SFK > Kedokteran > Bagian Keempat : Mengubah Ciptaan Allah

⬅️

Bab 2 : Operasi Kecantikan

➡️
1934 kata | show

Di masa sekarang ini banyak dilakukan bukan hanya oleh para wanita, tetapi juga oleh para laki-laki. Biasanya orang-orang yang ingin memperbaiki bentuk tubuhnya melakukan bedah ini, dengan berbagai macam motifasi dan kepentingannya.

Kini semakin banyak saja wanita yang rela tubuhnya 'diobok-obok' di meja operasi demi mendapatkan tubuh sempurna untuk menjaga penampilannya. Namun para pakar kesehatan memperingatkan sebisa mungkin menghindari pisau bedah karena risiko yang dihadapi cukup besar.

Laporan tahunan ASPS seperti dilansir dari ABCNews, terdapat 12 juta orang menjalani operasi kosmetik di Amerika Serikat pada tahun lalu. Permintaan untuk operasi semakin besar karena ongkosnya pun relatif lebih murah.

Bab ini ada membicarakan tentang bagaimana bedah kecantikan itu, jenis-jenisnya, resiko serta hukum-hukum syariat yang terkandung di dalamnya.

A. Pengertian

Operasi kecantikan sering disebut juga dengan bedah plastik, atau yang lebih tepat merupakan bagian dari bidang bedah plastik. Di dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-jirahah at-tajmiliyah (الجراحة التجميلية), atau dalam bahasa Inggris sering diisitilahkan dengan cosmetic surgery.

Bedah kecantikan adalah bagian dari bedah plastik yang merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran.

Jadi bedah plastik adalah spesialis atau kekhususan dari prinsip prinsip pembedahan yang membentuk, membuat, meronkstruksi dan memanipulasi tulang, tulang rawan dan semua jaringan lunak untuk kebutuhan tiap individu yang unik atau khas.

Istilah plastik berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu platikos yang berarti membentuk. Namun perlu dicatat bahwa istilah plastik disini tidak ada kaitannya dengan plastik sehari-hari yang kita kenal. Dan anggapan yang keliru kalau operasi plastik ini menggunakan bahan ember plastik atau kantong kresek belanjaan para ibu. Sebenarnya asal kata bedah plastik jenis ini sebenarnya tidak diturunkan bahan plastik.

B. Jenis Bedah Plastik

Bedah plastic sendiri tidak melulu hanya bedah kosmetik, tapi juga rekonstruksi contohnya rekonstruksi karena cacat bawaan misalnya bibir sumbing, keloid dan parut hipertrofik, luka bakar, segala macam bentuk luka yang sukar sembuh sehingga dalam kesehariannya sering sebagai konsultan dari dokter bedah lain, dimana terdapat masalah penutupan luka yang sulit.

Jenis bedah plastik secara umum dibagi dua jenis, yaitu pembedahan untuk rekonstruksi dan pembedahan untuk kosmetik. Saat ini terdapat 7 peminatan klinis di bidang bedah plastik, yaitu :

§ Bedah Kraniofasial

§ Bedah Mikro

§ Bedah Tangan

§ Luka Bakar

§ Rekonstruksi Pascaablasi Tumor

§ Bedah Genitalia Eksterna

§ Bedah Estetika

Operasi kecantikan adalah bagian dari bedah plastik yang umumnya bertujuan lebih kepada estetika, baik dalam rangka memperbaiki cacat yang ada, atau untuk menambahi atau mengurangi yang lebih didasarkan kepada selera.

C. Sejarah Bedah Plastik

1. Dunia

Sejarah operasi plastik telah dimulai sejak 800 SM di India. Tokoh yang ternama dalam bidang ini adalah Sushruta, Bapak Operasi bedah, yang membuat kontribusi penting untuk bidang bedah plastik dan katarak pada abad 6 SM.

Sushruta bekerjasama dengan Charak membuat banyak karya medis dalam bahasa Sansekerta, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab selama masa kekhalifahan Abbasiyah tahun 750 Masehi.

Terjemahan bahasa Arab karya mereka dibawa oleh pedagang- pedagang Arab sampai ke Eropa. Hingga akhirnya beberapa daerah di Eropa mulai familiar dengan teknik bedah rekonstruksi Sushruta.

Beberapa abad kemudian beberapa dokter dari Inggris datang ke India untuk melihat rhinoplasties yang dilakukan dengan metode setempat. Pemberitaan tentang rhinoplasty yang dilakukan oleh Kumhar Vaidya ini dipublikasikan oleh Gentleman’s Magazine tahun 1794. Setelah itu Joseph Constantine Carpue menetap selama 20 tahun di India untuk mempelajari metode operasi plastik setempat.

Carpue akhirnya melakukan operasi plastik untuk pertama kalinya di dunia barat pada tahun 1815. Peralatan yang digunakan sesuai dengan apa yang ditulis Sushruta Samhita dalam bukunya yang kemudian dimodifikasi lebih lanjut sesuai perkembangan dunia medis barat.Bangsa Mesir dan Romawi kuno juga mengenal operasi plastik. Sejak abad 1 SM bangsaRomawi kuno dapat melakukan operasi plastik sederhana seperti memperbaiki telinga yang rusak.

2. Indonesia

Bedah plastik di Indonesia dirintis oleh Prof. Moenadjat Wiratmadja. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, beliau melanjutkan pendidikan bedah plastik di Washington University & Barnes Hospital di Amerika Serikat hingga tahun 1959.

Sepulang dari luar negeri, beliau mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan pada umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di FKUI.

D. Tindakan Pada Operasi Kecantikan

Di antara contoh nyata dari operasi kecantikan yang harus diwaspadai antara lain :

1. Suntikan Pelarut Lemak

Suntikan untuk pelarut lemak dengan Mesotherapy dan Lipodissolve. Lipodissolve adalah suntikan bahan kimia yang tujuannya untuk menembak lemak keras di tubuh. Sedangkan Mesotherapy adalah suntikan dengan dosis yang lebih kecil di lapisan kulit tertentu.

"Apakah bahan kimia yang dipakai aman, tindakan ini menyebabkan rasa sakit, bengkak, benjolan keras, kulit bernanah dan penyimpangan kontur. Bisa terjadi kerusakan pengendalian lemak dalam jangka panjang," kata Dr. Susan Kaweski dari Aesthetic Arts Institute of Plastic Surgery di San Diego.

Ia juga mengungkapkan sebagian besar dokter yang melakukan tindakan ini tidak memiliki pelatihan sedot lemak, operasi plastik atau operasi dermatologi, bahkan dokter gigi pun melakukannya.

2. Operasi Merampingkan Kaki

Prosedur bedah ini dilakukan untuk membuat kaki terlihat seksi dengan rasa sakit yang minimal. Caranya dengan melakukan suntikan disekitar kaki kemudian dokter membentuk kembali kakinya sehingga rasa sakitnya sedikit. Operasi ini memperpendek jari-jari kaki atau mengecilkan bentuk kaki.

Dokter biasanya menyuntikkan lemak di alas kaki dengan kolagen atau zat lain. "Komplikasinya bisa dari infeksi, cedera saraf, bahkan mengalami kesakitan ketika berjalan," kata Presiden American Orthopaedic Foot and Ankle Society Dr. Glenn B. Pfeffer.

Perempuan yang melakukan operasi ini kebanyakn berharap bisa memiliki kaki yang indah sehingga bebas menggunakan sepatu jenis apapun terutama sepatu tumit tinggi.

3. Suntikan Zat Permanen

Memasukkan zat secara permanen melalui suntikan seperti gel atau silikon cair banyak dilakukan untuk membuat bibir terlihat penuh atau menghilangkan keriput. Zat tersebut dimasukkan secara permanen ke tubuh.

Namun tindakan seperti itu telah banyak menimbulkan komplikasi bahkan banyak kejadian perempuan yang wajahnya terlihat aneh dengan bentuk muka yang sama terutama hidung dan mulut bagi para perempuan yang telah melakukan operasi seperti ini.

Zat itu tidak akan hilang begitu sudah dimasukkan ke tubuh bahkan dengan suntikan yang tidak permanen sekalipun zat itu akan terus menetap ditubuh.

4. Suntikan Memperbesar Payudara

Operasi untuk membuat payudara penuh lemak tanpa meninggalkan bekas luka. Dokter yang melakukan ini biasanya menggunakan lemak yang diambil dari pantat dan paha yang kemudian dimurnikan.

Namun ahli bedah dari American Society for Aesthetic Plastic Surgery mengatakan tindakan menanam lemak dari bagian tubuh di tempat lain berpotensi terjadinya pengapuran lemak dan dapat memicu terjadinya kanker payudara.

Operasi dengan biaya US$ 4.000 ini juga akan membuat dokter kesulitan mendeteksi kanker ketika melakukan tes kanker payudara karena payudaranya yang sudah mengalami perubahan sehingga jika ada kanker sulit dideteksi.

5. Operasi Memanjangkan Kaki

Operasi untuk menambah panjang kaki beberapa inchi ini menggunakan alat seperti sekrup yang melekat pada kaki untuk memperluas ruang tulang-tulang kaki. Bedah seperti ini banyak dilakukan di China dan negara Asia.

"Ini adalah tindakan yang esktrim ketika Anda berbicara dengan mereka yang telah melakukan operasi seperti ini Anda akan melihat wajah kesakitan mereka ketika berjalan," kata Roth.

Operasi ini tidak murah untuk menambah tinggi 3 inci saja dibutuhkan biaya US$ 120.000.

6. Tanam Lemak di Bokong

Tidak seperti payudara yang disuntik dengan silikon berbentuk gel atau garam, buttock implants menggunakan bongkahan silikon yang padat yang ditaruh di lapisan fibrosa otot pantat.

Hasilnya bokong menjadi lebih bulat dan berisi di bagian belakangnya. Tapi ada risiko terkena infeksi yang tinggi karena operasi ini dilakukan di sekitar anus dimana banyak kuman di daerah itu.

7. Mentato Untuk Make Up Permanen

Wanita yang melakukan tato untuk make up kebanyakan karena tidak ingin repot setiap pagi harus membentuk alis atau bibir.

Padahal sekali tato dibuat sangat sulit dihilangkan. Apalagi daerah yang ditato adalah jaringan yang lembut seperti kelopak mata atau bibir.

8. Perawatan Wajah Ekstrim

Banyak perempuan yang melakukan perawatan atau facial wajah dengan ekstrim seperti mengencangkan kulit wajah (face lift) atau menghilangkan keriput.

Tapi banyak pasien yang mukanya rusak karena jahitan yang gagal setelah melakukan sedot lemak di wajah. Ada lagi cara dengan menggunakan suntik laser CO2 yang membuat wajah merah selama berminggu-minggu.

9. Mastopexy dan Breast Implant

Mastopexy biasanya dilakukan untuk pengurangan volume payudara dengan memperketat jaringan payudara.

Sedangkan breast implant adalah sebaliknya. Risikonya mulai dari infeksi, hilangnya rasa sensasi di puting, payudara menjadi tidak simetris, tidak bisa menyusui dan komplikasi lainnya.

10. Melakukan Bedah Dengan Yang Bukan Ahlinya

Bukan rahasia umum lagi tingginya permintaan operasi kecantikan membuat ini menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Tapi sayangnya tidak semua dokter yang melakukan pembedahan adalah dokter yang benar-benar ahlinya. Bahkan kegiatan seperti ini banyak dilakukan oleh para pembedah itu di hotel atau gedung bawah tanah agar biayanya miring.

E. Hukum Operasi Kecantikan

Sebagai salah satu bentuk kemajuan di dalam teknologi kedokteran modern, operasi kecantikan sesungguhnya bebas nilai.

Maksudnya, temuan dan perkembangan teknologi modern ini bisa saja hukumnya halal, manakala dilakukan dengan tujuan yang halal dan dengan tata cara yang halal pula.

Dan sebaliknya, dengan tujuan yang tidak halal, atau dengan cara yang tidak halal, maka operasi kecantikan pun bisa juga berubah hukumnya menjadi tidak halal.

1. Tujuan

Ada dua macam tujuan dalam operasi kecantikan ini, yaitu tujuan yang halal dan tujuan yang haram.

a. Tujuan Yang Halal

Di antara tujuan yang halal adalah untuk penyembuhan medis atau memperbaiki bagian tubuh yang cacat secara estetika.

§ Luka Bakar

Dalam kasus penyembuhan, operasi kecantikan ini sangat diperlukan dan halal hukumnya. Contohnya adalah untuk mengatasi luka bakar pada tubuh korban. Pasien yang mengalami luka bakar lebih dari 30 persen pada permukaan tubuhnya, dengan cara konvensional akan membutuhkan masa pemulihan penuh hingga dua tahun lamanya. Itu pun dengan cacat yang merusak keindahan tubuh seumur hidup.

Dengan kemajuan teknologi surgery saat ini, korban luka bakar dapat menjalani operasi plastik, dimana kelebihannya dapat menghilangkan bekas luka tersebut dengan cepat dan juga hilangnya rasa sakit.

Luka bakar dapat disembuhkan dengan mengganti lapisan kulit yang rusak dengan cara melakukan operasi pencangkokan kulit. Dan tujuan ini tentu saja halal, karena memang untuk mengembalikan cacat dan kerusakan pada kulit akibat luka bakar.

§ Bibir Sumbing

Contoh lain dari tujuan yang baik adalah untuk memperbaiki bibir yang sumbing sejak lahir atau robek karena luka.

b. Tujuan Yang Haram

Sedang tujuan operasi kecantikan yang haram adalah mengubah apa-apa yang sebenarnya sudah benar dan sehat serta normal. Namun karena tuntutan hawa nasfu, apa yang sudah benar, sehat dan normal itu kemudian 'diobrak-abrik' dan dipermak sedemikian rupa, sehingga berubah dari wujudnya semula.

Tujuannya bukan untuk kepentingan kesehatan, dan juga mengubah cacat dan aib, tetapi semata-mata tuntutan estetika yang tidak proporsional.

Contoh sederhananya adalah hidung yang sebenarnya sudah normal untuk ukuran rata-rata bangsa Indonesia, lalu kemudian dioperasi agar mancung.

Sedangkan hidung yang aslinya benar-benar pesek sehingga tidak sedap dipandang, mungkin karena kecelakaan atau cacat bawaan dari lahir, tentu lain lagi hukumnya. Apalagi bila pemiliknya menjadi objek ejekan semua orang, karena hidungnya rata dengan wajah. Kalau seandainya dia ingin melakukan operasi menambahkan tulang hidung agar hidungnya menonjol keluar, tentu motivasinya bisa diterima.

2. Tata Cara

Selain masalah tujuan, kehalalan operasi kecantikan ini juga ditentukan dari sisi metode yang harus dijamin aman dan memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam dunia medis.

Sebab walaupun tujuannya baik, tetapi bila tata cara yang digunakan tidak aman atau malah membahayakan, maka hukumnya tetap haram.

Contohnya adalah menyerahkan bedah kecantikan ini kepada orang-orang yang bukan ahlinya secara medis. Barangkali dengan alasan kurangya biaya, maka resiko kecelakaan bisa terjadi.

Akibatnya, alih-alih bisa pulih normal, yang terjadi malah cacat seumur hidup. Bukan hanya tidak sembuh, tetapi penampilan tubuh menjad rusak dan menyeramkan. Kalau kita cari di internet, banyak sekali contoh operasi kecantika yang gagal, sehingga malah menampilkan wajah-wajah monster yang menyeramkan.