Tuhan Pemelihara kami, dan anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui para rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada Hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”
Tuhan kami! Kumiailah kami dengan yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidaklah memungkiri janji
Ayat ke-194 ini masih satu rangkaian dari doa panjang yang ujung awalnya ada di ayat ke-191. Memang doa sepanjang empat ayat ini berhenti di ayat ini. Berarti doa-doa itu boleh-boleh saja dilakukan dalam kalimat yang panjang, sebagaimana tergambar dari keempat ayat ini.
Namun doa yang panjang itu harus tepat waktu dan penampatannya, yaitu ketika shalat malam, sebagaimana diisyaratkan di ayat ke-190. Digambarkan doa ini dilantunkan oleh orang yang sedang melakukan shalat malam.
Untaian doa di ayat ke-194 ini sebenarnya lebih merupakan penekanan atau penguatan saja, intinya meminta kepada Allah SWT agar dikabulkan doa.
Lafazh wa-la tukhzina (وَلَا تُخْزِنَا) artinya : dan jangalah Engkau hina kami. Kata yaumal qiyamah (يَوْمَ الْقِيَامَةِ) artinya : pada hari kiamat.
Maksudnya bukan menghina dalam arti melontarkan hinaan, cacian, makian atau umpatan. Namun maksudnya ditempatkan pada yang kurang terhormat alias tempat yang membuat tidak nyaman, karena penuh dengan kesengsaraan.
Boleh jadi ini adalah salah satu gaya bahasa yang indah untuk memperhalus permintaan agar dimasukkan ke dalam surga. Hanya saja ungkapannya menggunakan bahasa yang bersayap, yaitu mohon jangan tempatnya kami di tempat yang hina, maksudnya jangan masukkan kami ke dalam neraka.
Neraka memang tempat yang hina, sebab semua orang disitu hidup terhina secara batin dan bukan hanya secara fisik. Banyak ayat Al-Quran yang menggambarkan betapa terhinanya orang-orang yang disiksa di neraka. Salah satunya digambarkan wajah-wajah orang di neraka itu terhina entah dengan cara menghitam atau hangus gosong terbakar.
وَقِيلَ لَهُمْ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَاسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ ۚ هَلْ أَنْتُمْ مُلَحَّدُونَ فِي رَبِّكُمْ
Dan dikatakan kepada mereka, "Masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kekallah kamu di dalamnya." Dan menghitamlah muka mereka. Apakah kamu masih mempersekutukan Tuhanmu?" (QS. Hud : 15)
فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". (QS. Ali Imran : 106)
Atau digambarkan wajah-wajah mereka gosong hangus terbakar panas.
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. (QS. Al-Kahfi : 29)
Selain sikaan di wajah yang menghinakan, ada juga siksaan di telinga yang juga tidak kalah menghina, yaitu selalu ada teriakan laknat antara sesama penghuni neraka. Mereka sama-sama direbus di neraka dan saling menyalahkan satu sama lain, dan caranya adalah saling melaknat sebagaimana yang digambarkan di ayat berikut :
قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ
Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui". (QS. Al-Araf : 38)