.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 18 - JUZ 9-B

Hal. 172

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika salah satu golongan di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu ) dan agar mereka bertakwa.” (QS. 7 : 164)
Prof. Quraish Shihab: Dan ketika suatu umat (golongan) di antara mereka (Bani Israil) berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau menyiksa mereka dengan siksa yang sangat keras?” Mereka (golongan yang selalu memberi nasihat) menjawab: “Supaya kami mempunyai alasan (dan pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan Pemelihara kamu, dan supaya mereka bertakwa.”
HAMKA: Dan, (ingat pulalah) tatkala berkata suatu umat dari antara mereka, “Mengapa kamu beri pengajaran suatu kaum yang Allah telah membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan azab yang sangat?” Mereka menjawab, “Untuk melepaskan kewajiban kepada Tuhan kamu dan supaya mereka bertakwa.”

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang mencegah (orang berbuat) keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim azab yang keras karena mereka selalu berbuat fasik. (QS. 7 : 165)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ketika mereka (golongan yang diberi nasihat) melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksa yang sangat buruk, disebabkan mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Maka, tatkala mereka telah lupa apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkanlah orang-orang yang telah mencegah dari kejahatan dan Kami siksa orang-orang yang aniaya itu dengan azab yang pedih dari sebab mereka telah berbuat fasik.

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, ketika mereka bersikeras (melampaui batas) terhadap segala yang dilarang, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!” (QS. 7 : 166)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ketika mereka melampaui batas terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera-kera yang hina, lagi terkutuk!”
HAMKA: Maka tatkala mereka telah melanggar apa yang dilarang daripadanya, Kami katakanlah kepada mereka, “Jadilah kamu monyet-monyet yang hina.”

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka (Bani Israil) orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 7 : 167)
Prof. Quraish Shihab: Dan ingatlah (Nabi Muhammad saw.), ketika Tuhan Pemeliharamu memaklumkan sesungguhnya Dia pasti akan mengirim (dari satu tempat) kepada mereka (orang-orang Yahudi yang durhaka itu) sampai pada Hari Kiamat, siapa (orang-orang) yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk siksa. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu pasti sangat cepat pembalasan-Nya, dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan membangkitkan atas mereka, hingga Hari Kiamat, orang yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk azab. Sesungguhnya Tuhan engkau itu, adalah sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia itu pun adalah Pengampun lagi Penyayang.

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka di bumi ini menjadi beberapa golongan. Di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada (pula) yang tidak. Kami menguji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan agar mereka kembali (pada kebenaran). (QS. 7 : 168)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) di bumi ini (menjadi) beberapa golongan; di antara mereka ada orang-orang yang saleh dan di antara mereka ada (juga) yang tidak demikian. Dan Kami telah (dan pasti akan) menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan (juga dengan) keburukan-keburukan, supaya mereka kembali (kepada kebenaran).
HAMKA: Dan, Kami potong-potong mereka di bumi ini menjadi beberapa umat. Di antara mereka ada yang shalih dan ada (di antara mereka itu tidak demikian dan Kami coba mereka dengan berbagai kebaikan dan berbagai kejahatan, supaya mereka kembali.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah mereka, datanglah generasi (yang lebih buruk) yang mewarisi kitab suci (Taurat). Mereka mengambil harta benda (duniawi) yang rendah ini (sebagai ganti dari kebenaran). Lalu, mereka berkata, “Kami akan diampuni.” Jika nanti harta benda (duniawi) datang kepada mereka sebanyak itu, niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab suci (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, dan mereka pun telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu mengerti? (QS. 7 : 169)
Prof. Quraish Shihab: Maka, digantikanlah sesudah mereka (orang-orang Yahudi terdahulu) generasi (lain yang lebih buruk) yang mewarisi al-Kitab (Taurat); mereka (generasi yang baru itu) mengambil harta (duniawi) yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diampuni (oleh Allah swt.).” Dan jika datang kepada mereka harta serupa (itu), niscaya mereka (terus-menerus) akan mengambilnya (juga). Bukankah telah dikukuhkan (oleh Allah swt.) dari mereka perjanjian (yang kuat dalam) al-Kitab (Taurat), (yaitu) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang haq (benar), padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu berpikir?
HAMKA: Maka, menggantikanlah sesudah mereka itu suatu keturunan yang mewarisi kitab, mereka ambil benda-benda yang rendah ini dan mereka berkata, “Kita akan diampuni!” Dan jika datang (juga) kepada mereka benda seperti itu, mereka pun mengambilnya pula. Bukankah telah diambil perjanjian atas mereka dalam kitab itu bahwa mereka tidak boleh berkata atas nama Allah melainkan perkara yang benar? Sedangkan mereka pun telah membaca apa yang ada di dalamnya? Padahal negeri akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah mereka tidak mau mempergunakan akal?

وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang berpegang teguh pada kitab suci (Taurat) dan melaksanakan salat, sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang saleh. (QS. 7 : 170)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Kitab (Taurat) dan melaksanakan shalat secara sempurna, sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan perbaikan.
HAMKA: Dan, orang-orang yang berpegang teguh dengan kitab dan mereka pun mendirikan shalat, sesungguhnya Kami tidaklah akan menyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat perbaikan.
Hal. 173

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung (dari akarnya) ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Kami berfirman kepada mereka,) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu bertakwa.” (QS. 7 : 171)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami mencabut sehingga terangkat gunung (Thursina) ke atas mereka seolah-olah ia naungan (awan) dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. (Ketika itu Kami firmankan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepada kamu, dan ingatlah (amalkan selalu) apa yang terdapat di dalamnya supaya kamu bertakwa!”
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami angkatkan gunung itu di atas mereka, seakan-akan sebuah atap dan mereka telah menyangka bahwa gunung itu akan jatuh kepada mereka. “Peganglah Kitab yang telah Kami berikan kepada kamu dengan teguh dan ingatlah apa-apa yang ada padanya, supaya kamu bertakwa.”

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (QS. 7 : 172)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mengeluarkan dari anak-cucu Adam dari punggung (sulbi orang tua) mereka, keturunan mereka, dan Dia mempersaksikan mereka atas diri mereka (sendiri): “Bukankah Aku Tuhan Pemelihara kamu?” Mereka menjawab: “Betul! Kami telah menyaksikan.” (Kami lakukan yang demikian itu) supaya pada Hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.”
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau mengambil dari anak cucu Adam dari tulang-tulang punggung mereka dan Dia jadikan mereka saksi atas diri mereka sendiri. “Bukankah Aku Tuhan kamu?” Semua menjawab, “Memang kami menyaksikan.” Supaya jangan kamu berkata di Hari Kiamat, “Sesungguhnya kami lalai dari ini.”

أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

Kemenag RI 2019: atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan (Tuhan) sejak dahulu, sedangkan kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka, apakah Engkau akan menyiksa kami karena perbuatan para pelaku kebatilan?” ) (QS. 7 : 173)
Prof. Quraish Shihab: Atau (supaya) kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami telah menyekutukan (Allah swt.) sejak dahulu, sedangkan kami adalah anak-anak keturunan (yang datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan para pembuat kebatilan?”
HAMKA: Atau supaya tidak kamu katakan, “Yang musyrik itu hanyalah bapak-bapak kami yang dahulu sedang kami ini hanyalah keturunan sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami lantaran apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang berbuat salah?”

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu dan agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. 7 : 174)
Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan perintah Kami) itu, supaya mereka kembali (kepada kebenaran dan fithrah).
HAMKA: Dan, demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu, supaya mereka kembali.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka (tentang) berita orang yang telah Kami anugerahkan ayat-ayat Kami kepadanya. Kemudian, dia melepaskan diri dari (ayat-ayat) itu, lalu setan mengikutinya (dan terus menggodanya) sehingga dia termasuk orang yang sesat. (QS. 7 : 175)
Prof. Quraish Shihab: Dan (sampaikanlah wahai Nabi Muhammad saw.) kepada mereka (orang-orang musyrik), berita (tentang) orang yang telah Kami anugerahkan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri darinya (dan tidak mengamalkan pesan ayat-ayat itu), maka dia diikuti oleh setan sehingga dia termasuk orang-orang sesat.
HAMKA: Dan, bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami datangkan kepadanya ayat-ayat Kami, tetapi dia terlepas daripadanya; maka setan pun menjadikan dia pengikutnya lalu jadilah dia daripada orang-orang yang tersesat.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (QS. 7 : 176)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami meninggikan (derajat)nya dengannya (pengamalan ayat-ayat itu), tetapi dia cenderung ke dunia dan mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya adalah seperti anjing. Jika engkau menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, dan jika engkau membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah (itu) supaya mereka berpikir.
HAMKA: Dan, jika Kami kehendaki, niscaya Kami angkatkanlah dia dengan (ayat-ayat) itu. Akan tetapi, dia melekat ke bumi dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya adalah seperti anjing, yang jika engkau halaukan dia, lidahnya dijulurkannya; atau engkau biarkan dia, tetapi lidahnya dijulurkannya juga. Demikianlah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah cerita-cerita itu, supaya mereka berpikir.

سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka hanya menzalimi diri mereka sendiri. (QS. 7 : 177)
Prof. Quraish Shihab: Sangat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami (karena mereka mengabaikan tuntunan pengetahuannya, bahkan berbuat zalim), dan terhadap diri mereka (sendiri, bukan terhadap orang lain), mereka (terus-menerus) berbuat zalim.
HAMKA: Buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami itu dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat aniaya.

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk dan siapa saja yang Allah sesatkan, merekalah orang-orang yang merugi. (QS. 7 : 178)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa dianugerahi petunjuk oleh Allah (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk-Nya), maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka itulah orang yang beroleh petunjuk; dan barangsiapa yang Dia sesatkan, mereka itulah orang-orang yang rugi.
Hal. 174

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (QS. 7 : 179)
Prof. Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan untuk (isi neraka) Jahannam banyak dari jin dan manusia (karena kesesatan mereka); mereka mempunyai hati, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah swt.), dan mereka mempunyai mata, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah swt.), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk mendengar petunjuk-petunjuk Allah swt.). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami sediakan untuk neraka Jahannam beberapa banyak dari jin dan manusia. Pada mereka ada hati, (tetapi) mereka tidak mau memperhatikan dengan dia. Dan, pada mereka ada mata, (tetapi mereka tidak mau melihat dengan dia. Dan, pada mereka ada telinga, (tetapi) mereka tidak mau mendengarkan dengan dia. Itulah orang-orang yang seperti binatang ternak, bahkan mereka itu lebih sesat. Mereka itu adalah orang-orang yang lalai.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. ) Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7 : 180)
Prof. Quraish Shihab: Dan (hanya) milik Allah al-Asma al-Husna (nama-nama Allah swt. yang terbaik dan sempurna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut salah satu dari al-Asma’ al-Husna) itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut) nama-nama-Nya (atau menyandangkan sesuatu yang tidak layak bagi Zat Allah Yang Maha Agung), kelak mereka dibalas (disebabkan oleh) apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, bagi Allah-lah nama-nama yang baik; sebab itu serulah akan Dia dengan nama-nama itu dan biarkanlah orang-orang yang tidak percaya kepada nama-nama-Nya itu. Mereka akan diganjari atas apa-apa yang telah mereka kerjakan.

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. (QS. 7 : 181)
Prof. Quraish Shihab: Dan di antara siapa yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka (selalu) berlaku adil.
HAMKA: Dan, di antara yang telah Kami jadikan itu, ada umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan dia mereka berlaku adil.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. ) (QS. 7 : 182)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, kelak Kami menarik mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.
HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami lalaikan langkahan mereka dari jurusan yang mereka sendiri tidak tahu.

وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh. (QS. 7 : 183)
Prof. Quraish Shihab: Dan Aku menangguhkan (siksa) bagi mereka (dengan menganugerahkan kenikmatan yang menjadikan mereka lupa daratan). Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.
HAMKA: Dan, Aku ulur waktu untuk mereka; sesungguhnya pembalasan-Ku sangat teguh.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا ۗ مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad) tidak gila sedikit pun? Dia hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas. (QS. 7 : 184)
Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka (yang mendustakan ayat-ayat Allah swt. dan ditangguhkan siksa atas mereka itu) lengah dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad saw.) tidak mempunyai sedikit pun kegilaan. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan, lagi pemberi penjelasan.
HAMKA: Apakah mereka tidak mau memikirkan; tidaklah teman mereka itu seorang dari yang gila. Lain tidak dia itu hanyalah seorang pemberi ancaman yang nyata.

أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang Allah ciptakan dan kemungkinan telah makin dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu, berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai? (QS. 7 : 185)
Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan apa yang diciptakan Allah dari segala sesuatu, dan bahwa boleh jadi telah semakin dekat ajal mereka? Maka, kepada berita manakah (lagi) sesudahnya yang mereka akan percaya?
HAMKA: Apakah mereka tidak memandang kepada kerajaan semua langit dan bumi, dan apa-apa yang telah dijadikan Allah dari sesuatu dan bahwa boleh jadi telah dekat ajal mereka? Maka kepada perkataan yang manakah lagi sesudah itu, mereka hendak percaya.

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah sesatkan, tidak ada yang mampu memberinya petunjuk dan Dia akan membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. ) (QS. 7 : 186)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa yang Allah menyesatkannya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka baginya tidak ada lagi pemberi petunjuk. Dan Dia membiarkan mereka berrombang-ambing dalam kesesatan mereka.
HAMKA: Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidaklah ada baginya pemberi petunjuk; dan Dia akan membiarkan mereka dalam kesesatan itu, jadi kebingungan.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. 7 : 187)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Kiamat: “Kapankah terjadinya?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat hanya pada sisi Tuhan Pemeliharaku, tidak ada yang dapat menjelaskannya. Kiamat itu sangat berat bagi makhluk yang ada di langit dan di bumi, dan tidak akan datang kepada kalian kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya seolah-olah engkau mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan rentang waktu Kiamat hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau perihal Sa‘ah, bilakah datangnya. Katakanlah, “Pengetahuan tentangnya adalah di sisi Tuhanku. Tidak ada yang bisa menampakkannya pada waktunya melainkan Dia. Beratlah urusan itu di langit dan di bumi. Dia tidak akan datang kepada kamu, kecuali dengan tiba-tiba.” Mereka akan, bertanya kepada engkau seolah-olah engkau lebih dekat perihal itu. Katakanlah, “Namun ilmunya hanyalah di sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidaklah mengetahui.”
Hal. 175

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.” (QS. 7 : 188)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak memunyai sedikit pun kekuasaan untuk mendatangkan bagi diriku manfaat dan tidak pula menolak mudharat, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan jika seandainya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku memperbanyak kebajikan dan aku tidak akan disentuh keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa kabar gembira bagi kaum yang beriman.”
HAMKA: Katakanlah, “Tidaklah aku kuasa mendatangkan manfaat atas diriku sendiri dan tidak pula menolak bahaya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Dan, kalau adalah aku mengetahui yang ghaib, niscaya telah aku kumpulkan harta yang banyak-banyak dan tentulah tidak akan menimpa aku sesuatu kesusahan. Tidaklah aku ini melainkan pemberi ancaman dan warta gembira bagi kamu yang beriman.”

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menjadikan pasangannya agar dia cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Kemudian, setelah ia mencampurinya, dia (istrinya) mengandung dengan ringan. Maka, ia pun melewatinya dengan mudah. Kemudian, ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) memohon kepada Allah, Tuhan mereka, “Sungguh, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” ) (QS. 7 : 189)
Prof. Quraish Shihab: Dialah Yang menciptakan kamu (keturunan Nabi Adam as.) dari diri yang satu dan darinya Dia menjadikan pasangannya, supaya dia merasa tenang (dan cenderung) kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, dia mengandung kandungan yang ringan, dan itu berlangsung (dalam keadaan ringan) dengannya beberapa waktu lamanya. Lalu ketika dia merasa berat, keduanya bermohon kepada Allah, Tuhan Pemelihara mereka berdua: “Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu! Jika Engkau menganugerahi kami (anak) yang sempurna, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Dialah yang telah menciptakan kamu daripada diri yang satu, dan Dia jadikan daripadanya istrinya, supaya dia merasa tenang dengan dia. Maka, tatkala dia telah mencampurinya, mengandunglah dia satu kandungan yang ringan lalu dia terus dengan dia. Maka, tatkala telah berat, berdoalah keduanya kepada Allah, “Sesungguhnya jika Engkau anugerahi kami anak laki-laki yang baik, akan jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah ) dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 7 : 190)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ketika Allah menganugerahi keduanya (pasangan itu, anak) yang sempurna, maka keduanya menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu (yang mereka anggap sebagai pemberi anugerah) terhadap apa (anak) yang telah dianugerahkan Allah kepada keduanya (yakni, mereka tidak bersyukur). Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sekutukan.
HAMKA: Maka, tatkala Dia telah memberikan kepada keduanya putra yang baik, mereka adakanlah bagi-Nya sekutu-sekutu dalam hal apa yang telah Dia berikan itu. Mahasucilah Allah dari apa yang mereka persekutukan itu.

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, padahal ia (berhala) sendiri diciptakan? (QS. 7 : 191)
Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka menyekutukan apa yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, sedangkan mereka (sekutu-sekutu itu) diciptakan oleh manusia?
HAMKA: Apakah mereka persekutukan apa-apa yang tidak menjadikan sesuatu padahal merekalah yang dijadikan?

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: (Berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada mereka (para penyembahnya) dan (bahkan) kepada dirinya sendiri pun ia tidak dapat memberi pertolongan. (QS. 7 : 192)
Prof. Quraish Shihab: Dan mereka (sekutu-sekutu itu) tidak mampu memberi mereka (para penyembahnya) pertolongan, dan kepada diri mereka sendiri pun mereka tidak dapat menolong.
HAMKA: Dan, tidaklah mereka sanggup menolong mereka dan diri mereka sendiri pun tidak bisa mereka tolong?

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (berhala-berhala itu) untuk memberi petunjuk kepadamu, mereka tidak akan memenuhi seruanmu. Sama saja (hasilnya) buatmu, apakah kamu menyeru mereka atau berdiam diri. (QS. 7 : 193)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, tidaklah mereka mengikuti kamu, sama saja bagi kamu apakah kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.
HAMKA: Dan, jika kamu ajak mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau menuruti kamu. Sama saja atas kamu, apakah kamu ajak mereka atau pun kamu berdiam diri.

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) seperti kamu. Maka, serulah mereka, lalu biarlah mereka memenuhi seruanmu, jika kamu orang yang benar. (QS. 7 : 194)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah para hamba yang serupa kamu. Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan (permohonan) untuk kamu, jika kamu orang-orang yang benar.
HAMKA: Sesungguhnya yang kamu seru selain dari Allah itu adalah hamba-hamba seperti kamu juga. Maka, (cobalah) kamu seru mereka supaya memperkenankan permohonan kamu, jika adalah kamu orang-orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, ) mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku dan jangan kamu tunda lagi. (QS. 7 : 195)
Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka mempunyai kaki yang dengannya mereka berjalan, atau tangan yang dengannya mereka memegang dengan keras, atau mata yang dengannya mereka melihat, atau telinga yang dengannya mereka mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Panggillah sekutu-sekutu kamu, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku dengan segera tanpa memberi tangguh kepadaku.”
HAMKA: Apakah ada pada mereka kaki yang mereka berjalan dengan dia? Atau adakah pada mereka tangan yang mereka meninjun dengan dia? Atau adakah bagi mereka mata yang mereka melihat dengan dia? Atau adakah bagi mereka telinga yang mereka mendengar dengan dia? Katakanlah, “Serulah sekutu-sekutu kamu itu, kemudian itu cobakanlah tipu dayamu kepada-Ku maka cobalah, jangan Aku diberi tempo.”
Hal. 176

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh. (QS. 7 : 196)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Wali-ku (Pelindung, Pembela, dan Penolongku) adalah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) dan Dia menjadi Wali orang-orang saleh.
HAMKA: Sesungguhnya pelindungku ialah Allah, yang telah menurunkan kitab dan Dialah yang melindungi orang-orang yang shalih.

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: Berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. (QS. 7 : 197)
Prof. Quraish Shihab: Dan yang kamu seru selain Dia tidaklah mereka mampu menolong kamu, bahkan terhadap diri mereka sendiri pun, mereka tidak dapat menolongnya.
HAMKA: Dan, mereka yang kamu seru selain dari Dia, tidaklah mereka sanggup menolong kamu dan tidak pula menolong diri mereka sendiri.

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Kamu mengira mereka memperhatikanmu, padahal mereka tidak melihat.” (QS. 7 : 198)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika kamu (para penyembah berhala) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, mereka tidak mendengar. Dan engkau melihat mereka (sekutu-sekutu) memandang kepadamu, padahal mereka tidak melihat.
HAMKA: Dan, jika kamu seru mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau mendengarkan dan engkau lihatlah mereka itu memandang kepada engkau, padahal mereka tidaklah melihat.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Kemenag RI 2019: Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh. (QS. 7 : 199)
Prof. Quraish Shihab: Jadilah pemaaf dan suruhlah (orang mengerjakan) yang maruf, serta berpalinglah dari orang-orang jahil.
HAMKA: Ambillah cara memaafkan dan suruhlah berbuat yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. ) Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 7 : 200)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila engkau benar-benar dibisikkan (dirayu dengan halus) oleh setan dengan satu bisikan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan, jika mengenai kepada engkau suatu gangguan dari setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Mendengar lagi Mengetahui.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (QS. 7 : 201)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka disentuh godaan dari setan, mereka mengingat (Allah swt.), maka seketika itu juga mereka melihat (dan menyadari kesalahannya).
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila menyentuh akan mereka suatu gangguan dari setan; mereka pun (segera) ingat lalu mereka pun melihat.

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (QS. 7 : 202)
Prof. Quraish Shihab: Dan teman-teman mereka (para pendurhaka) membantu mereka dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya menyesatkan.
HAMKA: Dan, kawan-kawan mereka menolong mereka di dalam kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti.

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) tidak membacakan satu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. 7 : 203)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak membawakan suatu ayat kepada mereka (seperti apa yang mereka inginkan), mereka berkata: “Mengapa engkau tidak memilihnya (dari apa yang kami usulkan, atau membuat al-Qur’an yang lain)?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhan Pemeliharaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
HAMKA: Dan, apabila tidak engkau bawakan kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau pilihkan dia?” Katakanlah, “Yang aku turuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku daripada Tuhanku. Ini adalah beberapa pandangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati. (QS. 7 : 204)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (ayat-ayat) al-Qur’an, maka dengarkanlah ia dengan tekun, diperhatikanlah dengan tenang supaya kamu mendapat rahmat.
HAMKA: Dan, apabila dibacakan orang Al-Qur’an maka dengarkanlah dia dan berdiam dirilah. Moga-moga kamu mendapat rahmat.

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (QS. 7 : 205)
Prof. Quraish Shihab: Dan seburlah (dan ingatlah nama) Tuhan Pemeliharamu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengetamkan (mengabaikan) hati di waktu pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lengah.
HAMKA: Dan, sebutlah Tuhan engkau di dalam hatimu dengan merendah diri dan takut; dan tidak dengan kata-kata yang keras, pada pagi hari dan petang; dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya dan mereka menyucikan-Nya. Hanya kepada-Nya mereka bersujud. ) (QS. 7 : 206)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para malaikat) yang ada di sisi Tuhan Pemeliharamu tidaklah menyombongkan diri (dalam hal menyembah-Nya) dan mereka bertasbih kepada-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.
HAMKA: Sesungguhnya mereka yang berada di sisi Tuhan engkau, tidaklah mereka menyombong daripada ibadah kepada-Nya; dan mereka pun mengucapkan kesucian atas-Nya; dan kepada-Nyalah mereka bersujud.
Hal. 177

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” (QS. 8 : 1)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang (pembagian) harta rampasan perang (yang diperoleh tanpa melalui peperangan). Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah (hubungan) di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang mukmin."
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau tentang rampasan perang. Katakanlah, "Rampasan perang adalah untuk Allah dan Rasul-Nya maka takwalah kepada dan perbaikilah keadaan di antara kamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; jika me-mang kamu orang-orang yang beriman.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, ) gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, (QS. 8 : 2)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka dan kepada Tuhan Pemelihara mereka, mereka berserah diri.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah orang-orang yang apabila disebut nama Allah takutlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bartambahlah bagi mereka keimanan dan kepada Tuhan merekalah, mereka itu bertawakal.

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. 8 : 3)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan, dan menafkahkan sebagian (rezeki) yang Kami anugerahkan kepada mereka.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan dari apa yang dikaruniakan kepada mereka, mereka belanjakan.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia. (QS. 8 : 4)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang mukmin yang haq (sebenarnya, lagi mantap imannya). Bagi mereka derajat-derajat (yang tinggi) di sisi Tuhan Pemelihara mereka, dan ampunan serta rezeki yang mulia.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang beriman yang sebenarnya; bagi mereka beberapa derajat di sisi Tuhan mereka dan ampunan dan karunia yang mulia.

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

Kemenag RI 2019: (Peristiwa itu) ) sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan (berdasar) kebenaran meskipun sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman, itu tidak menyukainya. (QS. 8 : 5)
Prof. Quraish Shihab: Sebagaimana (keadaanmu dahulu ketika) engkau (Nabi Muhammad saw.) dikeluarkan oleh Tuhan Pemeliharamu dari rumahmu (untuk berperang di Badar) dengan cara yang haq (benar), padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang mukmin benar-benar tidak senang (untuk keluar menghadapi musuh).
HAMKA: Sebagaimana Tuhan engkau telah menge-luarkan engkau dari rumah engkau dengan ke-benaran, padahal sesungguhnya segolongan dari orang-orang yang beriman tidak suka.

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad) tentang kebenaran (Perang Badar) setelah nyata (bahwa mereka pasti menang) seakan-akan mereka dihalau pada kematian dan melihat (sebab kematian itu). (QS. 8 : 6)
Prof. Quraish Shihab: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad saw.) tentang kebenaran (yakni keharusan keluar kota menghadapi musuh) sesudah ia (menjadi jelas) seakan-akan mereka dihalau menuju kematian sedang mereka melihat (bahwa kematian benar-benar dekat).
HAMKA: Mereka membantah engkau tentang kebe-naran itu sesudah dia nyata, seakan-akan mereka diseret kepada maut; sedang mereka melihat.
Hal. 178

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan ) (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya (QS. 8 : 7)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) menjadi milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan (senjata) yang untuk kamu, dan Allah menghendaki untuk menetapkan yang haq (kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam) dengan kalimat-kalimat-Nya, dan memusnahkan orang-orang kafir hingga ke akar-akarnya.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Allah menjanjikan kepada kamu salah satu dari dua golongan, bahwa dia itu adalah untuk kamu;, tetapi kamu ingin supaya yang tidak bersenjata itu untuk kamu. Dan, Allah berkehendak membuktikan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya dan me-mutus akar-akar kaum yang kafir.

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya). (QS. 8 : 8)
Prof. Quraish Shihab: Supaya Allah menetapkan yang haq (kebenaran sempurna, yakni agama Islam) dan membatalkan yang batil (salah dan sesat), walaupun para pendurhaka tidak menyukai (ketetapan Allah swt. itu).
HAMKA: Supaya Dia tetapkan kebenaran dan Dia hapuskan kebatilan walaupun tidak suka orang-orang yang berdosa itu.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. 8 : 9)
Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika kamu (Nabi Muhammad saw.) memohon pertolongan kepada Tuhan Pemeliharamu, lalu Allah mengabulkan permohonanmu (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala kamu memohon per tolongan kepada Tuhan kamu, lalu Dia perkenan-kan bagi kamu, (seraya kata-Nya), "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu dari malaikat yang beriring-iring.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 8 : 10)
Prof. Quraish Shihab: Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira (bagi kamu) dan agar hatimu merasa tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah menjadikan bantuan itu, melainkan sebagai berita gembira dan supaya tenteramlah dengan dia hati kamu; dan tidaklah ada kemenangan melainkan dari sisi Allah; se sungguhnya Allah adalah Mahagagah lagi Bijak sana.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. (QS. 8 : 11)
Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika rasa kantuk meliputi kamu sebagai suatu penenteraman dari Allah, dan Dia menurunkan air dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya dan menghilangkan darimu gangguan setan (berupa kekhawatiran), serta untuk menguatkan hatimu dan meneguhkan dengan air itu telapak kakimu (agar tidak goyah).
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Dia jadikan kamu mengantuk sebagai keamanan daripada-Nya dan Dia turunkan atas kamu air dari langit, untuk membersihkan kamu dan menghabiskan dari kamu kekotoran setan dan supaya Dia perkuat hati kamu dan Dia teguhkan dengan dia pendirian kamu.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka, tebaslah bagian atas leher mereka dan potonglah tiap-tiap ujung jari mereka. ) (QS. 8 : 12)
Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Tuhan engkau mewahyu kan kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku adalah beserta kamu. Oleh sebab itu tetapkanlah hati orang-orang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kafir. Maka, pancunglah di atas kuduk dan pukullah daripada mereka tiap-tiap ujung jari mereka."

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. 8 : 13)
Prof. Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Yang demikian ialah karena mereka telah melanggar Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa yang melanggar Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya.

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu). Maka, rasakanlah hukuman itu, dan (di hari Kiamat) sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada azab neraka. (QS. 8 : 14)
Prof. Quraish Shihab: Itulah (siksa duniawi yang dijatuhkan atas kamu, hai para pembangkang), maka rasakanlah! Dan sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
HAMKA: Begitulah maka rasakanlah olehmu itu; dan sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir adalah siksaan neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). (QS. 8 : 15)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang siap berperang (menyerbu kamu), maka janganlah kamu membelakangi mereka.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang,orang yang kafr itu dalam suatu penyerbuan, janganlah kamu memalingkan punggung dari mereka.

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 8 : 16)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa membelakangi mereka (yakni mundur karena takut) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (menerapkan siasat) peperangan atau menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh dia kembali dengan kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah (neraka) Jahanam. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Dan, barangsiapa yang memalingkan pung gung dari antara mereka di hari Itu, kecuali ka-rena hendak mengatur siasat perang atau karena hendak menggabungkan diri dengan suatu rombongan maka sesungguhnya dia telah kermbal dengan kemurkaan dari Allah dan tempat mereka adalah dalam neraka Jahannam. Dan, itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Hal. 179

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. ) Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 8 : 17)
Prof. Quraish Shihab: Maka (sebenarnya) bukan kamu (kaum Muslim) yang membunuh mereka, tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau (Nabi Muhammad saw.) yang melempar (batu atau pasir kecil) ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. Dia (melakukan hal itu untuk) membinasakan kaum musyrik dan menganugerahkan kepada orang-orang mukmin dari sisi-Nya anugerah yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Maka, bukanlah kamu yang mermbunuh mereka, tetapiAllahlahyang membunuhmereka. Dan bukanlah engkau yang melempar tatkala engkau melempar, melainkan Allahlah yang melempar,; karena Dia hendak memberikepada orangsorang yang berimansuatu pemberian yang balk. Sesungguhnya Allah adalah Maha Men dengar lagi Mengetahui.

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (adalah kemenangan yang besar) dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. (QS. 8 : 18)
Prof. Quraish Shihab: Demikianlah (karunia Allah swt. kepada kamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
HAMKA: Begitulah! Dan sesungguhnya Allah me-lemahkantijpu daya orangyorang yang kafr.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (kaum kafir) meminta putusan (tentang pihak mana yang benar), sungguh putusan itu telah datang kepadamu (kemenangan kaum muslim pada Perang Badar). Jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), itulah yang lebih baik bagimu. Jika kamu kembali (melakukan kezaliman serupa), niscaya Kami akan kembali (mengalahkan kamu). Pasukanmu sedikit pun tidak akan dapat menolak bahaya darimu biarpun (banyak jumlahnya). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman. (QS. 8 : 19)
Prof. Quraish Shihab: Jika kamu (kaum kafir) memohon putusan (perihal siapa yang benar), maka sungguh telah datang kepadamu putusan itu (kemenangan kaum Muslim di perang Badar); dan jika kamu berhenti (melakukan hal yang tidak diridai Allah swt.), maka itulah yang baik bagimu; dan jika kamu kembali (melakukan kejahatan serupa), pasti Kami kembali (mengalahkan kamu); dan kelompok kamu sekali-kali tidak akan mencukupi (untuk membela) kamu sedikit pun, walaupun (kelompok kamu) banyak, dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang mukmin.
HAMKA: Jika kamu meminta kemenangan maka sesungguhnya telah datang kepada kamu ke-menangan itu. Namun, ika kamu mau berhenti maka itulah yang lebih baik bagi kamu. Akan tetapi, kalau kamu kembali lagi, Kami pun akan kembali. Dan, sekalikali tidaklah akan berfaedah bag' kamu golongan kamu itu sedikit pun, walau pun dia banyak. Dan, bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang beriman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya). (QS. 8 : 20)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Taatilah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari (tuntunan-tuntunan)-Nya, sedangkan kamu mendengar (tuntunan-tuntunan itu).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan janganlah kamu berpaling daripadanya padahal kamu mendengar.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik dan musyrik) yang berkata, “Kami mendengarkan.” Padahal, mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya). (QS. 8 : 21)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik atau musyrik) yang berkata: “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya).
HAMKA: Dan, janganlah kamu jadi seperti orang.orang yang berkata, "Kami telah mendengar, "Padahal, tidaklah mereka mendengar.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang bergerak di atas bumi dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mau mendengar dan tidak mau mengatakan kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti. (QS. 8 : 22)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk-makhluk melata (termasuk manusia) di sisi Allah (ialah) yang tuli (sehingga tidak dapat mendengar tuntunan), bisu (sehingga tidak dapat bertanya) dan yang tidak berakal (tidak dapat berpikir dan mengerti apa-apa).
HAMKA: Sesungguhnya sejahatjahat makhluk yang merayap disisi Allah ialah orang-orang yang pekak, tuli, bisu, dan yang tidak mempergunakan akal.

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar. ) Seandainya Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling dan memang memalingkan diri. (QS. 8 : 23)
Prof. Quraish Shihab: Jika seandainya Allah mengetahui pada diri mereka ada (kesiapan untuk menerima dan mengamalkan) kebaikan, pastilah Allah menjadikan mereka mendengar (sehingga memperoleh hidayah). Dan jika seandainya Allah menjadikan mereka mendengar, pastilah mereka pasti meninggalkan (apa yang mereka dengar itu) sedang mereka dalam keadaan berpaling (dari kebenaran).
HAMKA: Dan, jilka Allah telah membuktikan pada mereka ada kebaikkan, niscaya Allah akan mem buat mereka mendengar. Dan, kalau Allah telah membuat mereka mendengar, mereka akan berpaling pula padahal mereka menjauhkan diri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! ) Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya ) dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (QS. 8 : 24)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah (seruan) Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw.), apabila dia (Nabi Muhammad saw.) menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu, dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara seseorang dan hatinya (yakni menguasai seluruh jiwa dan raga manusia), dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Sam butlah panggilan Allah dan RasulNya apabila kamutelahdipanggilNyakepadaapayangmeng-hidupkan kamu. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah akan menghalangi di antara seseorang dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya jualah kamu semua akan dikumpulkan.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya. (QS. 8 : 25)
Prof. Quraish Shihab: Dan peliharalah dirimu dari siksa yang sekali-kali tidak menimpa secara khusus orang-orang yang zalim di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Dan, jauhilah olehmu suatu fitnah yang tidak akan menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu saja. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah amatlah pedih siksaan-Nya.
Hal. 180

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah ketika kamu (umat Islam) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah). (Saat itu) kamu takut bahwa orang-orang akan menculikmu, lalu Dia memberimu tempat menetap (Madinah), menjadikanmu kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberimu rezeki yang baik agar kamu bersyukur. (QS. 8 : 26)
Prof. Quraish Shihab: Dan ingatlah (kaum Muslim), ketika kamu (masih berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi, kamu takut orang-orang menculik kamu (satu per satu), maka Dia menganugerahkan kepada kamu tempat menetap dan menjadikan kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan menganugerahkan kepada kamu rezeki yang baik-baik supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Dan ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit dan ditindas orang di bumi, takut akan diperkucilkan orang; maka Dia telah melindungi kamu dan menyokong kamu dengan per-tolongan-Nya dan dikaruniai-Nya kamu dengan sebagian yang baik-baik, supaya kamu ber-terima kasih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. (QS. 8 : 27)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan (juga jangan mengkhianati) Rasul (Nabi Muhammad saw., tetapi perkenankanlah seruannya) dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kamu (oleh siapa pun), sedangkan kamu mengetahui.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu khianati Allah dan Rasul dan kamu khianati pula amanat-amanat kamu padahal kamu mengetahui.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. (QS. 8 : 28)
Prof. Quraish Shihab: Dan ketahuilah bahwa harta kamu dan anak-anak kamu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat besar.
HAMKA: Dan, ketahuilah olehmu, sesungguhnya harta benda kamu dan anak-anak kamu hanyalah fitnah (ujian) dan bahwasanya Allah itu di sisinyalah pahala yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu, menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)-mu. Allah memiliki karunia yang besar. (QS. 8 : 29)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, pasti Dia akan menganugerahkan kepada kamu furqan (pembeda antara yang benar dan salah) dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu serta mengampuni kamu. Dan Allah adalah Pemilik karunia yang sangat besar.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Jika kamu Nya untuk kamu suatu pembeda dan akan Dia hapuskan daripada kamu kesalahan-kesalahan kamu dan akan Dia ampuni bagi kamu. Dan, Allah adalah mempunyai karunia yang besar.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika orang-orang yang kufur merencanakan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad) untuk menahan, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. 8 : 30)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad saw.) untuk menahanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu (dari Makkah). Mereka memikirkan untuk melakukan tipu daya, dan Allah (pun) melakukan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala telah mengatur tipu daya orangs-orang kafir itu terhadap engkau, buat menawan engkau atau membunuh engkau atau mengeluarkan engkau. Dan, mereka mengatur tipu daya, sedang Allah pun mengatur tipu daya dan Allah itu adalah sepandaipandai pengatur tipu daya.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Sungguh, kami telah mendengar (yang seperti ini). Jika kami menghendaki, niscaya kami dapat mengucapkan yang seperti ini juga. (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.” (QS. 8 : 31)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (disampaikan) kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sungguh, kami telah mendengar(nya). Jika seandainya kami menghendaki, tentu kami dapat mengucapkan yang seperti ini. Ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Dan, apabila dibacakan kepada mereka itu ayat-ayat Kami, mereka berkata: sungguh telah kami dengar, Kalau kami mau, kami pun dapat mengatakan yang serupa ini. Ini tidak lain hanya lah dongeng dongeng orang orang purbakala. membaca Al-Qur'an dari balik dinding.

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih.” (QS. 8 : 32)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika mereka berkata: “Ya Allah, jika (al-Qur’an) ini adalah benar-benar dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu-batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksa yang pedih.”
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala mereka berkata, "Ya Tuhan!Jika inilah dia kebenaran itu dari sisi Engkau maka hujankanlah ke atas kami batu batu dari langit atau datangkanlah kepada kami siksaan yang pedih."

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Kemenag RI 2019: Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan. (QS. 8 : 33)
Prof. Quraish Shihab: Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad saw.) berada di antara mereka. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan mereka memohon ampun.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah akan menyiksa mereka, selama engkau ada pada mereka; dan tidaklah Allah menyiksa mereka, padahal mereka memohon ampunan.
Hal. 181

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa Allah tidak mengazab mereka, sedangkan mereka menghalang-halangi (orang) untuk (beribadah di) Masjidilharam? Mereka bukanlah orang-orang yang berhak menjadi pengurusnya. Orang yang berhak menjadi pengurusnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 8 : 34)
Prof. Quraish Shihab: Mengapa Allah tidak menyiksa mereka, sedangkan mereka (wajar untuk disiksa, karena mereka) menghalang-halangi (ibadah dan pengamatan) kepada Masjidil Haram, padahal mereka bukanlah para walinya (pemeliharanya). Sesungguhnya para wali-nya tidak lain kecuali orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Dan, mengapa mereka tidak (patut) disiksa oleh Allah, padahal mereka menghambat orang dari Masjidil Haram, sedang mereka bukanlah pe.ngurusnya. Tidaklah ada penguasa-penguasanya, melainkan orang-orang yang bertakwa. Akan tetapl, kebanyakan mereka tidaklah mengetahui.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Kemenag RI 2019: Salat mereka di sekitar Baitullah tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka, rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur. (QS. 8 : 35)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidaklah shalat mereka di dekat Baitullah, kecuali hanya siulan dan tepuk tangan. Maka, (kelak ketika azab telah jatuh, dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azab disebabkan kamu terus-menerus melakukan kekufuran!”
HAMKA: Dan, tidaklah ada shalat mereka di sisi rumah suci itu melainkan bersiulsiul dan bertepuk tangan, Maka, rasakanlah olehmu adzab, akibat dari kekufuruan kamu itu,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian (hal itu) menjadi (sebab) penyesalan yang besar bagi mereka. Akhirnya, mereka akan dikalahkan. Ke (neraka) Jahanamlah orang-orang yang kufur itu akan dikumpulkan (QS. 8 : 36)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Maka, mereka akan menafkahkannya, lalu (apa yang mereka lakukan itu) menjadi (sebab) penyesalan besar bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke (neraka) Jahanam orang-orang yang kafir akan dikumpulkan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkah harta benda mereka untuk meng hambat orang daripada jalan Allah. Maka, me reka akan membelanjakan harta itu. Akan tetapi kemudian dia akan menjadi penyesalan atas me-reka. Kemudian itu mereka akan dikalahkan. Dan, orang orang yang kafir itu kepada Jahannamlah mereka akan dikumpulkan.

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu Dia menumpukkan semuanya. Kemudian, Dia menjadikannya ke dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. 8 : 37)
Prof. Quraish Shihab: Supaya (dengan penjelasan itu) Allah membedakan yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan manusia) yang buruk sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, maka dijadikan-Nya (semua tumpukan itu) dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Karena Allah hendak menyisihkan yang buruk dari yang baik. Dan, akan Dia jadikan yang buruk itu setengahnya atas yang setengah, lalu Dia tumpukkan sekaliannya, kemudian Dia masukkan ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang.orang yang rugi.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (aturan Allah untuk menjatuhkan sanksi atas) orang-orang terdahulu.” (QS. 8 : 38)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang yang kafir: “Jika mereka berhenti (dari kekufuran dan memeluk Islam), pasti Allah akan mengampuni mereka (atas) dosa-dosa yang sudah telah lalu; dan jika mereka kembali (melakukan dosa serupa), maka (Allah swt. akan menjatuhkan sanksi atas mereka) sebagaimana telah dijatuhkan sanksi atas orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Katakanlah kepada orang orang yang kafritu, "Jika mereka mau berhenti akan diampunilah bagi mereka apa yang telah berlalu. Jika mereka ka kembali lagi maka sungguh telah berlalu contohorang orang yang terdahulu”.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (penganiayaan atau syirik) dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekufuran), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. 8 : 39)
Prof. Quraish Shihab: Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan supaya agama (ketaatan) seluruhnya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan jadilah agama seluruhnya untuk Allah. Maka, ika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang mereka kerjakan itu adalah melihat.

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Kemenag RI 2019: Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. (QS. 8 : 40)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah Pelindung kamu. (Dia-lah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
HAMKA: Dan, jika mereka berpaling maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah pelindungmu, semula mulia pelindung, semulia mulia penolong.