.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 57 - JUZ 29-A

Hal. 562

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Maha Berkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, (QS. 67 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Kemenag RI 2019: yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 67 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

Kemenag RI 2019: (Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela? (QS. 67 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

Kemenag RI 2019: Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya). (QS. 67 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala). (QS. 67 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 67 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

Kemenag RI 2019: Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara. (QS. 67 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

Kemenag RI 2019: (Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, “Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?” (QS. 67 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ

Kemenag RI 2019: Mereka menjawab, “Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.’” (Para malaikat berkata,) “Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar.” (QS. 67 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Kemenag RI 2019: Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).” (QS. 67 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

Kemenag RI 2019: Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala) itu. (QS. 67 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. 67 : 12)
Prof. Quraish Shihab:

????? ????????? ?????????? ???????? ??????????? ????? ??????????? ???????? ???????


HAMKA:
Hal. 563

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. 67 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Kemenag RI 2019: Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS. 67 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. 67 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

Kemenag RI 2019: Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang? (QS. 67 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

Kemenag RI 2019: Atau, sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku. (QS. 67 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku! (QS. 67 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (QS. 67 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

Kemenag RI 2019: Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu. (QS. 67 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

Kemenag RI 2019: Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran). (QS. 67 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (QS. 67 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS. 67 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. 67 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?” (QS. 67 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.” (QS. 67 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 564

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

Kemenag RI 2019: Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).” (QS. 67 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?” (QS. 67 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Zat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 67 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?” (QS. 67 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

Kemenag RI 2019: Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, (QS. 68 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

Kemenag RI 2019: berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila. (QS. 68 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus. (QS. 68 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. 68 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, (QS. 68 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بِأَيْيِكُمُ الْمَفْتُونُ

Kemenag RI 2019: siapa di antara kamu yang gila? (QS. 68 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk. (QS. 68 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). (QS. 68 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak. Maka, mereka bersikap lunak (pula). (QS. 68 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ

Kemenag RI 2019: Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, (QS. 68 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Kemenag RI 2019: suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong), (QS. 68 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

Kemenag RI 2019: merintangi segala yang baik, melampaui batas dan banyak dosa, (QS. 68 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

Kemenag RI 2019: bertabiat kasar, dan selain itu juga terkenal kejahatannya, (QS. 68 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ

Kemenag RI 2019: karena dia kaya dan mempunyai banyak anak. (QS. 68 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongengan orang-orang terdahulu.” (QS. 68 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 565

سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ

Kemenag RI 2019: Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya. (QS. 68 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari, (QS. 68 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا يَسْتَثْنُونَ

Kemenag RI 2019: tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, “Insyaallah”). (QS. 68 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ

Kemenag RI 2019: Lalu, kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. (QS. 68 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ

Kemenag RI 2019: Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita. (QS. 68 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, mereka saling memanggil pada pagi hari, (QS. 68 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ

Kemenag RI 2019: “Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.” (QS. 68 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik, (QS. 68 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ

Kemenag RI 2019: “Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.” (QS. 68 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ

Kemenag RI 2019: Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu). (QS. 68 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ

Kemenag RI 2019: Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat. (QS. 68 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

Kemenag RI 2019: Bahkan, kita tidak memperoleh apa pun.” (QS. 68 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

Kemenag RI 2019: Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?” (QS. 68 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. 68 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka saling berhadapan dengan saling mencela. (QS. 68 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas. (QS. 68 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ

Kemenag RI 2019: Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.” (QS. 68 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui. (QS. 68 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. (QS. 68 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)? (QS. 68 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil putusan? (QS. 68 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari? (QS. 68 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di dalamnya kamu dapat memilih apa saja yang kamu sukai. (QS. 68 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat, (yakni) bahwa kamu dapat mengambil putusan (sekehendakmu)? (QS. 68 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

سَلْهُمْ أَيُّهُمْ بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tanyakanlah kepada mereka (kaum musyrik) siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (putusan yang diambil itu). (QS. 68 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu, hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang benar. (QS. 68 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan (yakni huru-hara di hari Kiamat) dan mereka diseru untuk bersujud. Namun, mereka tidak mampu. (QS. 68 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 566

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka enggan). (QS. 68 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Biarkan Aku bersama orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. (QS. 68 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh. (QS. 68 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ

Kemenag RI 2019: Ataukah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani utang? (QS. 68 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

Kemenag RI 2019: Ataukah mereka mengetahui yang gaib lalu mereka menuliskannya? (QS. 68 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ

Kemenag RI 2019: Oleh karena itu, bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah seperti orang yang berada dalam (perut) ikan (Yunus) ketika dia berdoa dengan hati sedih. (QS. 68 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ

Kemenag RI 2019: Seandainya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. (QS. 68 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Tuhannya lalu memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang saleh. (QS. 68 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.” (QS. 68 : 51)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Al-Qur’an) itu tidak lain kecuali peringatan bagi seluruh alam. (QS. 68 : 52)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الْحَاقَّةُ

Kemenag RI 2019: Al-Haaqqah (hari Kiamat yang pasti datang). (QS. 69 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا الْحَاقَّةُ

Kemenag RI 2019: Apakah al-??qqah itu? (QS. 69 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ

Kemenag RI 2019: Tahukah kamu apakah al-??qqah itu? (QS. 69 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

Kemenag RI 2019: (Kaum) Samud dan ‘Ad telah mendustakan al-Q?ri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan hati). (QS. 69 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

Kemenag RI 2019: Adapun (kaum) Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras, (QS. 69 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

Kemenag RI 2019: sedangkan (kaum) ‘Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. (QS. 69 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

Kemenag RI 2019: Dia menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. Maka, kamu melihat kaum (‘Ad) pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah (lapuk) bagian dalamnya. (QS. 69 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

Kemenag RI 2019: Adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (QS. 69 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 567

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ

Kemenag RI 2019: Begitu juga, Fir?aun dan orang-orang yang sebelumnya serta (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan datang dengan membawa kesalahan yang besar. (QS. 69 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً

Kemenag RI 2019: Mereka mendurhakai utusan Tuhannya, lalu Dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. (QS. 69 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang)-mu ke dalam (bahtera) yang berlayar (QS. 69 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ

Kemenag RI 2019: agar Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. 69 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ

Kemenag RI 2019: Apabila sangkakala ditiup dengan sekali tiupan (QS. 69 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً

Kemenag RI 2019: dan bumi serta gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan dengan sekali benturan, (QS. 69 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

Kemenag RI 2019: pada hari itu terjadilah kiamat. (QS. 69 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

Kemenag RI 2019: Langit juga terbelah karena pada hari itu ia rapuh. (QS. 69 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

Kemenag RI 2019: Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ?Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka. (QS. 69 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

Kemenag RI 2019: Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu). Tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi. (QS. 69 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

Kemenag RI 2019: Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, dia berkata (kepada orang-orang di sekelilingnya), “Ambillah (dan) bacalah kitabku (ini)! (QS. 69 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (saat di dunia) aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan diriku.” (QS. 69 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

Kemenag RI 2019: Maka, ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan (QS. 69 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

Kemenag RI 2019: dalam surga yang tinggi (QS. 69 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

Kemenag RI 2019: yang buah-buahannya dekat. (QS. 69 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan amal yang kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS. 69 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

Kemenag RI 2019: Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kirinya berkata, “Seandainya saja aku tidak diberi catatan amalku (QS. 69 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

Kemenag RI 2019: dan tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. (QS. 69 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

Kemenag RI 2019: Seandainya saja ia (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. (QS. 69 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ

Kemenag RI 2019: Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. (QS. 69 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

Kemenag RI 2019: Kekuasaanku telah hilang dariku.” (QS. 69 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

Kemenag RI 2019: (Allah berfirman,) “Tangkap dia lalu belenggu tangannya ke lehernya. (QS. 69 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

Kemenag RI 2019: Kemudian, masukkan dia ke dalam (neraka) Jahim. (QS. 69 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

Kemenag RI 2019: Kemudian, belit dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. (QS. 69 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung. (QS. 69 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Kemenag RI 2019: Dia juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (QS. 69 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 568

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, pada hari ini tidak ada seorang pun teman setia baginya di sini (neraka). (QS. 69 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

Kemenag RI 2019: Tidak ada makanan (baginya), kecuali dari darah dan nanah. (QS. 69 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada yang memakannya, kecuali para pendosa.” (QS. 69 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat (QS. 69 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: dan demi apa yang tidak kamu lihat, (QS. 69 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Kemenag RI 2019: sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. (QS. 69 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Ia (Al-Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman (kepadanya). (QS. 69 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: (Al-Qur’an) bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (darinya). (QS. 69 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Al-Qur’an itu) diturunkan dari Tuhan semesta alam. (QS. 69 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

Kemenag RI 2019: Sekiranya dia (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian saja perkataan atas (nama) Kami, (QS. 69 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

Kemenag RI 2019: niscaya Kami benar-benar menyiksanya dengan penuh kekuatan. (QS. 69 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami benar-benar memotong urat nadinya. (QS. 69 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) darinya (pemotongan urat nadi itu). (QS. 69 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) (QS. 69 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada para pendusta. (QS. 69 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ia (pendustaan terhadap Al-Qur’an) benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). (QS. 69 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) adalah kebenaran yang meyakinkan. (QS. 69 : 51)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung. (QS. 69 : 52)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Kemenag RI 2019: Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi (QS. 70 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِلْكَافِرِينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ

Kemenag RI 2019: bagi orang-orang kafir. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya (azab) (QS. 70 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ

Kemenag RI 2019: dari Allah, Pemilik tempat-tempat (untuk) naik. (QS. 70 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Kemenag RI 2019: Para malaikat dan R?? (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. ) (QS. 70 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Kemenag RI 2019: Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang baik. (QS. 70 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan itu) jauh (mustahil terjadi), (QS. 70 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَنَرَاهُ قَرِيبًا

Kemenag RI 2019: sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (QS. 70 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ

Kemenag RI 2019: (Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak, (QS. 70 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ

Kemenag RI 2019: gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan), (QS. 70 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

Kemenag RI 2019: dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya, (QS. 70 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 569

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ

Kemenag RI 2019: (padahal) mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, (QS. 70 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ

Kemenag RI 2019: istrinya, saudaranya, (QS. 70 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ

Kemenag RI 2019: keluarga yang melindunginya (di dunia), (QS. 70 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ

Kemenag RI 2019: dan seluruh orang di bumi. Kemudian, (dia mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. (QS. 70 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia (neraka) itu adalah api yang bergejolak (QS. 70 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

نَزَّاعَةً لِلشَّوَىٰ

Kemenag RI 2019: yang mengelupaskan kulit kepala, (QS. 70 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ

Kemenag RI 2019: yang memanggil orang yang berpaling dan menjauh (dari agama), (QS. 70 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ

Kemenag RI 2019: serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya. ) (QS. 70 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir. (QS. 70 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

Kemenag RI 2019: Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. (QS. 70 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Kemenag RI 2019: Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir, (QS. 70 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا الْمُصَلِّينَ

Kemenag RI 2019: kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, (QS. 70 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

Kemenag RI 2019: yang selalu setia mengerjakan salatnya, (QS. 70 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ

Kemenag RI 2019: yang di dalam hartanya ada bagian tertentu (QS. 70 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Kemenag RI 2019: untuk orang (miskin) yang meminta-minta dan orang (miskin) yang menahan diri dari meminta-minta, (QS. 70 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

Kemenag RI 2019: yang memercayai hari Pembalasan, (QS. 70 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

Kemenag RI 2019: dan yang takut terhadap azab Tuhannya. (QS. 70 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya tidak ada orang yang merasa aman dari azab Tuhan mereka. (QS. 70 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

Kemenag RI 2019: (Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya, (QS. 70 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Kemenag RI 2019: kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. ) Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya). (QS. 70 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. 70 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Kemenag RI 2019: (Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka, (QS. 70 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

Kemenag RI 2019: yang memberikan kesaksiannya (secara benar), (QS. 70 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Kemenag RI 2019: dan yang memelihara salatnya. (QS. 70 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka itu (berada) di surga lagi dimuliakan. (QS. 70 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

Kemenag RI 2019: Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu (Nabi Muhammad) (QS. 70 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ

Kemenag RI 2019: dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok? ) (QS. 70 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

Kemenag RI 2019: Apakah setiap orang dari mereka (orang-orang kafir itu) ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan? (QS. 70 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani). ) (QS. 70 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 570

فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, Aku bersumpah dengan Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa (QS. 70 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Kemenag RI 2019: untuk mengganti (mereka) dengan (kaum) yang lebih baik daripada mereka. Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan. (QS. 70 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main (di dunia) sampai mereka menjumpai hari yang dijanjikan kepada mereka, (QS. 70 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seperti ketika mereka pergi dengan segera menuju berhala-berhala (sewaktu di dunia). (QS. 70 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Kemenag RI 2019: Pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. (QS. 70 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang azab yang pedih kepadanya!” (QS. 71 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku ini adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu, (QS. 71 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

Kemenag RI 2019: (yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku, (QS. 71 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ ۖ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkanmu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda. Seandainya kamu mengetahui(-nya).” (QS. 71 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا

Kemenag RI 2019: Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, (QS. 71 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا

Kemenag RI 2019: tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, melainkan mereka (makin) lari (dari kebenaran). (QS. 71 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya). Mereka pun tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (QS. 71 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

Kemenag RI 2019: Kemudian, sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan. ) (QS. 71 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

Kemenag RI 2019: Lalu, aku menyeru mereka secara terbuka dan diam-diam. ) (QS. 71 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Kemenag RI 2019: Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (QS. 71 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 571

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Kemenag RI 2019: (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, (QS. 71 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Kemenag RI 2019: memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. 71 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

Kemenag RI 2019: Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? (QS. 71 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

Kemenag RI 2019: Padahal, sungguh, Dia telah menciptakanmu dalam beberapa tahapan (penciptaan). ) (QS. 71 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? (QS. 71 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

Kemenag RI 2019: Di sana Dia menjadikan bulan bercahaya dan matahari sebagai pelita (yang cemerlang). (QS. 71 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا

Kemenag RI 2019: Allah benar-benar menciptakanmu dari tanah. (QS. 71 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia akan mengembalikanmu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkanmu (pada hari Kiamat) dengan pasti. (QS. 71 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا

Kemenag RI 2019: Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan (QS. 71 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

Kemenag RI 2019: agar kamu dapat pergi dengan leluasa di jalan-jalan yang luas. (QS. 71 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا

Kemenag RI 2019: Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku dan mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya. (QS. 71 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا

Kemenag RI 2019: Mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar. (QS. 71 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhanmu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan Wadd, Suw?‘, Yag??, Ya‘?q, dan Nasr.’ ) (QS. 71 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan.” (QS. 71 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا

Kemenag RI 2019: Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka. Mereka tidak mendapat penolong selain Allah. (QS. 71 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا

Kemenag RI 2019: Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (QS. 71 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu. Mereka pun hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (QS. 71 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Kemenag RI 2019: Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.” (QS. 71 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA: