.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 37 - JUZ 19-A

Hal. 362

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh, mereka benar-benar telah menyombongkan diri dan melampaui batas (kezaliman) yang sangat besar. (QS. 25 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلَائِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) hari (ketika) mereka melihat para malaikat. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi para pendosa dan mereka (para malaikat) berkata, “Sungguh terlarang bagi kamu (kabar gembira).” ) (QS. 25 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Kemenag RI 2019: Kami perlihatkan segala amal ) yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (QS. 25 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

Kemenag RI 2019: Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. (QS. 25 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنْزِيلًا

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkan (secara) bergelombang. (QS. 25 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَٰنِ ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا

Kemenag RI 2019: Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Yang Maha Pengasih. Itu adalah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir. (QS. 25 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) hari (ketika) orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, “Oh, seandainya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul. (QS. 25 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan ) sebagai teman setia. (QS. 25 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika telah datang kepadaku. Setan itu adalah (makhluk) yang sangat enggan menolong manusia.” (QS. 25 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Kemenag RI 2019: Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.” (QS. 25 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari para pendosa. Cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. (QS. 25 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, ) agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar). (QS. 25 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 363

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا

Kemenag RI 2019: Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik. (QS. 25 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang dikumpulkan ke (neraka) Jahanam dengan diseret wajahnya itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (QS. 25 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَا مَعَهُ أَخَاهُ هَارُونَ وَزِيرًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa dan menjadikan Harun saudaranya untuk menyertai dia sebagai wazir (pembantu). (QS. 25 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقُلْنَا اذْهَبَا إِلَى الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَدَمَّرْنَاهُمْ تَدْمِيرًا

Kemenag RI 2019: Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu, Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya. (QS. 25 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَوْمَ نُوحٍ لَمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ أَغْرَقْنَاهُمْ وَجَعَلْنَاهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: (Kami telah membinasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami menenggelamkan mereka dan menjadikan (kisahnya) sebagai pelajaran bagi manusia. Kami telah menyediakan untuk orang-orang zalim azab yang sangat pedih. (QS. 25 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًا

Kemenag RI 2019: (Kami telah membinasakan) kaum ‘Ad, Samud, penduduk Rass, ) dan banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu. (QS. 25 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْأَمْثَالَ ۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا

Kemenag RI 2019: Masing-masing telah Kami berikan kepadanya perumpamaan-perumpamaan (nasib umat terdahulu) dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya. (QS. 25 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِ ۚ أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَهَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ نُشُورًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, mereka (kaum musyrik Makkah) benar-benar telah melalui negeri (Sodom) yang (dahulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan, mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan adanya kebangkitan. (QS. 25 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا رَأَوْكَ إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي بَعَثَ اللَّهُ رَسُولًا

Kemenag RI 2019: Apabila melihat engkau (Nabi Muhammad), mereka tidak menjadikan engkau selain sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul? (QS. 25 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya hampir saja dia (Nabi Muhammad) menyesatkan kita dari sesembahan kita seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)-nya.” Kelak mereka akan mengetahui pada saat melihat azab, siapa gerangan yang paling sesat jalannya. (QS. 25 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: Sudahkah engkau (Nabi Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? (QS. 25 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 364

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya. (QS. 25 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu? Bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang? Sekiranya berkehendak, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap. Kemudian, Kami jadikan matahari sebagai petunjuk tentangnya (bayang-bayang itu). (QS. 25 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ قَبَضْنَاهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami menariknya (bayang-bayang itu) ke (arah yang) Kami (kehendaki) sedikit demi sedikit. ) (QS. 25 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Kemenag RI 2019: Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha. (QS. 25 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Kemenag RI 2019: Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Kami turunkan dari langit air yang sangat suci. (QS. 25 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا

Kemenag RI 2019: Agar dengannya (air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus) dan memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak. (QS. 25 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَاهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah mempergilirkannya (hujan itu) di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat). (QS. 25 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا

Kemenag RI 2019: Sekiranya berkehendak, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri. (QS. 25 : 51)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Maka, janganlah engkau taati orang-orang kafir dan berjihadlah menghadapi mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) jihad yang besar. (QS. 25 : 52)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا

Kemenag RI 2019: Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. (QS. 25 : 53)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Kemenag RI 2019: Dialah (pula) yang menciptakan manusia dari air (mani). Lalu, Dia menjadikannya (manusia itu mempunyai) keturunan dan mu??harah (persemendaan). ) Tuhanmu adalah Maha Kuasa. (QS. 25 : 54)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ ۗ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِ ظَهِيرًا

Kemenag RI 2019: Mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberikan manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada mereka. Orang kafir adalah penolong (bagi setan dalam berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (QS. 25 : 55)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 365

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Kemenag RI 2019: Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (QS. 25 : 56)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu (dalam menyampaikan risalah itu), kecuali (mengharapkan agar) orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (QS. 25 : 57)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Hidup yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya. (QS. 25 : 58)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: (Allah) yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ?Arasy. ) (Dialah) Yang Maha Pengasih. Tanyakanlah (wahai Nabi Muhammad) tentang Dia (Allah) kepada Yang Maha Mengetahui (Allah). (QS. 25 : 59)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih.” Mereka menjawab, “Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami bersujud kepada (Allah) yang engkau (Nabi Muhammad) perintahkan kepada kami?” (Perintah) itu menambah mereka makin lari (dari kebenaran). (QS. 25 : 60)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا

Kemenag RI 2019: Maha memberkahi (Allah) yang menjadikan gugusan bintang di langit serta padanya pelita (matahari) dan bulan yang bercahaya. (QS. 25 : 61)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Kemenag RI 2019: Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur. (QS. 25 : 62)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Kemenag RI 2019: Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.” (QS. 25 : 63)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. (QS. 25 : 64)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.” (QS. 25 : 65)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk. (QS. 25 : 66)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya. (QS. 25 : 67)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 366

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa. (QS. 25 : 68)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

Kemenag RI 2019: Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat dan dia kekal dengan azab itu dalam kehinaan. (QS. 25 : 69)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 25 : 70)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang bertobat dan beramal saleh sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenarnya. (QS. 25 : 71)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya. (QS. 25 : 72)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (QS. 25 : 73)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Kemenag RI 2019: Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. 25 : 74)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

Kemenag RI 2019: Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka serta di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam. (QS. 25 : 75)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Kemenag RI 2019: Mereka kekal di dalamnya. (Surga) itu sebaik-baik tempat menetap dan kediaman. (QS. 25 : 76)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkanmu kalau tidak karena ibadahmu. Padahal, sungguh kamu telah mendustakan-Nya? Oleh karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu).” (QS. 25 : 77)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 367

طسم

Kemenag RI 2019: Tha' Siin Miim (QS. 26 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ

Kemenag RI 2019: Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas. (QS. 26 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman. (QS. 26 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ

Kemenag RI 2019: Jika berkehendak, niscaya Kami turunkan bukti (mukjizat) kepada mereka dari langit sehingga tengkuk mereka selalu tunduk kepadanya. (QS. 26 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur’an) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, kecuali mereka selalu berpaling darinya. (QS. 26 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur’an). Maka, kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 26 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis (tanaman) yang tumbuh baik? (QS. 26 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (QS. 26 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS. 26 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu. (QS. 26 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?” (QS. 26 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku. (QS. 26 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ

Kemenag RI 2019: Dadaku terasa sempit dan lidahku kelu. Maka, utuslah Harun (bersamaku). ) (QS. 26 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ

Kemenag RI 2019: Aku berdosa terhadap mereka. ) Maka, aku takut mereka akan membunuhku.” (QS. 26 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Tidak (mereka tidak akan dapat membunuhmu). Maka, pergilah berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat). Sesungguhnya Kami menyertaimu mendengarkan (apa yang mereka katakan). (QS. 26 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, datanglah berdua kepada Fir‘aun dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhan semesta alam. (QS. 26 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami (menuju Baitulmaqdis).’” (QS. 26 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih bayi dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. ) (QS. 26 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan berupa) perbuatan yang telah engkau lakukan (membunuh seseorang dari kaumku) dan engkau termasuk orang yang ingkar (terhadap kebaikan dan ketuhananku).” (QS. 26 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 368

قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya. Kalau begitu, saat itu aku termasuk orang-orang yang sesat. (QS. 26 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, aku lari darimu karena takut kepadamu. Lalu, Tuhanku menganugerahkan kepadaku hukum (ilmu dan kearifan) dan menjadikanku salah seorang rasul. (QS. 26 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Itulah kenikmatan yang engkau berikan kepadaku, (sedangkan) engkau memperbudak Bani Israil.” (QS. 26 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Fir‘aun berkata, “Siapa Tuhan semesta alam itu?” (QS. 26 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) menjawab, “Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin.” (QS. 26 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Tidakkah kamu mendengar (apa yang dikatakannya)?” (QS. 26 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” (QS. 26 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepadamu benar-benar gila.” (QS. 26 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat serta segala yang ada di antaranya jika kamu mengerti.” (QS. 26 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selainku, niscaya aku benar-benar akan menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjarakan.” (QS. 26 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku mendatangkan kepadamu sesuatu (bukti) yang jelas?” (QS. 26 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Datangkanlah (bukti yang jelas) itu jika engkau termasuk orang-orang yang benar!” (QS. 26 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata. (QS. 26 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya). (QS. 26 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekitarnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini benar-benar seorang penyihir yang sangat pandai. (QS. 26 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

Kemenag RI 2019: Dia hendak mengeluarkanmu dari negerimu dengan sihirnya. Maka, apa yang kamu sarankan?” (QS. 26 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya serta utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (penyihir). (QS. 26 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Mereka akan mendatangkan kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.” (QS. 26 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ

Kemenag RI 2019: Maka, dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan. (QS. 26 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ

Kemenag RI 2019: Lalu, diumumkan kepada orang banyak, “Apakah kamu semua sudah berkumpul? (QS. 26 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 369

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ

Kemenag RI 2019: (Tujuannya) supaya kita mengikuti para penyihir itu jika mereka jadi para pemenang.” (QS. 26 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan memperoleh imbalan besar jika kami yang menjadi pemenang?” (QS. 26 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti akan menjadi orang-orang yang dekat (kepadaku).” (QS. 26 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ

Kemenag RI 2019: Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!” (QS. 26 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ

Kemenag RI 2019: Lalu, mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar sebagai pemenang.” (QS. 26 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkatnya yang sudah menjadi ular) menelan segala yang mereka ada-adakan itu. ) (QS. 26 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, tersungkurlah para penyihir itu (dalam keadaan) bersujud. (QS. 26 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (QS. 26 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.” (QS. 26 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu sekalian beriman kepadanya (Musa) sebelum aku mengizinkanmu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka, kamu tentu akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti kupotong tangan dan kakimu secara bersilang dan benar-benar akan kusalib kamu semua.” (QS. 26 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menjawab, “Tidak ada yang kami takutkan. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (QS. 26 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin.” (QS. 26 : 51)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti.” (QS. 26 : 52)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya). (QS. 26 : 53)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ

Kemenag RI 2019: (Fir‘aun berkata,) “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanyalah sekelompok kecil. (QS. 26 : 54)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka telah membuat kita marah. (QS. 26 : 55)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kita semua benar-benar harus selalu waspada.” (QS. 26 : 56)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Kemenag RI 2019: Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari (negeri mereka yang mempunyai) taman, mata air, (QS. 26 : 57)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

Kemenag RI 2019: harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus. ) (QS. 26 : 58)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah, dan Kami wariskan semuanya kepada Bani Israil. ) (QS. 26 : 59)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, (Fir‘aun dan bala tentaranya dapat) menyusul mereka pada waktu matahari terbit. (QS. 26 : 60)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 370

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Kemenag RI 2019: Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” (QS. 26 : 61)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.” (QS. 26 : 62)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. (QS. 26 : 63)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ

Kemenag RI 2019: Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain. ) (QS. 26 : 64)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya. (QS. 26 : 65)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain. (QS. 26 : 66)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (QS. 26 : 67)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS. 26 : 68)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah kepada mereka berita Ibrahim. (QS. 26 : 69)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ

Kemenag RI 2019: Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapak dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah?” (QS. 26 : 70)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan senantiasa tekun menyembahnya.” (QS. 26 : 71)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)? (QS. 26 : 72)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ

Kemenag RI 2019: Atau, (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mudarat kepadamu?” (QS. 26 : 73)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.” (QS. 26 : 74)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah? (QS. 26 : 75)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ

Kemenag RI 2019: Kamu dan nenek moyangmu terdahulu? (QS. 26 : 76)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka itu adalah musuhku, lain halnya Tuhan pemelihara semesta alam. (QS. 26 : 77)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ

Kemenag RI 2019: (Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku. (QS. 26 : 78)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ

Kemenag RI 2019: Dia (pula) yang memberiku makan dan minum. (QS. 26 : 79)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Kemenag RI 2019: Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku. (QS. 26 : 80)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

Kemenag RI 2019: (Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali). (QS. 26 : 81)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Kemenag RI 2019: (Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.” (QS. 26 : 82)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: (Ibrahim berdoa,) “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh. (QS. 26 : 83)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 371

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

Kemenag RI 2019: Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian. (QS. 26 : 84)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

Kemenag RI 2019: Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. (QS. 26 : 85)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ

Kemenag RI 2019: Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat. (QS. 26 : 86)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (QS. 26 : 87)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. (QS. 26 : 88)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. 26 : 89)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. (QS. 26 : 90)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

Kemenag RI 2019: (Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat. (QS. 26 : 91)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ

Kemenag RI 2019: Dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang selalu kamu sembah (QS. 26 : 92)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ

Kemenag RI 2019: selain Allah? Dapatkah mereka menolongmu atau menolong dirinya sendiri?” (QS. 26 : 93)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (sesembahan itu) dijungkirbalikkan di dalamnya (neraka) bersama orang-orang yang sesat. (QS. 26 : 94)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: (Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan). (QS. 26 : 95)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka), (QS. 26 : 96)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: “Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. 26 : 97)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam. (QS. 26 : 98)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada yang menyesatkan kami, kecuali para pendosa. (QS. 26 : 99)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada pemberi syafaat (penolong) untuk kami. (QS. 26 : 100)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ

Kemenag RI 2019: Tidak pula ada teman akrab. (QS. 26 : 101)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Seandainya dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.” (QS. 26 : 102)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (QS. 26 : 103)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS. 26 : 104)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (QS. 26 : 105)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? (QS. 26 : 106)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu. (QS. 26 : 107)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Kemenag RI 2019: Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. 26 : 108)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 : 109)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Kemenag RI 2019: Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS. 26 : 110)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?” (QS. 26 : 111)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA: