.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 58 - JUZ 29-B

Hal. 572

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an yang kubaca).” Lalu, mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan, (QS. 72 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Kemenag RI 2019: yang memberi petunjuk pada kebenaran, sehingga kami pun beriman padanya dan tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami. (QS. 72 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّهُ تَعَالَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak. (QS. 72 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah. (QS. 72 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.” (QS. 72 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat. (QS. 72 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka (jin) mengira sebagaimana kamu (orang musyrik Makkah) mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat). (QS. 72 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

Kemenag RI 2019: (Jin berkata lagi,) “Sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit. Maka, kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. (QS. 72 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami (jin) dahulu selalu menduduki beberapa tempat (di langit) untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Akan tetapi, sekarang ) siapa yang (mencoba) mencuri dengar pasti akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. 72 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki terhadap siapa yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan terhadap mereka. (QS. 72 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS. 72 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعْجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami yakin bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya. (QS. 72 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ketika mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami pun beriman kepadanya. Maka, siapa yang beriman kepada Tuhannya tidak (perlu) takut akan pengurangan (pahala amalnya) dan tidak (takut pula) akan kesulitan (akibat penambahan dosa). (QS. 72 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 573

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di antara kami ada yang muslim dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang (memeluk) Islam telah memilih jalan yang benar. (QS. 72 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

Kemenag RI 2019: Adapun para penyimpang dari kebenaran menjadi bahan bakar (neraka) Jahanam.” (QS. 72 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang banyak (rezeki yang cukup). (QS. 72 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا

Kemenag RI 2019: Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat. (QS. 72 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka, janganlah menyembah apa pun bersamaan dengan (menyembah) Allah. (QS. 72 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ketika hamba Allah (Nabi Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya. (QS. 72 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun.” (QS. 72 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak mampu (menolak) mudarat dan tidak (pula mampu mendatangkan) kebaikan kepadamu.” (QS. 72 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain-Nya. (QS. 72 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا بَلَاغًا مِنَ اللَّهِ وَرِسَالَاتِهِ ۚ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

Kemenag RI 2019: (Yang aku mampu lakukan) hanyalah menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya akan mendapat (azab) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. 72 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا

Kemenag RI 2019: Dengan demikian, apabila melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya. (QS. 72 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengetahui apakah (azab) yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau Tuhanku menjadikan waktunya masih lama.” (QS. 72 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا

Kemenag RI 2019: Dia mengetahui yang gaib. Lalu, Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada siapa pun, (QS. 72 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

Kemenag RI 2019: kecuali kepada rasul yang diridai-Nya. Sesungguhnya Dia menempatkan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya. (QS. 72 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا

Kemenag RI 2019: (Yang demikian itu) agar Dia mengetahui bahwa (rasul-rasul itu) benar-benar telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka. Dia menghitung segala sesuatu satu per satu. (QS. 72 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 574

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

Kemenag RI 2019: Wahai orang yang berkelumun (Nabi Muhammad), (QS. 73 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, ) (QS. 73 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: (yaitu) seperduanya, kurang sedikit dari itu, (QS. 73 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Kemenag RI 2019: atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS. 73 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. (QS. 73 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya. (QS. 73 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada siang hari engkau memiliki kesibukan yang panjang. (QS. 73 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Kemenag RI 2019: Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati. (QS. 73 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: (Allah) adalah Tuhan timur dan barat. Tidak ada tuhan selain Dia. Maka, jadikanlah Dia sebagai pelindung. (QS. 73 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

Kemenag RI 2019: Bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik. (QS. 73 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap para pendusta yang memiliki segala kenikmatan hidup dan berilah mereka penangguhan sementara. (QS. 73 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا وَجَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat), (neraka) Jahim, (QS. 73 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih. (QS. 73 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras dan gunung-gunung itu menjadi seperti onggokan pasir yang tercurah. (QS. 73 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul (Nabi Muhammad) kepadamu sebagai saksi atasmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada Fir‘aun. (QS. 73 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Namun, Fir‘aun mendurhakai rasul itu sehingga Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. (QS. 73 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Kemenag RI 2019: Lalu, bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu (dari azab) hari yang menjadikan anak-anak beruban jika kamu tetap kufur? (QS. 73 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ ۚ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا

Kemenag RI 2019: Langit terbelah padanya (hari itu). Janji-Nya pasti terlaksana. (QS. 73 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ini adalah peringatan. Siapa yang berkehendak niscaya mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya. (QS. 73 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 575

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Nabi Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menghitungnya (secara terperinci waktu-waktu tersebut sehingga menyulitkanmu dalam melaksanakan salat malam). Maka, Dia kembali (memberi keringanan) kepadamu. Oleh karena itu, bacalah (ayat) Al-Qur’an yang mudah (bagimu). Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah serta yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) darinya (Al-Qur’an). Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 73 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

Kemenag RI 2019: Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad), (QS. 74 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قُمْ فَأَنْذِرْ

Kemenag RI 2019: bangunlah, lalu berilah peringatan! (QS. 74 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

Kemenag RI 2019: Tuhanmu, agungkanlah! (QS. 74 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Kemenag RI 2019: Pakaianmu, bersihkanlah! (QS. 74 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

Kemenag RI 2019: Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah! (QS. 74 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

Kemenag RI 2019: Janganlah memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak! (QS. 74 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Kemenag RI 2019: Karena Tuhanmu, bersabarlah! (QS. 74 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ

Kemenag RI 2019: Apabila sangkakala ditiup, (QS. 74 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

Kemenag RI 2019: hari itulah hari yang sulit, (QS. 74 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

Kemenag RI 2019: (yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir. (QS. 74 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا

Kemenag RI 2019: Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian. ) (QS. 74 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا

Kemenag RI 2019: Aku beri dia kekayaan yang berlimpah, (QS. 74 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَبَنِينَ شُهُودًا

Kemenag RI 2019: anak-anak yang selalu bersamanya, (QS. 74 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا

Kemenag RI 2019: dan Aku beri dia kelapangan (hidup) seluas-luasnya. (QS. 74 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya. (QS. 74 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an). (QS. 74 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا

Kemenag RI 2019: Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan. (QS. 74 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 576

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya). (QS. 74 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Kemenag RI 2019: Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan? (QS. 74 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan? (QS. 74 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ نَظَرَ

Kemenag RI 2019: Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an). (QS. 74 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an). (QS. 74 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. (QS. 74 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ

Kemenag RI 2019: Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu). (QS. 74 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

Kemenag RI 2019: Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.” (QS. 74 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

Kemenag RI 2019: Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (QS. 74 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ

Kemenag RI 2019: Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? (QS. 74 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ

Kemenag RI 2019: (Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan). (QS. 74 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

Kemenag RI 2019: (Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia. (QS. 74 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

Kemenag RI 2019: Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (QS. 74 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ

Kemenag RI 2019: Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia. (QS. 74 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا وَالْقَمَرِ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! ) Demi bulan, (QS. 74 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ

Kemenag RI 2019: demi malam ketika telah berlalu, (QS. 74 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ

Kemenag RI 2019: dan demi subuh apabila mulai terang, (QS. 74 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ

Kemenag RI 2019: sesungguhnya ia (neraka Saqar itu) benar-benar salah satu (bencana) yang sangat besar, (QS. 74 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

نَذِيرًا لِلْبَشَرِ

Kemenag RI 2019: sebagai peringatan bagi manusia, (QS. 74 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju (meraih kebajikan) atau mundur (dengan berbuat maksiat). (QS. 74 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

Kemenag RI 2019: Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan, (QS. 74 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ

Kemenag RI 2019: kecuali golongan kanan, (QS. 74 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ

Kemenag RI 2019: berada di dalam surga yang mereka saling bertanya (QS. 74 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَنِ الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: tentang (keadaan) para pendurhaka, (QS. 74 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ

Kemenag RI 2019: “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” (QS. 74 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

Kemenag RI 2019: Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat (QS. 74 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

Kemenag RI 2019: dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin. (QS. 74 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ

Kemenag RI 2019: Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang, (QS. 74 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

Kemenag RI 2019: dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan, (QS. 74 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 577

حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ

Kemenag RI 2019: hingga datang kepada kami kematian.” (QS. 74 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari para pemberi syafaat. (QS. 74 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah) (QS. 74 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ

Kemenag RI 2019: seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut (QS. 74 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

Kemenag RI 2019: lari dari singa. (QS. 74 : 51)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُنَشَّرَةً

Kemenag RI 2019: Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka. (QS. 74 : 52)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut pada akhirat. (QS. 74 : 53)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah suatu peringatan. (QS. 74 : 54)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ

Kemenag RI 2019: Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya. (QS. 74 : 55)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an), kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan. (QS. 74 : 56)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ

Kemenag RI 2019: Aku bersumpah demi hari Kiamat. (QS. 75 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

Kemenag RI 2019: Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri). (QS. 75 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ

Kemenag RI 2019: Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (QS. 75 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

Kemenag RI 2019: Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (QS. 75 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus. (QS. 75 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ

Kemenag RI 2019: Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” (QS. 75 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ

Kemenag RI 2019: Apabila mata terbelalak (ketakutan), (QS. 75 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَخَسَفَ الْقَمَرُ

Kemenag RI 2019: bulan pun telah hilang cahayanya, (QS. 75 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

Kemenag RI 2019: serta matahari dan bulan dikumpulkan, (QS. 75 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ

Kemenag RI 2019: pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” (QS. 75 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا لَا وَزَرَ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. (QS. 75 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ

Kemenag RI 2019: (Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. (QS. 75 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Kemenag RI 2019: Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan. (QS. 75 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Kemenag RI 2019: Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri ) (QS. 75 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ

Kemenag RI 2019: walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya). (QS. 75 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

Kemenag RI 2019: Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya. (QS. 75 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya. (QS. 75 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Kemenag RI 2019: Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu. (QS. 75 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ

Kemenag RI 2019: Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya. (QS. 75 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 578

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia, (QS. 75 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ

Kemenag RI 2019: dan mengabaikan (kehidupan) akhirat. (QS. 75 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ

Kemenag RI 2019: Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri (QS. 75 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Kemenag RI 2019: (karena) memandang Tuhannya. (QS. 75 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ

Kemenag RI 2019: Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram (QS. 75 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ

Kemenag RI 2019: (karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. (QS. 75 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ

Kemenag RI 2019: Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan, (QS. 75 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ

Kemenag RI 2019: dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?” (QS. 75 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ

Kemenag RI 2019: Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia), (QS. 75 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ

Kemenag RI 2019: dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan). ) (QS. 75 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

Kemenag RI 2019: Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring. (QS. 75 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ

Kemenag RI 2019: Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat. (QS. 75 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran). (QS. 75 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰ أَهْلِهِ يَتَمَطَّىٰ

Kemenag RI 2019: Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri. (QS. 75 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

Kemenag RI 2019: Celakalah kamu! Maka, celakalah! (QS. 75 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

Kemenag RI 2019: Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah! (QS. 75 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Kemenag RI 2019: Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS. 75 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَىٰ

Kemenag RI 2019: Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)? (QS. 75 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ

Kemenag RI 2019: Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya. (QS. 75 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

Kemenag RI 2019: Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. (QS. 75 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ

Kemenag RI 2019: Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati? (QS. 75 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Kemenag RI 2019: Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS. 76 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat. (QS. 76 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur. (QS. 76 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala). (QS. 76 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum (khamar) dari gelas yang campurannya air kafur, ) (QS. 76 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 579

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

Kemenag RI 2019: (yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan dapat mereka pancarkan dengan mudah. (QS. 76 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

Kemenag RI 2019: Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (QS. 76 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Kemenag RI 2019: Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (QS. 76 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Kemenag RI 2019: (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. (QS. 76 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.” (QS. 76 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا

Kemenag RI 2019: Maka, Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (QS. 76 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Kemenag RI 2019: Dia memberikan balasan kepada mereka atas kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra. (QS. 76 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۖ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا

Kemenag RI 2019: Di dalamnya mereka duduk bersandar di atas dipan. Di sana mereka tidak merasakan terik matahari dan dingin yang menusuk. (QS. 76 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

Kemenag RI 2019: Naungan (pepohonan)-nya dekat di atas mereka dan sangat dimudahkan untuk memetik (buah)-nya. (QS. 76 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

Kemenag RI 2019: Diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas yang sangat bening (kacanya), (QS. 76 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا

Kemenag RI 2019: kaca yang sangat bening terbuat dari perak. Mereka menentukan ukuran sesuai (dengan kehendak mereka). (QS. 76 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe (QS. 76 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا

Kemenag RI 2019: (yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. (QS. 76 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

Kemenag RI 2019: Mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila melihatnya, kamu akan mengira bahwa mereka adalah mutiara yang bertaburan. (QS. 76 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Apabila melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS. 76 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Kemenag RI 2019: Mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci. (QS. 76 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan usahamu diterima dengan baik. (QS. 76 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kamilah yang benar-benar menurunkan Al-Qur’an kepadamu (Nabi Muhammad) secara berangsur-angsur. (QS. 76 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا

Kemenag RI 2019: Maka, bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka. (QS. 76 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Kemenag RI 2019: Sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS. 76 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 580

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

Kemenag RI 2019: Pada sebagian malam bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang. (QS. 76 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) itu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat (akhirat). (QS. 76 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ ۖ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا

Kemenag RI 2019: Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Jika berkehendak, Kami dapat mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa mereka. (QS. 76 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka, siapa yang menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu mengambil jalan menuju Tuhannya. (QS. 76 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Kamu tidak menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 76 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Bagi orang-orang zalim Dia sediakan azab yang pedih. (QS. 76 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا

Kemenag RI 2019: Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan (QS. 77 : 1)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا

Kemenag RI 2019: dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang; (QS. 77 : 2)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا

Kemenag RI 2019: demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya, ) (QS. 77 : 3)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا

Kemenag RI 2019: dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya, (QS. 77 : 4)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا

Kemenag RI 2019: serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu (QS. 77 : 5)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

عُذْرًا أَوْ نُذْرًا

Kemenag RI 2019: untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan, (QS. 77 : 6)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ

Kemenag RI 2019: sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi. (QS. 77 : 7)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ

Kemenag RI 2019: Apabila bintang-bintang dihapuskan (cahayanya), (QS. 77 : 8)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ

Kemenag RI 2019: apabila langit dibelah, (QS. 77 : 9)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ

Kemenag RI 2019: apabila gunung-gunung dihancurleburkan, (QS. 77 : 10)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ

Kemenag RI 2019: dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, ) (QS. 77 : 11)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ

Kemenag RI 2019: (niscaya dikatakan kepada mereka,) “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang kafir itu)?” (QS. 77 : 12)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لِيَوْمِ الْفَصْلِ

Kemenag RI 2019: Sampai hari Keputusan. (QS. 77 : 13)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ

Kemenag RI 2019: Tahukah kamu apakah hari Keputusan itu? (QS. 77 : 14)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 15)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu? (QS. 77 : 16)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, Kami susuli mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. (QS. 77 : 17)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka. (QS. 77 : 18)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 19)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Hal. 581

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

Kemenag RI 2019: Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)? (QS. 77 : 20)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim) (QS. 77 : 21)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ

Kemenag RI 2019: sampai waktu yang ditentukan. (QS. 77 : 22)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

Kemenag RI 2019: Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu. (QS. 77 : 23)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 24)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا

Kemenag RI 2019: Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul (QS. 77 : 25)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا

Kemenag RI 2019: bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati? ) (QS. 77 : 26)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

Kemenag RI 2019: Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar? (QS. 77 : 27)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 28)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

انْطَلِقُوا إِلَىٰ مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan. (QS. 77 : 29)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

انْطَلِقُوا إِلَىٰ ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ

Kemenag RI 2019: Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang ) (QS. 77 : 30)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

لَا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ

Kemenag RI 2019: yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.” (QS. 77 : 31)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi), (QS. 77 : 32)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ

Kemenag RI 2019: seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan. (QS. 77 : 33)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 34)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هَٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُونَ

Kemenag RI 2019: Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara. (QS. 77 : 35)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf. (QS. 77 : 36)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 37)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۖ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu. (QS. 77 : 38)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ

Kemenag RI 2019: Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.” (QS. 77 : 39)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 40)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air (QS. 77 : 41)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ

Kemenag RI 2019: serta buah-buahan yang mereka sukai. (QS. 77 : 42)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.” (QS. 77 : 43)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 77 : 44)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ

Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!” (QS. 77 : 46)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 47)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk. (QS. 77 : 48)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (QS. 77 : 49)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman? (QS. 77 : 50)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA: