAW itu sering berperang, dan kadang memimpin langsung peperangan, namun dilihat dari jumlah korban jiwa, dari 18 peperangan besar dan bersejarah, ternyata jumlah korbannya tidak sampai 200 orang.

Tuduhan banyak kalangan yang anti Islam bahwa agama ini haus darah dan suka peperangan, bahkan mudah menumpahkan darah adalah tuduhan yang kurang mengenai sasaran. Sebab tuduhan itu dibangun dari asumsi dan nafsu untuk menjelekkan dan mendiskreditkan, bukan hasil dari analisa ilmiyah yang didukung dengan bukti-bukti otentik.

Dan ternyata semau tuduhan itu tidak terbukti. Mana buktinya kalau Islam itu haus darah dan memerintahkan pembunuhan?

Semua itu hanya tuduhan yang tidak jelas ujung pangkalnya, buatan orang-orang kafir yang pandai menipu. Mereka gunakan ayat Quran untuk mencari-cari alasan bahwa Islam itu haus darah, ternyata argumentasi mereka mentah, sebab di dalam tataran sejarah, tidak pernah terbukti tuduhan itu.

¨



[1] Said Hawwa, Al-Islam hal. 212