Kemenag RI 2019:Orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.” Prof. Quraish Shihab:Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut): “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah azab karena perbuatan yang telah kamu usahakan.” Prof. HAMKA:Dan berkata mereka yang terdahulu kepada yang kemudian. Maka, tidaklah ada bagi kamu kelebihan atas kami. Sebab itu, rasakanlah azab karena apa yang telah kamu usahakan.
Ungkapannya adalaha : ”Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami”.
Maka Allah SWT menegaskan bahwa masing-masing merasakan siksa akibat perbuatan mereka.
وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ
Kata wa qalat (وَقَالَتْ) artinya : dan berkata atau jika diterjemahkan sesuai konteks : dan mereka menjawab.
Kedua kelompok saling menyalahkan dan saling menuding satu sama lain demi bisa mendapatkan alasan yang meringankan dosa mereka. Caranya dengan menimpakan kesalahan mereka kepada pihak lain, setidaknya kalaupun disiksa maka disiksanya ramai-ramai, tidak hanya sendirian.
Kata uulaa-hum (أُولَاهُمْ) artinya kelompok mereka yang terdahulu. Pada penggalan sebelumnya, kelompok inilah yang dituding-tuding sebagai penyebab sesatnya kelompok lain. Sebab mereka dianggap paling paham dan paling mengerti, bahkan dihormati, diberi ruang dan dijadikan panutan. Ternyata mereka yang dijadikan ikutan malah masuk neraka juga.
Pihak yang diajak bicara adalah lawannya, sebagaimana ungkapan li-ukhra-hum (لِأُخْرَاهُمْ) berarti kelompok yang lain, yang jadi pengikut di belakang dan ikut terperosok dalam jurang kesesatan dan kekafiran.
فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ
Huruf fa (فَ) di awal kalimat berarti : maka, yang menunjukkan kesinambungan logis dari dialog sebelumnya. Jika kalian menuduh kami sebagai penyebab kesesatan kalian, maka ...
Ungkapan ma kana lakum ‘alaina (مَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا) kalau diterjemahkan kata per kata akan jadi aneh. Kata fa maa (فَمَا) artinya : maka tidak. Kata kaana (كَانَ) artinya : adalah. Kata lakum (لَكُمْ) artinya : bagi kalian atau milik kalian. Kata alaina (عَلَيْنَا) artinya : atas kami atau terhadap kami. Kata min fadhlin (مِنْ فَضْلٍ) artinya : dari kelebihan atau keistimewaan.
Padahal maksudnya sederhana sekali, yaitu : ”kamu bagi kami tidak ada istimewanya”. Atau “kalian tidak memiliki kelebihan apa pun atas kami.” Atau : “tidak ada keistimewaan bagi kalian atas kami.”Atau : “kalian tidak lebih baik dan tidak lebih berhak daripada kami.”
Intinya kalian itu bukan apa-apa. Yang mengikuti tidak lebih suci daripada yang diikuti. Sementara mereka sama-sama memilih, sama-sama membenarkan, dan sama-sama berjalan di jalan yang sama. Tidak ada dasar bagi generasi belakangan untuk menganggap diri mereka korban murni yang layak mendapatkan keringanan azab.
فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ
Kata fa dzuqu ( فَذُوقُوا) artinya : maka rasakanlah. Pilihan kata ini sangat kuat, karena azab tidak digambarkan sekadar sebagai sesuatu yang “diketahui” atau “dijatuhi”, tetapi dirasakan dan dialami secara langsung. Penderitaan itu dirasakan, bukan sekadar status hukuman.
Kata al-‘adzab (الْعَذَابَ) artinya : siksa, maksudnya siksa di dalam neraka. Ungkapan bima kuntum taksibun (بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ) artinya : ”karena perbuatan yang telah kamu lakukan”.
Kata taksibun (تَكْسِبُونَ) menunjukkan perbuatan yang dilakukan dengan sadar, berulang, dan disengaja. Ini bukan kesalahan sesaat, bukan paksaan, dan bukan sekadar ikut-ikutan tanpa pilihan. Ia adalah hasil dari proses panjang pembenaran diri dan pengulangan kesesatan.
Dengan penutup ini, Al-Qur’an menegaskan satu prinsip besar: tidak ada seorang pun yang diazab karena dosa orang lain semata. Setiap orang memanen apa yang ia tanam. Persaudaraan palsu, pembelaan ideologis, dan saling lempar kesalahan runtuh di hadapan satu kenyataan yang tak terbantahkan: setiap amal memiliki akibat, dan setiap pilihan memiliki harga.