Kemenag RI 2019:Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan tuhan mereka (dengan sesuatu yang lain).
(
QS. Al-Anam : 1)
Quraish Shihab:Segala puji hanya bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan aneka gelap dan terang, kemudian orang-orang yang kafir menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Segala puji-pujian untuk Allah yang telah menjadikan semua langit dan bumi dan telah mengadakan yang gelap-gelap dan cahaya. Kemudian, orang-orang yang kafir itu adalah mereka dengan Tuhan mereka, mempersekutukan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menentukan batas waktu hidup (masing-masing). Waktu yang ditentukan (untuk kebangkitan setelah mati) ada pada-Nya. Kemudian, kamu masih meragukannya.
(
QS. Al-Anam : 2)
Quraish Shihab:Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (masing-masing) dan (ada lagi suatu) ajal (yaitu kebangkitan setelah mati) yang (juga) ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu (masih terus) ragu (akan keniscayaan Hari Kebangkitan itu). HAMKA:Dialah yang telah menjadikan kamu dari tanah, lalu Dia tentukan suatu ajal dan suatu ajal lagi yang telah tertentu ada di sisi-Nya. Kemudian, kamu masih (juga) ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Dialah Allah (yang disembah) di langit dan di bumi. Dia mengetahui apa pun yang kamu rahasiakan dan kamu tampakkan serta mengetahui apa pun yang kamu usahakan.
(
QS. Al-Anam : 3)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Allah (Yang Kuasa dan disembah) di langit dan di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. HAMKA:Dan Dialah Allah di semua langit dan di bumi. Dia mengetahui akan rahasia kamu dan yang terang kamu dan Dia pun mengetahui apa yang kamu usahakan.
Kemenag RI 2019:Tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat ) Tuhan mereka, kecuali mereka (pasti) berpaling darinya.
(
QS. Al-Anam : 4)
Quraish Shihab:Dan tidak ada suatu ayat (bukti kebenaran) pun dari ayat-ayat Tuhan Pemelihara mereka yang sampai kepada mereka (orang-orang kafir), melainkan mereka selalu berpaling darinya. HAMKA:Dan tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan mereka, melainkan mereka berpaling daripadanya.
Kemenag RI 2019:Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika sampai kepada mereka. Maka, kelak akan sampai kepada mereka berita-berita (tentang kebenaran) sesuatu yang selalu mereka perolok-olokkan.
(
QS. Al-Anam : 5)
Quraish Shihab:Sungguh, mereka telah mendustakan yang haq (kebenaran yang sempurna) ketika (yang haq itu) datang kepada mereka, maka kelak sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA:Maka, sesungguhnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala dia telah datang kepada mereka. Karena itu, akan datanglah kepada mereka berita-berita tentang apa yang telah mereka perolok-olokan itu.
Kemenag RI 2019:Tidakkah mereka perhatikan betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan? (Yaitu) generasi yang telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yang belum pernah Kami lakukan kepada kamu; dan Kami curahkan air hujan yang lebat, Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka; lalu Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka, selanjutnya Kami munculkan sesudah mereka generasi lain.
(
QS. Al-Anam : 6)
Quraish Shihab:Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka? Padahal Kami telah meneguhkan mereka di bumi, (yaitu) keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu (masyarakat Mekkah), dan Kami kirimkan (awan sehingga menurunkan hujan dari) langit untuk mereka (dengan membawa hujan) yang deras dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa mereka (sendiri), dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. HAMKA:Apakah tidak mereka lihat berapa banyak angkatan yang telah Kami binasakan sebelum mereka, yang telah Kami beri beriku kekuasaan yang teguh di bumi, yang tidak Kami berikan kepada kamu. Dan telah Kami turunkan hujan lebat kepada mereka dan telah Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka. Maka, telah Kami binasakan mereka itu karena dosa-dosa mereka dan Kami timbulkan sesudah mereka angkatan yang lain.
Kemenag RI 2019:Seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) kitab (berupa tulisan) pada kertas sehingga mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, pastilah orang-orang kafir itu mengatakan, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
(
QS. Al-Anam : 7)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad saw., al-Qur'an yang berupa) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." HAMKA:Dan, walaupun Kami turunkan kepada engkau sebuah kitab di atas kertas, sampai mereka pegang dia dengan tangan mereka, sesungguhnya berkatalah orang-orang yang tidak mau percaya itu, “Tidak lain ini hanyalah sihir yang nyata.”
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Nabi Muhammad)?” ) Andaikata Kami turunkan malaikat, niscaya selesailah urusan (mereka dibinasakan karena pengingkaran) kemudian mereka tidak lagi ditangguhkan (sedikit pun untuk bertobat).
(
QS. Al-Anam : 8)
Quraish Shihab:Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) seorang malaikat (yang dapat kami lihat secara nyata dan menyatakan kebenaran Muhammad)?" Sedangkan, jika seandainya Kami turunkan malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (mereka akan dibinasakan seketika)." HAMKA:Dan mereka berkata, “Mengapa maka tidak diturunkan atasnya malak?” Padahal, kalau Kami turunkan malak, tentu selesailah urusan kemudian mereka pun tidaklah akan dipedulikan.
Kemenag RI 2019:Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. )
(
QS. Al-Anam : 9)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami jadikan dia malaikat, pastilah Kami menjadikan dia laki-laki dan (jika demikian), Kami (pun) akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. HAMKA:Dan kalau Kami jadikan dia itu malak, niscaya Kami jadikan dia seorang laki-laki dan niscaya Kami ragukan mereka sebagaimana mereka (sekarang) ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad) benar-benar telah diperolok-olokkan, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemooh mereka (rasul-rasul) apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
(
QS. Al-Anam : 10)
Quraish Shihab:Demi (Allah)! Sungguh, telah diperolok-olok (pula) para rasul sebelummu (Nabi Muhammad saw.), maka turunlah (siksa) kepada orang-orang yang mengejek di antara mereka (sebagai balasan bagi) apa yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA:Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum engkau maka turunlah kepada orang-orang yang telah memperolok-olokkan itu di antara mereka (balasan dari) apa yang mereka perolok-olokkan itu.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”
(
QS. Al-Anam : 11)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta!" HAMKA:Katakanlah, “Mengembaralah di bumi kemudian pandangilah betapa jadinya akibat dari orang orang yang mendustakan.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. ) Sungguh, Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
(
QS. Al-Anam : 12)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Milik Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya (untuk melimpahkan) rahmat (kepada seluruh alam). Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA:Katakanlah, “Kepunyaan siapakah yang ada di semua langit dan bumi?” Katakanlah, “Kepunyaan Allah!” Dia telah mewajibkan diri-Nya akan memberi rahmat. Sesungguhnya, akan dikumpulkan-Nya kamu pada hari Kiamat yang tidak ada ragu-ragu tentang itu lagi. Orang-orang yang telah merugikan diri sendiri maka mereka itu tidaklah orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 13)
Quraish Shihab:Dan milik-Nya segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan bagi-Nyalah apa yang tenang di malam hari dan siang. Dan Dia adalah mendengar lagi mengetahui.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi serta Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan sebagai pelindung?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang pertama yang berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”
(
QS. Al-Anam : 14)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah (sesuatu) selain Allah itu (wajar) aku jadikan pelindung? (Allah swt.) Pencipta langit dan bumi. Dia memberi makan dan tidak diberi makan." Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah swt.), dan janganlah sekali-kali engkau termasuk (golongan) orang-orang musyrik. HAMKA:Katakanlah, “Adakah yang selain Allah akan aku ambil jadi pemimpin? Pencipta semua langit dan bumi dan Dia yang memberi makan dan bukan Dia yang diberi makan.” Katakanlah, “Sesungguhnya aku disuruh supaya menjadi orang yang mula-mula menyerah diri.” Dan sekali-kali jangan engkau jadi dari golongan orang-orang yang musyrik.
Kemenag RI 2019:Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang besar (kiamat) jika aku durhaka kepada Tuhanku.”
(
QS. Al-Anam : 15)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sesungguhnya aku takut pada azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku durhaka pada Tuhan Pemeliharaku." HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya, aku takut jika aku mendurhaka kepada Tuhanku akan adzab di hari yang besar.”
Kemenag RI 2019:Siapa yang dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Itulah keberuntungan yang nyata.
(
QS. Al-Anam : 16)
Quraish Shihab:Barang siapa dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang nyata. HAMKA:Barangsiapa yang dipalingkan daripadanya (adzab itu) pada hari itu maka sesungguhnya Dia telah memberi rahmat kepadanya dan itulah dia kemenangan yang nyata.
Kemenag RI 2019:Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(
QS. Al-Anam : 17)
Quraish Shihab:Dan jika Allah menimpakan kemudharatan (musibah atau bencana) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia. Dan jika Dia menyentuhkan (menganugerahkan walau sedikit) kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Dan jika Allah mengenakan engkau dengan suatu bahaya maka tidak seorang pun yang bisa melepaskannya kecuali Dia. Dan jika Dia mengenakan engkau dengan suatu kebaikan maka adalah Dia atas tiap-tiap sesuatu Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Dialah Penguasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 18)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Penguasa atas para hamba-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana, lagi Mahateliti. HAMKA:Dan Dialah Yang Mahaperkasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dia adalah Mahabijaksana lagi sangat meneliti.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.”
(
QS. Al-Anam : 19)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah sesuatu yang lebih besar persaksiannya?" Katakanlah: "Allah, Dia menjadi Saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang (al-Qur'an ini) sampai kepadanya. Apakah sesungguhnya kamu benar-benar menyaksikan bahwa ada sesembahan-sesembahan lain bersama Allah? Katakanlah: 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah: 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan.' " HAMKA:Katakanlah, “Apakah yang terlebih besar kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah-lah Yang menjadi saksi di antara aku dan di antara kamu. Dan telah diwahyukan kepadaku Al-Qur'an ini untuk memberi ancaman kepada kamu dengan dia dan kepada barangsiapa yang telah sampai. Apakah kamu menyaksikan bahwa beserta Allah ada tuhan-tuhan yang lain?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidaklah menyaksikan itu!” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Satu dan sesungguhnya aku berlepas diri daripada apa yang kamu persekutukan itu.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan diri sendiri itu tidak beriman.
(
QS. Al-Anam : 20)
Quraish Shihab:Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA:Orang-orang yang telah Kami berikan kitab
kepada mereka, telah mengenalnya; sebagai-
mana mereka mengenal anak-anak mereka
sendiri. Mereka itu telah merugikan diri mereka
sendiri maka bukanlah mereka itu orang-orang
yang beriman.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
(
QS. Al-Anam : 21)
Quraish Shihab:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan kekuasaan) Nya dan (akan kebenaran al-Qur'an)? Sesungguhnya tidaklah beruntung orang-orang zalim. HAMKA:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan atas nama Allah akan kedustaan atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) tatkala Kami kumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Kami, “Manakah sekutu-sekutumu yang kamu sangkakan?”
(
QS. Al-Anam : 22)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah kebohongan mereka terhadap Allah swt. di dunia ini) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.): "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu anggap (sekutu-sekutu Kami)?" HAMKA:Dan pada hari Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan, "Di manakah sekutu-sekutu kamu yang dahulunya kamu duga?"
Kemenag RI 2019:Kemudian, mereka tidak punya jawaban atas kebohongan mereka, kecuali (terpaksa) mengatakan, “Demi Allah, Tuhan kami, kami bukanlah orang-orang musyrik.”
(
QS. Al-Anam : 23)
Quraish Shihab:Kemudian tidak ada fitnah (ucapan dan jawaban yang tidak berdasar) mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan Pemelihara kami, sekali-kali kami bukan orang-orang musyrik." HAMKA:Kemudian, tidaklah ada fitnah bagi mereka melainkan bahwa mereka berkata, "Demi Allah Tuhan kami, tidaklah kami ini orang-orang yang mempersekutukan."
Kemenag RI 2019:Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka berdusta terhadap diri sendiri. Lenyaplah dari mereka apa (kebohongan) yang selalu mereka ada-adakan.
(
QS. Al-Anam : 24)
Quraish Shihab:Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka (sendiri) dan lenyaplah dari mereka apa (sembahan-sembahan) yang dahulu mereka ada-adakan. HAMKA:Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta atas nama diri mereka dan hilanglah dari mereka apa-apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
Kemenag RI 2019:Di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an), padahal Kami menjadikan di hati mereka penutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat. Jika mereka melihat segala tanda kebenaran, mereka tetap tidak beriman padanya, sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur’an) tiada lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
(
QS. Al-Anam : 25)
Quraish Shihab:Dan di antara mereka (yang mendustakan kebenaran) ada orang yang mendengarkanmu (membaca al-Qur'an), padahal Kami telah meletakkan di atas hati mereka penutup-penutup (karena mereka pada dasarnya tidak mau) memahaminya, dan di telinga mereka ada penyumbat (sehingga mereka tidak mendengar dengan benar). Dan jika mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak (mau) beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang yang kafir berkata: "Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu." HAMKA:Dan di antara mereka ada yang mendengar kepadamu. Dan Kami jadikan atas hati mereka penutup sehingga mereka tidak mengerti dan atas telinga mereka ada pekak. Dan walaupun mereka melihat tiap-tiap tanda, mereka tidak akan beriman kepadanya sehingga tatkala mereka datang kepadamu, mereka berbantah-bantahan dengan kamu, berkatalah orang-orang yang kafir, "Tidak lain ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu."
Kemenag RI 2019:Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (Al-Qur’an) dan mereka pun menjauhkan diri darinya. Mereka tidak membinasakan kecuali diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.
(
QS. Al-Anam : 26)
Quraish Shihab:Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (al-Qur'an) dan mereka menjauhkan diri dari (tuntunan)-nya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA:Dan mereka mencegah orang darinya dan mereka menjauh darinya. Dan tidaklah mereka membinasakan melainkan diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak menyadarinya.
Kemenag RI 2019:Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, dan kami menjadi orang-orang mukmin.”
(
QS. Al-Anam : 27)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, (tentulah engkau akan menyaksikan peristiwa dahsyat; dan ketika itu mereka menyadari dosa-dosa mereka) maka mereka berkata: "Aduhail Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan kami tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami, dan kami (akan) termasuk golongan orang-orang mukmin." HAMKA:Dan alangkah hebat kalau engkau lihat
tatkala mereka diberdirikan di pinggir neraka
lalu mereka berkata, “Wahai kiranya, alangkah
baiknya jika kami dikembalikan supaya kami
tidak mendustakan (lagi) akan ayat-ayat Tuhan
kami dan jadilah kami daripada orang-orang
yang beriman.”
Kemenag RI 2019:Namun, (sebenarnya) kejahatan yang mereka selalu sembunyikan dahulu telah tampak bagi mereka. Seandainya dikembalikan (ke dunia), tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta.
(
QS. Al-Anam : 28)
Quraish Shihab:(Tidak demikian)! Bahkan sebenarnya telah nampak bagi mereka (azab yang tidak dapat mereka elakkan, sebagai akibat dari) apa yang dahulu selalu mereka sembunyikan. Dan jika seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa (kejahatan) yang mereka telah dilarang mengerjakannya, dan sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. HAMKA:Bahkan telah nyatalah bagi mereka apa yang mereka sembunyikan dahulunya. Tetapi jika sekiranya mereka dikembalikan pun niscaya mereka akan kembali (pula) kepada apa yang mereka telah dilarang daripadanya itu. Karena sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.
Kemenag RI 2019:Mereka pun akan mengatakan, “Hidup hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan dibangkitkan.”
(
QS. Al-Anam : 29)
Quraish Shihab:Dan mereka (pasti) mengatakan (pula): "Kehidupan ini hanyalah kehidupan kita di dunia saja dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan." HAMKA:Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia saja. Dan tidakkah kita akan dibangkitkan.”
Kemenag RI 2019:Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang luar biasa). Dia berfirman, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Dia berfirman, “Rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur (kepadanya).”
(
QS. Al-Anam : 30)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, (tentu engkau akan menyaksikan peristiwa yang tidak tergambarkan dengan kata-kata; dan ketika itu Allah swt.) berfirman: "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan Pemelihara Kami." (Dia) berfirman: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu terus menerus mengingkari(-Nya)!" HAMKA:Dan jikalau engkau lihat tatkala mereka didirikan atas api lalu mereka berkata, "Alangkah baiknya jika kami dikembalikan dan tidaklah kami mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami akan jadi dari golongan orang-orang yang beriman.”
Kemenag RI 2019:Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Maka, apabila hari Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami tentangnya (hari Kiamat),” sambil memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.
(
QS. Al-Anam : 31)
Quraish Shihab:Sungguh, telah merugi orang-orang yang mendustakan Pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka Kiamat secara tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah (besar) penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentangnya (Hari Kiamat), sedangkan mereka memikul dosa-dosa di atas punggung mereka. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka pikul. HAMKA:Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka saat itu dengan sekonyong-konyong, berkatalah mereka, "Wahai menyesalnya kita atas apa yang telah kita abaikan di dalam (dunia)." Sedangkan mereka memikul dosa-dosa mereka di bahu mereka. Alangkah buruknya yang mereka pikul itu!
Kemenag RI 2019:Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
(
QS. Al-Anam : 32)
Quraish Shihab:Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat benar-benar lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu (hai orang-orang kafir) berpikir? HAMKA:Dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan permainan dan kelalaian. Dan sesungguhnya, kampung akhiratlah yang sebaik-baiknya bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, apakah kamu tidak mau berpikir?
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang-orang zalim itu selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
(
QS. Al-Anam : 33)
Quraish Shihab:Sungguh, Kami mengetahui sesungguhnya apa yang mereka katakan itu tentu menyedihkan hatimu (Nabi Muhammad saw.); (tetapi janganlah bersedih hati), karena sesungguhnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang zalim (itu) mengingkari ayat-ayat Allah. HAMKA:Sesungguhnya, Kami tahu bahwa telah sangat mendukacitakan engkau apa yang mereka katakan. Sesungguhnya bukanlah mereka itu mendustakan engkau, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
Kemenag RI 2019:Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalim?t Allah. ) Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu.
(
QS. Al-Anam : 34)
Quraish Shihab:Dan demi (Allah)! Sungguh, telah didustakan (pula oleh kaum mereka) para rasul (yang diutus Allah swt.) sebelummu (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan gangguan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji dan ketetapan-ketetapan) Allah. Dan demi (Allah)! Sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita (penting yang dialami oleh) para rasul. HAMKA:Sesungguhnya, telah didustakan beberapa rasul dari sebelum engkau, tetapi mereka adalah sabar atas apa yang didustakan mereka dan disakiti mereka. Sehingga datanglah kepada mereka pertolongan Kami. Karena tidaklah ada pengganti dari kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepada engkau setengah dari berita utusan-utusan itu.
Kemenag RI 2019:Jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Nabi Muhammad), andaikan engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka, (maka buatlah). Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan menjadikan mereka semua mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
(
QS. Al-Anam : 35)
Quraish Shihab:Dan jika keberpalingan mereka terasa sangat berat bagimu (Nabi Muhammad saw.), maka jika engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka. (maka buatlah). Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia mengumpulkan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang jahil. HAMKA:Dan jika amat besar bagimu perpaligan mereka maka jika engkau sanggup membuat suatu lubang di bumi atau suatu jenjang ke langit lalu engkau bawakan kepada mereka satu ayat! Karena kalau Allah menghendaki, niscaya Dia kumpulkan mereka atas petunjuk itu. Maka, janganlah engkau jadi dari orang-orang yang bodoh.
Kemenag RI 2019:Hanya orang-orang yang menyimak (ayat-ayat Allah) sajalah yang mematuhi (seruan-Nya). Adapun orang-orang yang mati ) kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
(
QS. Al-Anam : 36)
Quraish Shihab:Sesungguhnya hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memperkenankan (seruan Allah swt.) dengan sungguh-sungguh, sedangkan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian hanya kepada-Nya mereka akan dikembalikan. HAMKA:Hanya saja yang mau menyahut ialah orang-orang yang mendengar. Sedang orang-orang yang mati itu akan dibangkitkan mereka oleh Allah. Kemudian itu kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan.
Kemenag RI 2019:Mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa menurunkan suatu bukti (mukjizat), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
(
QS. Al-Anam : 37)
Quraish Shihab:Mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhan Pemeliharanya?" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu ayat (berupa mukjizat aral t selain itu), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." HAMKA:Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya satu ayat dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah berkuasa bahwa akan menurunkan satu ayat,” tetapi kebanyakan dari mereka tidaklah mengetahui.
Kemenag RI 2019:Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. ) Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, ) kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.
(
QS. Al-Anam : 38)
Quraish Shihab:Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umar-umat t juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan
sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Quran atau LAuh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah, mereka dikumpulkan. HAMKA:Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah mereka dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (seperti orang yang) tuli dan bisu, serta berada dalam berbagai kegelapan. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. )
(
QS. Al-Anam : 39)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli dan bisu, (sebagaimana halnya orang yang) berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (untuk sesat karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti disesatkannya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk karena menempuh jalan petunjuk), pasti Dia menjadikannya (berada) di atas jalan lebar yang lurus. HAMKA:Dan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu adalah tuli dan bisu di dalam berbagai kegelapan. Barang siapa yang Allah kehendaki, niscaya akan Dia sesatkan dia dan barang siapa yang Dia kehendaki, akan Dia jadikan dia di atas jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku (bahwa) jika siksaan Allah sampai kepadamu (di dunia) atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu (tetap) akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu (merasa) orang yang benar?”
(
QS. Al-Anam : 40)
Quraish Shihab:Katakanlah (kepada para pendusta itu, wahai Nabi Muhammad saw.), "Beritahukanlah kepadaku (tentang keadaan diri kamu) jika datang siksa Allah kepada kamu, atau datang kepada kamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar?" HAMKA:Katakanlah: cobalah kabarkan kamu adzab Allah atau datang kepada kamu Kiamat, apakah kepada yang selain Allah kamu akan menyeru? Jika memang kamu orang-orang yang benar.
Kemenag RI 2019:Tidak! Hanya kepada-Nya kamu menyeru. Maka, jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya dan siksa) yang (karenanya) kamu memohon kepada-Nya, dan (karena dahsyatnya keadaan) kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
(
QS. Al-Anam : 41)
Quraish Shihab:Tidak! Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan apa (bahaya dan siksa) yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya jika Dia menghendaki. Dan (karena dahsyatnya bahaya dan mencekamnya keadaan) kamu lupakan apa (sembahan-sembahan) yang kamu sekutukan (dengan Allah swt.). HAMKA:Bahkan, Dialah yang kamu seru maka Dialah yang akan melepaskan apa yang kamu mohonkan kepada-Nya itu, jika Dia kehendaki dan akan lupakan kamu kepada apa yang kamu persekutukan itu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, (tetapi mereka membangkang,) kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar tunduk merendahkan diri (kepada Allah).
(
QS. Al-Anam : 42)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka membangkang. Maka Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka tunduk merendahkan diri. HAMKA:Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa) umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), kemudian Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri (kepada Allah).
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri (kepada Allah) ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 43)
Quraish Shihab:Maka, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri ketika datang siksa Kami kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan (pun) memperindah bagi mereka apa yang (selalu) mereka kerjakan. HAMKA:Mengapalah, tatkala telah datang kepada mereka bencana dan Kami, tidak mereka merendahkan diri. Akan tetapi, keraslah hati mereka dan disanjung-sanjungkan oleh setan kepada mereka segala yang telah mereka kerjakan itu.
Kemenag RI 2019:Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
(
QS. Al-Anam : 44)
Quraish Shihab:Maka, ketika mereka mengabaikan apa yang diperingatkan kepada mereka dengannya, Kami membukakan pintu-pintu segala sesuatu (yang berkaitan dengan kesenangan duniawi) untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka seketika itu mereka terdiam berputus asa. HAMKA:Maka tatkala mereka telah lupa apa yang telah diperingatkan kepada mereka, Kami bukakanlah untuk mereka pintu-pintu dari tiap-tiap sesuatu. Sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka itu, Kami siksa lah mereka dengan sekonyong-konyong. Tiba-tiba, mereka pun merasa kecewa.
Kemenag RI 2019:Maka, orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
(
QS. Al-Anam : 45)
Quraish Shihab:Maka, dimusnahkanlah kaum yang zalim (itu) sampai ke akar-akarnya, dan segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Lalu dipotong habislah bibit-bibit kaum yang zalim. Dan sekalian puji-pujian adalah untuk Allah, Tuhan serwa sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
(
QS. Al-Anam : 46)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mengambil pendengaran kamu dan penglihatan-penglihatan kamu serta mengunci mati hati kamu, siapakah Tuhan selain Allah (yang mengembalikannya kepada kamu)?" Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami), kemudian mereka (tetap) berpaling. HAMKA:Katakanlah, “Bagaimana pikiran kamu jika dicabut Allah pendengaran kamu dan penglihatan kamu dan Dia materai hati kamu Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mengembalikannya kepada kamu?” Perhatikanlah, betapa Kami mengulang-ulang ayat-ayat itu. Kemudian itu, mereka pun berpaling juga.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?”
(
QS. Al-Anam : 47)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika datang siksa Allah kepada kamu dengan tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan selain kaum yang zalim?" HAMKA:Katakanlah, “Kabarkanlah kepadaku jika datang kepada kamu azab Allah dengan tiba-tiba atau berterang-terang adakah yang dibinasakan selain dari kaum yang aniaya?”
Kemenag RI 2019:Tidaklah Kami utus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
(
QS. Al-Anam : 48)
Quraish Shihab:Dan tidaklah Kami mengutus para rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul itu melainkan sebagai pembawa berita gembira dan berita ancaman. Maka barangsiapa yang beriman dan berbuat perbaikan, tiadalah ada ketakutan atas mereka dan tiadalah mereka berduka cita.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).
(
QS. Al-Anam : 49)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, siksa akan menimpa mereka karena mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu akan mengenailah kepada mereka azab dan sebab apa yang telah mereka fasikkan itu.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan (rezeki) Allah ada padaku, aku (sendiri) tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(-nya)?”
(
QS. Al-Anam : 50)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Aku tidak mengatakan kepada kamu bahwa terdapat padaku gudang-gudang (rezeki dan kekayaan) Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib (tanpa bantuan dari Allah swt.), dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kamu bahwa aku adalah malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka tidakkah kamu berpikir? HAMKA:Katakanlah, “Tidaklah aku akan berkata kepadamu bahwa di sisiku ada beberapa perbendaharaan Allah dan tidaklah aku mengetahui akan yang gaib dan tidaklah aku akan mengatakan kepada kamu bahwa aku ini adalah malaikat. Tidak lain yang aku ikuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah bersamaan yang buta dengan yang nyalang? Apakah kamu tidak berpikir?”
Kemenag RI 2019:Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat). Tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
(
QS. Al-Anam : 51)
Quraish Shihab:Dan berilah peringatan dengannya (al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, sedangkan bagi mereka tidak ada pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah, supaya mereka bertakwa. HAMKA:Dan ancamkanlah dengan dia (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut bahwa mereka dikumpulkan kepada Tuhan mereka. Tidak ada bagi mereka selain dari-Nya pelindung dan tidak pula yang akan menolong melepaskan. Mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim. )
(
QS. Al-Anam : 52)
Quraish Shihab:Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) mengusir orang-orang (miskin) yang menyeru Tuhan Pemelihara mereka di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. Engkau tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap mereka, dan mereka tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap engkau. Maka, (jika) engkau mengusir mereka, engkau termasuk orang-orang yang zalim. HAMKA:Dan janganlah engkau usir orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi hari dan petang yang menginginkan wajah Tuhannya. Tidaklah kewajiban engkau atas sesuatu dari perhitungan mereka. Dan tidak (pula) kewajiban mereka atas sesuatu dari perbuatan engkau. Maka bila engkau usir mereka, jadilah engkau dari orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (yang kaya dan berkuasa) dengan sebagian yang lain (yang miskin dan menderita), sehingga mereka (yang kaya dan kufur itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya rendah) di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?”
(
QS. Al-Anam : 53)
Quraish Shihab:Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka (yang kaya dan berkuasa) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya sangat rendah) di antara kita yang dianugerahi (karunia) oleh Allah kepada mereka?” Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)? HAMKA:Dan demikianlah telah Kami uji sebagian dari mereka dengan yang sebagian sehingga mereka pun berkata, “Apakah orang-orang ini yang diberi karunia Allah atas mereka di antara kita?” Bukankah Allah itu lebih tahu akan orang-orang yang bersyukur?
Kemenag RI 2019:Apabila orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami datang kepadamu, katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu karena kejahilan (kebodohan, kecerobohan, dorongan nafsu, amarah dan sebagainya), kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Anam : 54)
Quraish Shihab:Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (Salam sejahtera bagi kamu).” Tuhan Pemelihara kamu telah menetapkan atas Diri-Nya rahmat, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu disebabkan oleh kejahilan (kecerobohan, dorongan nafsu, atau amarah dan semacamnya), kemudian dia bertobat setelah melakukannya serta mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. HAMKA:Dan jika datang kepada engkau orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami maka katakanlah, “Selamat sejahtera atas kamu! Tuhan kamu telah mewajibkan atas diri-Nya sendiri akan memberi rahmat. (Yaitu) barang siapa di antara kamu yang beramal dengan suatu kejahatan karena kebodohan kemudian itu diperbuat sesudahnya dan memperbaiki maka sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an secara terperinci (agar terlihat jelas jalan kebenaran) dan agar terlihat jelas (pula) jalan para pendurhaka.
(
QS. Al-Anam : 55)
Quraish Shihab:Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (keterangan-keterangan dan tuntunan-tuntunan Kami) secara terperinci, dan supaya jelas jalan para pendurhaka.
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah HAMKA:Dan demikianlah Kami menjelaskan beberapa ayat supaya dapat jelaslah ke mana jalan bagi orang-orang yang berbuat kesalahan besar.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”
(
QS. Al-Anam : 56)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah (sesuatu) yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsu kamu, sungguh sesatlah aku jika (berbuat) demikian, dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah dilarang menyembah apa yang kamu seru selain dari Allah itu.” Katakanlah, “Tidakkah aku akan mengikuti kehendak kamu. Karena sesungguhnya telah sesatlah aku kalau begitu dan tidaklah aku daripada orang-orang yang diberi petunjuk.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (kebenarannya, yaitu Al-Qur’an) dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”
(
QS. Al-Anam : 57)
Quraish Shihab:atakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku berada di atas sesuatu keterangan yang sangat nyata (kebenarannya, yaitu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharaku, sedangkan kamu mendustakannya. Tidak terdapat di sisiku (wewenang untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum hanyalah hak (milik) Allah. Dia menjelaskan yang sebenarnya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi penjelasan.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, tetapi kamu mendustakannya. Tidaklah ada kepadaku apa yang kamu harapkan cepat itu. Karena tidaklah ada hukum melainkan bagi Allah. Dialah yang akan menerangkan kebenaran dan Dialah yang sebaik-baik Pemutus.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada padaku (kewenangan untuk menurunkan) apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” ) Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
(
QS. Al-Anam : 58)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Jika seandainya ada padaku (wewenang dan kekuasaan untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah selesailah urusan (yang ada) antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang zalim.” HAMKA:Katakanlah, “Jikalau adalah di sisiku apa yang kamu harapkan cepat itu niscaya berlaku lah perkara di antara aku dan di antara kamu. Sedangkan Allah itu lebih mengetahui siapa-siapa orang yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).
(
QS. Al-Anam : 59)
Quraish Shihab:Dan di sisi-Nya kunci-kunci gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tidak ada sehelai daun pun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak (pula) sebutir biji yang jatuh dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (semuanya) tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). HAMKA:Dan pada sisi-Nyalah kunci-kunci yang gaib. Tidaklah mengetahui akan dia kecuali Dia dan Dialah yang mengetahui apa yang di darat dan di laut. Dan tidaklah gugur dari sehelai daun pun kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak pun satu biji di gelap gulita bumi dan tidak yang basah dan tidak yang kering, melainkan ada di dalam kitab yang nyata.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu padanya (siang hari) untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 60)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang mematikan (menidurkan) kamu di malam (hari), sedangkan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang (hari); kemudian Dia membangkitkan (membangunkan) kamu pada siang itu untuk disempurnakan ajal (batas akhir umur kamu) yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nya-lah tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang dahulu kamu kerjakan. HAMKA:Dan Dialah yang memegang (nyawamu) pada waktu malam dan yang mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari kemudian itu akan dibangkitkan-Nya kamu kepada-Nya supaya disempurnakan waktu yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nyalah kamu akan kembali. Kemudian Dia akan mengabarkan kepada kamu apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
(
QS. Al-Anam : 61)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Penguasa di atas para hamba-Nya. Dan Dia mengutus kepada kamu (para malaikat yang bertugas sebagai) para penjaga, sampai apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh para rasul Kami (para malaikat maut), sedangkan mereka tidak melalaikan (kewajibannya). HAMKA:Dan Dialah yang sangat Perkasa atas hamba-hamba-Nya dan Dia kirimkan kepada kamu pemelihara sehingga apabila datang kepada seseorang kamu kematian, diambillah akan dia oleh utusan-utusan Kami, dan tidaklah mereka itu leter (terlalai).
Kemenag RI 2019:Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) hanya milik-Nya, Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
(
QS. Al-Anam : 62)
Quraish Shihab:Kemudian, mereka dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang hak (benar). Ketahuilah bahwa hanya bagi-Nya segala hukum. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat. HAMKA:Kemudian itu, dikembalikanlah mereka itu kepada Allah, yang dipertuhan mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa kepunyaan-Nya lah segala hukum dan Dia adalah secepat-cepat Penghitung.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari berbagai kegelapan (bencana) di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut (dengan berkata), ‘Sungguh, jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’”
(
QS. Al-Anam : 63)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang (dapat) menyelamatkan kamu dari aneka kegelapan (bencana yang terjadi) di darat dan di laut, yang (saat terjadinya bencana itu) kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri serta dengan merahasiakan (suaramu sambil berkata), ‘Jika Dia benar-benar telah menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’” HAMKA:Katakanlah, “Siapakah yang akan menyelamatkan kamu dari bencana-bencana darat dan laut tatkala kamu memohon kepada-Nya dengan kerendahan dan bersunyi. Jika Dia selamatkan kami dari ini, niscaya jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Allah yang menyelamatkanmu darinya (bencana itu) dan dari segala macam kesusahan. Kemudian, kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”
(
QS. Al-Anam : 64)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Allah menyelamatkan kamu darinya dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.” HAMKA:Katakanlah, “Allah-lah yang menyelamatkan kamu daripada itu, dan daripada tiap-tiap kesusahan, kemudian kamu mempersekutukan-Nya.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Yang Maha Kuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu ) atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya). )
(
QS. Al-Anam : 65)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Dia Maha Kuasa untuk mengirimkan kepada kamu siksa dari atas kamu (seperti guntur, kilat, atau angin ribut) atau dari bawah kaki kamu (seperti gempa dan banjir), atau Dia memecah-belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan menjadikan sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) supaya mereka memahami. HAMKA:Katakanlah, “Dialah Yang Mahakuasa atas membangkitkan azab kepada kamu, dari atas kamu dan dari bawah kaki kamu atau menjadikan kamu bergolong-golongan dan merasakan akan sebagian kamu benci yang sebagian. Pandanglah betapa Kami menerangkan ayat-ayat supaya mereka mengerti.”
Kemenag RI 2019:Kaummu mendustakannya (azab) ) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.”
(
QS. Al-Anam : 66)
Quraish Shihab:Sedangkan kaummu mendustakannya, padahal ia (azab atau al-Qur’an) benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku bukanlah seorang wakil atas kamu (pembela yang diserahi urusan kamu).” HAMKA:Dan telah mendustakan akan Dia kaum engkau, padahal Dia itu adalah kebenaran. Katakanlah, “Bukanlah aku ini berkuasa atas kamu.”
لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019:Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 67)
Quraish Shihab:Untuk setiap berita ada waktu (terjadinya), dan kamu akan mengetahuinya. HAMKA:Bagi tiap-tiap berita ada masa ketentuannya, dan kamu pun akan tahu sendiri kelak.
Kemenag RI 2019:Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim.
(
QS. Al-Anam : 68)
Quraish Shihab:Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat orang-orang yang membicarakan (ayat-ayat Kami atas dorongan hawa nafsu dengan maksud memperolok-olokkan), maka tinggalkanlah mereka sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), maka setelah teringat kembali, janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim. HAMKA:Dan apabila engkau lihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka berpalinglah dari mereka sehingga mereka pindah mempercakapkan yang lain. Dan jika engkau dijadikan lupa oleh setan maka janganlah duduk sesudah engkau ingat, bersama kaum yang zalim itu.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa.
(
QS. Al-Anam : 69)
Quraish Shihab:Dan tidak ada sedikit pun pertanggungjawaban atas orang-orang yang bertakwa terhadap (dosa-dosa) mereka (orang-orang yang durhaka), tetapi (orang-orang yang bertakwa berkewajiban memberi) peringatan supaya mereka (orang-orang durhaka itu) bertakwa. HAMKA:Dan tidaklah atas orang-orang yang bertakwa dari satu pun perhitungan pun dengan orang itu, tetapi hanya peringatan supaya mereka terpelihara.
Kemenag RI 2019:Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.
(
QS. Al-Anam : 70)
Quraish Shihab:Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah terpedaya oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah dengan (al-Qur’an) itu supaya seseorang tidak terhalangi (dari rahmat Allah) karena perbuatannya. Tidak ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah. Dan betapapun dia menebus dengan segala tebusan, tentu tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka) disebabkan perbuatan mereka. Bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan azab yang sangat pedih disebabkan karena mereka dahulu (di dunia) terus-menerus melakukan kekufuran. HAMKA:Dan biarkanlah orang-orang yang telah mengambil agama mereka menjadi permainan dan kelalaian dan telah ditipu mereka oleh kehidupan dunia. Maka peringatkanlah dengan dia (Al-Qur’an) agar terpelihara suatu diri dari terjerumus karena usahanya tidak ada baginya lain daripada Allah seorang pelindung pun dan tidak pula yang akan melepaskan. Dan jika dia hendak menebus pun dengan segala penebusan, tidaklah akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan dengan sebab apa yang mereka kerjakan sendiri. Adalah bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan adzab yang pedih dari sebab mereka kufur.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kita akan memohon pada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang (kufur dan sesat), setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan,” sedangkan dia mempunyai kawan-kawan yang selalu mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Ikutilah kami.’?” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan semesta alam,
(
QS. Al-Anam : 71)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Apakah kami akan menyeru selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepada kami dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kami, dan (apakah) kami akan dikembalikan ke belakang (murtad dan sesat) sesudah Allah memberi petunjuk kepada kami, seperti orang yang diajak oleh setan-setan meluncur jatuh ke dalam bumi (jurang) dalam keadaan bingung, sedangkan dia mempunyai kawan-kawan (orang-orang beriman) yang memanggilnya kepada petunjuk dengan mengatakan, ‘Marilah datang kepada kami.’” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk, dan kami diperintah supaya berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Katakanlah, “Apakah akan kita seru selain daripada Allah, barang yang tidak bermanafaat buat kita dan tidak memberi mudarat buat kita dan dikembalikan kita atas tumit kita sesudah kita diberi petunjuk oleh Allah? Sebagai orang yang diharu oleh setan-setan di bumi, dalam keadaan bingung, padahal dia ada mempunyai kawan-kawan yang menyeru dia ke jalan yang benar (dengan berkata), ‘Marilah kepada kami’.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk. Dan disuruh kami supaya menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.”
Kemenag RI 2019:dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dialah Tuhan yang hanya kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
(
QS. Al-Anam : 72)
Quraish Shihab:Dan laksanakanlah shalat dengan sempurna dan bertakwalah kepada-Nya. Dia-lah Yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” HAMKA:Dan bahwa hendaklah kamu mendirikan shalat dan bertakwa kamu kepada-Nya dan kepada-Nyalah kamu sekali-kali akan dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar). (Sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari (ketika) Dia berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.
(
QS. Al-Anam : 73)
Quraish Shihab:Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dengan (cara dan tujuan yang) hak (benar). Dan (sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari ketika Dia berfirman, “Jadilah!” Maka, jadilah ia. Firman-Nya adalah hak (mantap, tidak mengalami perubahan dan tidak diragukan). Dan milik-Nya segala kekuasaan pada hari (ketika) sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana, lagi Mahateliti. HAMKA:Dan Dialah yang telah menjadikan semesta langit dan bumi dengan benar dan hari yang akan berkata Dia, “Jadilah!” Maka dia pun terjadilah. Kata-kata-Nya adalah benar, bagi-Nya-lah kerajaan pada hari akan ditiup sangkakala. Dan mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Dan Dia adalah Mahabijaksana lagi amat Mengetahui.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, ) Azar, “Apakah (pantas) engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”
(
QS. Al-Anam : 74)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala berkata Ibrahim kepada ayahnya Azar, "Adakah patut engkau anggap berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku lihat engkau dan kaum engkau adalah dalam kesesatan yang nyata."
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
(
QS. Al-Anam : 75)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kerajaan (Kami yang terdapat di) langit dan bumi, agar dia termasuk orang-orang yang mantap keyakinannya. HAMKA:Dan demikian pula Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan semua langit dan bumi dan supaya jadilah dia dari orang-orang yang sebenar benar yakin.
Kemenag RI 2019:Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka, ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” )
(
QS. Al-Anam : 76)
Quraish Shihab:Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang, lalu berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bintang itu tenggelam, dia berkata, “Aku tidak suka kepada sesuatu yang tenggelam.” HAMKA:Maka tatkala telah gelap baginya malam, melihatlah dia akan sebuah bintang. Dia pun berkata, "Inikah Tuhanku?" Maka sesudah bintang itu hilang, dia pun berkata, "Aku tidak suka kepada segala yang hilang."
Kemenag RI 2019:Kemudian, ketika dia melihat bulan terbit dia berkata (kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku.” Akan tetapi, ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”
(
QS. Al-Anam : 77)
Quraish Shihab:Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia berkata, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.” HAMKA:Maka tatkala dia melihat bulan terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku?" Sesudah bulan itu hilang dia berkata, "Jika tidaklah aku ditunjuki oleh Tuhanku, niscaya jadilah aku dari kaum yang tersesat!"
Kemenag RI 2019:Kemudian, ketika dia melihat matahari terbit dia berkata (lagi kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku. Ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.”
(
QS. Al-Anam : 78)
Quraish Shihab:Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari itu terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan (dengan Allah).” HAMKA:Maka tatkala dia melihat matahari terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku? Ini lebih besar!" Maka tatkala dia telah terbenam, berkatalah dia, "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan (mengikuti) agama yang lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
(
QS. Al-Anam : 79)
Quraish Shihab:Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. HAMKA:"Sesungguhnya aku hadapkanlah wajahku kepada yang menjadikan semua langit dan bumi dengan ikhlas dan tidaklah aku daripada orang-orang yang mempersekutukan."
Kemenag RI 2019:Kaumnya membantah. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada yang kamu persekutukan dengan-Nya, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?”
(
QS. Al-Anam : 80)
Quraish Shihab:Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, “Apakah kamu memperdebatkan dengan aku tentang Allah, padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada apa yang kamu sekutukan dengan-Nya, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu (atas diriku). Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka tidakkah kamu mengingat?” HAMKA:Dan membantahlah kaumnya kepadanya. Dia pun berkata, "Apakah akan kamu bantah aku perihal Allah? Padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku dan tidaklah aku takut apa yang kamu persekutukan dengan Dia itu kecuali sesuatu yang dikehendaki Allah, Tuhanku. Meliputi ilmu Tuhanku akan tiap-tiap sesuatu. Apakah kamu tidak mau ingat?
Kemenag RI 2019:Bagaimana mungkin aku takut kepada yang kamu sekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut menyekutukan sesuatu dengan Allah yang Dia (sendiri) tidak pernah menurunkan kepadamu alasan apa pun. Maka, golongan yang manakah dari keduanya yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui?” )
(
QS. Al-Anam : 81)
Quraish Shihab:Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu sekutukan, padahal kamu tidak takut menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan alasan (pembenaran) kepadamu tentangnya? Maka, manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari siksa dan malapetaka), jika kamu mengetahui? HAMKA:Dan betapa aku akan takut kepada apa yang kamu persekutukan itu padahal kamu tidak takut bahwa kamu telah mempersekutukan dengan Allah barang yang tidak diturunkannya kepada kamu suatu keterangan pun tentang itu? Maka yang manakah di antara kedua golongan itu yang lebih patut mendapat keamanan? Jika adalah kamu mengetahui?
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), merekalah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mendapat petunjuk.
(
QS. Al-Anam : 82)
Quraish Shihab:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kegelapan adalah bagi mereka itu keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.
Kemenag RI 2019:Itulah keterangan yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan orang yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 83)
Quraish Shihab:Dan itulah hujjah (bukti yang sangat jelas dari) Kami yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim atas kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu Mahabijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan inilah hujjah Kami yang telah Kami datangkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami angkatkan beberapa derajat barangsiapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Kami telah menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub. Tiap-tiap mereka telah Kami beri petunjuk. Sebelumnya Kami telah menganugerahkan petunjuk kepada Nuh. (Kami juga menganugerahkan petunjuk) kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
(
QS. Al-Anam : 84)
Quraish Shihab:Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya‘qub. Semua telah Kami beri petunjuk. Dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsin). HAMKA:Dan telah Kami karuniakan kepada Ishaq dan Yaqub. Semuanya telah Kami beri petunjuk dan Nuh pun telah Kami beri petunjuk sebelumnya. Dan dari anak-cucunya ialah Dawud dan Sulaiman dan Ayyub dan Yusuf dan Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Kemenag RI 2019:(Demikian juga kepada) Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh.
(
QS. Al-Anam : 85)
Quraish Shihab:Dan (juga) Zakariyya, Yahya, ‘Isa, dan Ilyas. Semua termasuk orang-orang saleh. HAMKA:Dan Zakariya dan Yahya dan Isa dan Ilyas. Semuanya adalah daripada orang-orang yang saleh.
Kemenag RI 2019:(Begitu juga kepada) Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Lut. Tiap-tiap mereka Kami lebihkan daripada (umat) seluruh alam (pada masanya).
(
QS. Al-Anam : 86)
Quraish Shihab:Dan (juga) Ismail, Ilyasa‘, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas seluruh alam (umat pada masanya). HAMKA:Dan Ismail dan Ilyasa' dan Yunus dan Luth. Dan semuanya telah Kami lebihkan daripada manusia-manusia (yang lain).
Kemenag RI 2019:(Kami lebihkan pula) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan Kami memberi mereka petunjuk menuju jalan yang lurus.
(
QS. Al-Anam : 87)
Quraish Shihab:Dan (Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus. HAMKA:Dan juga sebagian dari bapak-bapak mereka dan anak cucu mereka dan saudara-saudara mereka dan telah Kami pilih mereka dan telah Kami beri petunjuk mereka kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Demikian itu petunjuk Allah. Dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 88)
Quraish Shihab:Itulah petunjuk Allah; dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Jika mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan. HAMKA:Demikian itulah petunjuk Allah diberi tunjuk-Nya dengan Dia barangsiapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan jika mereka mempersekutukan, niscaya gugurlah dari mereka apa-apa pun yang mereka amalkan.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
(
QS. Al-Anam : 89)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab, hukum, dan kenabian. Jika orang-orang itu (penduduk Mekah) mengingkarinya, maka sungguh Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sama sekali tidak mengingkarinya. HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab dan hukum dan nubuwwah dan jika tidak juga mau percaya mereka itu maka sesungguhnya akan Kami sediakan suatu kaum yang lain yang tiada akan mengingkarinya.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam.
(
QS. Al-Anam : 90)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku tidak meminta kepadamu upah sedikit pun atasnya (penyampaian wahyu al-Qur’an). Sesungguhnya al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.” HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka dengan petunjuk mereka itulah hendaknya engkau teladani dia. Katakanlah, "Tidakkah aku meminta upah kepada kamu; ini tidak lain hanyalah peringatan untuk seisi alam."
Kemenag RI 2019:Mereka (Bani Israil) tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menurunkan kitab suci (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu (Bani Israil) menjadikannya lembaran-lembaran lepas. Kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah.” Kemudian, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. )
(
QS. Al-Anam : 91)
Quraish Shihab:Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu menjadikannya lembaran-lembaran kertas (yang bercerai-berai); sebagian kamu perlihatkan, dan banyak yang kamu sembunyikan. Dan telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan nenek moyangmu tidak mengetahuinya.” Katakanlah, “Allah (yang menurunkannya).” Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka. HAMKA:Dan tidaklah mereka menilai Allah dengan sebenar-benar penilaian ketika mereka berkata, "Tidakkah Allah menurunkan sesuatu kepada manusia." Katakanlah, "Siapakah yang telah menurunkan kitab yang telah dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia yang kamu jadikan kertas-kertas, kamu terangkan akan dia dan kamu sembunyikan yang lebih banyak dan telah diajarkan kepada kamu apa yang tidak kamu ketahui, dan tidak pun (diketahui) oleh bapak-bapak kamu." Kata kanlah, "Allah!" Kemudian itu biarkanlah mereka itu bermain-main dalam kesesatan mereka.
Kemenag RI 2019:Ini (Al-Qur’an) adalah kitab suci yang telah Kami turunkan lagi diberkahi yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman pada (kehidupan) akhirat (tentu) beriman padanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara salatnya.
(
QS. Al-Anam : 92)
Quraish Shihab:Dan ini adalah Kitab (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan, Kitab yang diberkahi, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, agar engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara salat mereka. HAMKA:Dan inilah Kitab yang Kami turunkan itu yang bahagia, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya untuk memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan orang-orang yang beriman dengan akhirat, akan beriman dengan dia dan mereka itu terhadap kepada shalat mereka adalah memelihara.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
(
QS. Al-Anam : 93)
Quraish Shihab:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya; dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Dan jika (seandainya) engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika orang-orang zalim dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat membuka tangan mereka (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawa kalian! Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena apa yang selalu kalian katakan terhadap Allah tanpa kebenaran, dan karena kalian menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” HAMKA:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta atas nama Allah atau dia berkata, "Telah diwahyukan kepadaku." Padahal, tidaklah diwahyukan kepadanya sebuah pun. Dan orang yang berkata, "Akan aku turunkan seperti apa yang diturunkan oleh Allah." Dan alangkah ngerinya kalau engkau melihat orang-orang yang zalim itu dalam sakaratul maut, sedangkan malaikat mengulurkan tangan mereka. Keluarkanlah nyawa-nyawa kamu! Di hari inilah kamu akan dibalas dengan adzab yang hina dari sebab apa yang telah pernah kamu kata-katakan atas nama Allah hal yang tidak benar dan adalah kamu dari ayat-ayat-Nya berlaku sombong.
Kemenag RI 2019:(Kini) kamu benar-benar datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya. Kamu sudah meninggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Kami tidak melihat bersamamu para pemberi syafaat (pertolongan) yang kamu anggap bagi dirimu sebagai sekutu-sekutu(-Ku). Sungguh, telah terputus (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
(
QS. Al-Anam : 94)
Quraish Shihab:Dan sungguh, kamu (setelah dicabut ruhmu dan setelah sekian lama berada di alam barzakh) benar-benar akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang dahulu kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh, telah terputuslah pertalian antara kamu dengan mereka, dan lenyaplah dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah swt.). HAMKA:Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana telah Kami jadikan kamu pertama kali dan telah kamu tinggalkan apa yang telah Kami berikan kepada kamu di belakang punggungmu dan tidak Kami melihat ada beserta kamu orang-orang yang kamu (menyelisihkan) kamu yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah. Sesungguhnya telah terputuslah di antara kamu dan telah menyertakan kamu apa yang kamu anggap itu.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah. Maka, bagaimana kamu dapat dipalingkan?
(
QS. Al-Anam : 95)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Allah adalah (Zat) Yang membelah butir (tumbuh-tumbuhan) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? HAMKA:Sesungguhnya Allah-lah Pembelah buah dan biji. Dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka ke mana lagi kamu akan dipalingkan?
Kemenag RI 2019:(Dia) yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 96)
Quraish Shihab:Dia (Allah) Yang menjadikan pagi, dan Dia menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. HAMKA:Sesungguhnya Allah lah Pembe lah buah dan biji. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka kemana lagi kamu akan dipalingkan?
Kemenag RI 2019:Dialah yang menjadikan bagimu bintang-bintang agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan (yang pekat) di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 97)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menjadikan bintang-bintang untuk kamu, agar dengan bintang-bintang itu kamu mendapat petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang mengetahui. HAMKA:an Dialah yang telah menjadikan untuk kamu bintang-bintang untuk kamu berpedoman dengan dia pada kegelapan darat dan laut. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda bagi kaum yang berpengetahuan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakanmu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat menyimpan. ) Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang memahami.
(
QS. Al-Anam : 98)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menciptakan kamu dari diri yang satu; maka ada tempat menetap (rahim) dan ada tempat penyimpanan (dalam tanah). Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memahami. HAMKA:Dan Dialah yang telah menimbulkan kamu daripada diri yang satu lalu ditetapkan dan ditumpangankan. Sesungguhnya bagi Kami telah jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau memahami.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
(
QS. Al-Anam : 99)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menurunkan air dari langit, lalu dengan itu Kami tumbuhkan segala macam tumbuh-tumbuhan, maka dari tumbuh-tumbuhan itu Kami keluarkan tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak bertumpuk; dan dari mayang kurma muncul tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, zaitun, dan delima, yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak serupa (rasa dan sifatnya). Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. HAMKA:Dan Dialah yang telah menurunkan air dari langit maka Kami keluarkan dengan dia tumbuhan dari tiap-tiap sesuatu lalu Kami keluarkan daripadanya kehidupan, yang Kami keluarkan daripadanya biji-biji yang bertumpun dan dari kurma dari mayangnya (jadi) tandan yang mudah dipetik, dan kebun-kebun dari anggur dan zaitun dan delima yang bersamaan dan yang tidak bersamaan.
Kemenag RI 2019:Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu). Mereka berbohong terhadap-Nya (dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai) anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. ) Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
(
QS. Al-Anam : 100)
Quraish Shihab:Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan jin. Dan mereka mengada-adakan kebohongan dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan tanpa (dasar) ilmu. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sifatkan. HAMKA:Dan mereka jadikan bagi Allah sekutu-sekutu daripada jin, padahal Dialah yang menjadikan mereka. Dan mereka karang-karangkan untuk Dia anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan dengan tidak ada pengetahuan. Mahasuci lah Dia dan Mahatinggi daripada apa yang mereka sifatkan itu.
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(
QS. Al-Anam : 101)
Quraish Shihab:Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Perjalanan semua langit dan bumi. Bagaimana akan ada bagi-Nya anak? Padahal tidak ada bagi-Nya istri! Dan Dialah yang menjadikan segala sesuatu. Dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Itulah Allah Tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu. Maka, sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu.
(
QS. Al-Anam : 102)
Quraish Shihab:Demikianlah Allah, Tuhan Pemelihara kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Pencipta segala sesuatu. Maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. HAMKA:Demikian itulah Allah, Tuhan kamu. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Yang menjadikan tiap sesuatu maka sembahlah Dia dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Pemelihara.
Kemenag RI 2019:Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat menjangkau segala penglihatan itu. Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Teliti.
(
QS. Al-Anam : 103)
Quraish Shihab:Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan. Dialah Yang Mahahalus, Maha Teliti. HAMKA:Tidaklah mencapai akan Dia pemandangan tetapi Dia mencapai pemandangan pemandang an itu. Dan Dia adalah Amat Halus lagi Amat Tahu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Siapa yang melihat (bukti-bukti itu), ) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan siapa yang buta (tidak melihat bukti-bukti itu), maka (akibat buruknya) bagi dirinya sendiri, sedangkan aku (Nabi Muhammad) bukanlah pengawas(-mu).
(
QS. Al-Anam : 104)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka barang siapa melihat (dengan mata hatinya), maka (manfaatnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran), maka (kerugiannya) atas dirinya sendiri. Dan aku tidaklah menjadi pemelihara (pengawas)mu.” HAMKA:Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa pandangan dari Tuhan kamu. Barangsiapa yang telah memandang maka itu adalah untuk dirinya dan barangsiapa yang membuta, itu pun untuk celaka untuk dirinya juga dan bukanlah aku penjagaz atas kamu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami (agar orang-orang beriman mengambil pelajaran darinya) dan agar mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, “Engkau telah mempelajari (ayat-ayat itu dari Ahlulkitab),” dan agar Kami menjelaskannya (Al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 105)
Quraish Shihab:Demikianlah Kami berulang kali menjelaskan ayat-ayat Kami, agar mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Engkau (Muhammad) telah mempelajari (ayat-ayat itu dari ahli kitab),” dan agar Kami menjelaskannya (al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui. HAMKA:Dan seperti demikianlah, Kami telah memperpaling-palingkan ayat-ayat, tetapi akhirnya mereka berkata, "Engkau telah membaca!" Dan untuk Kami menerangkannya kepada kaum yang hendak tahu.
Kemenag RI 2019:Ikutilah apa (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dari tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia. Berpalinglah pula dari orang-orang musyrik.
(
QS. Al-Anam : 106)
Quraish Shihab:Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. HAMKA:Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepada engkau daripada Tuhan engkau. Tidak ada Tuhan melainkan Dia dan berpalinglah dari orang-orang yang mempersekutukan itu.
Kemenag RI 2019:Sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Kami tidak menjadikan engkau pengawas mereka dan engkau bukan pula penanggung jawab mereka.
(
QS. Al-Anam : 107)
Quraish Shihab:Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-Nya. Dan Kami tidak menjadikan engkau (Nabi Muhammad saw.) sebagai pemelihara bagi mereka, dan engkau bukanlah pula seorang pengawas atas mereka. HAMKA:Dan jikalau Allah menghendaki, tidaklah mereka akan mempersekutukan. Dan tidaklah Kami jadikan engkau menjadi penjagaza atas mereka dan tidaklah engkau atas mereka menjadi pengurus.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu memaki (sesembahan) yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa (dasar) pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 108)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu (wahai kaum Muslimin) memaki sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan indah bagi setiap umat perbuatan mereka. Kemudian kepada Tuhanlah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. HAMKA:Dan janganlah kamu maki apa yang mereka seru selain Allah karena mereka akan memaki Allah (pula) dengan sebab tak ada ilmu. Seperti demikianlah, telah Kami hiasi bagi tiap-tiap umat akan amalan mereka kemudian itu kepada Tuhan merekalah mereka mengembalikan mereka. Maka, Dia akan menerangkan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sebenar-benarnya sumpah (bahwa) sungguh jika datang suatu bukti (mukjizat) kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, “Sesungguhnya bukti-bukti itu hanya ada pada sisi Allah.” Kamu tidak akan mengira bahwa jika bukti (mukjizat) itu datang, mereka tidak juga akan beriman. )
(
QS. Al-Anam : 109)
Quraish Shihab:Mereka (kaum musyrik) bersumpah dengan sungguh-sungguh menggunakan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan apakah yang memberitahumu bahwa apabila mukjizat datang, mereka (juga tetap) tidak akan beriman? HAMKA:Dan bersumpahlah mereka dengan nama Allah, sebenar-benar persumpahan jika datang kepada mereka suatu ayat, sungguh-sungguh mereka akan beriman! Katakanlah, "Ayat-ayat itu tidaklah ada hanya pada sisi Allah!" Dan kalaupun diwariyatkan kepada kamu bahwasanya ayat ayat itu apabila datang, mereka tidak juga akan beriman.
Kemenag RI 2019:(Kamu pun tidak akan mengira bahwa) Kami akan memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an) serta Kami membiarkan mereka bingung dalam kesesatan.
(
QS. Al-Anam : 110)
Quraish Shihab:Dan Kami palingkan hati mereka dan penglihatan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka dalam kedurhakaan mereka, terombang-ambing. HAMKA:Dan akan Kami perpaling-palingkan hati mereka dan pandangan-pandangan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman sejak pertama kali. "Dan Kami biarkan mereka di dalam kesesatan itu pada kebingungan.
Kemenag RI 2019:Seandainya Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka (sebagai saksi kebenaran Rasul), orang yang telah mati pun (Kami hidupkan kembali lalu) berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Namun, kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini).
(
QS. Al-Anam : 111)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami menurunkan para malaikat kepada mereka (kaum musyrik), dan orang-orang yang mati berbicara dengan mereka, dan Kami mengumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka, tentu mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan masing-masing), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini). HAMKA:Dan walaupun Kami turunkan kepada mereka malaikat dan Kami percakapkan kepada mereka orang mati, dan Kami kumpulkan atas mereka segala sesuatu berhadapan, niscaya tidaklah mereka akan beriman kecuali bahwa Allah menghendaki. Tetapi, kebanyakan mereka tidak tahu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan).
(
QS. Al-Anam : 112)
Quraish Shihab:Dan demikianlah (sebagaimana Kami jadikan setan dan manusia sebagai musuh bagimu wahai Nabi Muhammad saw.), Kami jadikan (pula) bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin; sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu. Dan jika seandainya Tuhan Pemeliharamu menghendaki, tentu mereka tidak mengerjakannya (tetapi permusuhan itu terjadi untuk menguji manusia), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA:Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu ada musuh, setan-setan manusia dan jin, membisikkan setengah mereka kepada yang setengah (lain)nya kata-kata yang lemak manis sebagai tipu daya. Dan, jika Tuhan engkau menghendaki tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dengan apa yang mereka buat-buatkan itu.
Kemenag RI 2019:(Setan-setan itu saling membisikkan perkataan yang indah juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman pada akhirat tertarik pada bisikan itu serta menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka (setan-setan itu) lakukan.
(
QS. Al-Anam : 113)
Quraish Shihab:Dan supaya hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat cenderung kepadanya (tipu daya dan bisikan halus setan), dan supaya mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan-setan) kerjakan. HAMKA:Dan supaya tertarik kepadanya hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat dan supaya mereka ridha kepadanya. Dan supaya mereka kerjakan keburukan apa yang hendak mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Maka, apakah (pantas) aku mencari selain Allah sebagai hakim, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (dengan penjelasan) secara terperinci? Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab Suci mengetahui (bahwa) sesungguhnya (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka, janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
(
QS. Al-Anam : 114)
Quraish Shihab:(Katakanlah, wahai Nabi Muhammad saw.): “Maka, apakah selain Allah (yang patut) aku cari sebagai hakim, padahal Dia yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci?” Dan orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab kepada mereka mengetahui bahwa al-Qur’an diturunkan dari Tuhan Pemeliharamu dengan haq (benar dan mengandung kebenaran). Maka, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu. HAMKA:Apakah yang selain Allah yang akan aku mintakan jadi hakim? Padahal, Dialah yang menurunkan kitab kepada kamu dengan terang. Sedang orang-orang yang telah Kami beri kitab itu pun tahu bahwasanya dia diturunkan dari Tuhan engkau dengan sebenarnya. Maka janganlah engkau sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Telah sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan (mengandung) kebenaran dan keadilan. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 115)
Quraish Shihab:Dan telah sempurnalah kalimat Tuhan Pemeliharamu (al-Qur’an) dalam keadaan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan telah sempurna kalimat Tuhan engkau, dalam keadaan benar dan adil. Sekali-kali, tidak ada pengganti dari kalimat-kalimat-Nya. Dan, Dia adalah Maha Mendengar lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
(
QS. Al-Anam : 116)
Quraish Shihab:Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) menuruti (saran dan cara hidup) kebanyakan (manusia) yang berada di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira. HAMKA:Dan, jika engkau ikut kebanyakan orang di bumi ini, niscaya akan mereka sesatkan engkau daripada jalan Allah. Karena, tidak ada yang mereka ikuti kecuali sangka-sangka. Dan, tidaklah mereka kecuali berdusta.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(
QS. Al-Anam : 117)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, Dia-lah Yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah Yang Lebih Tahu siapa yang sesat daripada jalan-Nya, dan Dialah yang Lebih Tahu siapa yang mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Makanlah sebagian apa (daging hewan halal) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah jika kamu beriman pada ayat-ayat-Nya.
(
QS. Al-Anam : 118)
Quraish Shihab:Maka, makanlah dari apa (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), jika kamu orang-orang mukmin pada ayat-ayat-Nya. HAMKA:Maka, makanlah dari apa yang disembelih dengan menyebut nama Allah atasnya, jika memang kamu beriman pada ayat-ayat-Nya.
Kemenag RI 2019:Mengapa kamu tidak mau memakan sesuatu (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah. Padahal, Allah telah menjelaskan secara rinci kepadamu sesuatu yang Dia haramkan kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Sesungguhnya banyak yang menyesatkan (orang lain) dengan mengikuti hawa nafsunya tanpa dasar pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
(
QS. Al-Anam : 119)
Quraish Shihab:Dan mengapa kamu tidak mau makan apa (daging binatang) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), padahal sungguh Dia telah menjelaskan secara rinci kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atas kamu, kecuali apa yang terpaksa kamu makan. Dan sesungguhnya banyak (manusia) benar-benar (sesat dan hendak) menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. HAMKA:Mengapa kamu tidak akan memakan dari apa yang disebutkan nama Allah atasnya, padahal telah Dia jelaskan kepada kamu apa yang Dia haramkan atas kamu kecuali apa yang terpaksa kamu kepadanya. Dan, sesungguhnya kebanyakan (orang) telah menyesatkan dengan hawa nafsu mereka, dengan tidak pengetahuan. Dan, sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah yang lebih mengetahui siapa orang-orang yang melanggar batas.
Kemenag RI 2019:Tinggalkanlah dosa yang terlihat dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan dibalas (dengan siksaan) karena apa yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 120)
Quraish Shihab:Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang selalu mengerjakan dosa, kelak diberi balasan (yang setimpal) dengan apa yang selalu mereka perbuat. HAMKA:Dan jauhilah zahir dosa dan batinnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang berbuat sesuatu dosa, akan dibalaslah dengan apa yang telah dikerjakan.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya ) agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik.
(
QS. Al-Anam : 121)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), dan sesungguhnya ia (memakan sembelihan itu) adalah benar-benar suatu kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Sesungguhnya setan-setan membisikkan kepada kawan-kawan mereka supaya mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang musyrik. HAMKA:Dan, janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebutkan nama Allah atasnya, dan sesungguhnya itu adalah suatu kedurhakaan. Dan, sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada pengikut-pengikut mereka, supaya mereka membantah kamu. Dan, jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya musyriklah kamu.
Kemenag RI 2019:Apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, seperti orang yang berada dalam kegelapan sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah, dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 122)
Quraish Shihab:Apakah orang yang (sudah) mati (jiwanya dan tenggelam dalam gelapnya kekufuran) kemudian dia Kami hidupkan (dengan iman dan takwa) dan Kami jadikan untuknya cahaya (Islam yang terang), yang dengannya (cahaya itu) dia dapat berjalan di tengah-tengah (masyarakat) manusia; serupa dengan (keadaan) orang yang berada dalam aneka kegelapan yang dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan indah (oleh setan) bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan. HAMKA:Dan apakah orang yang telah mati lalu Kami hidupkan dia dan Kami jadikan baginya cahaya, yang berjalan dia dengan (cahaya) itu di antara manusia, akan sama seperti orang yang dalam kegelapan, yang tidak ada jalan keluar daripadanya? Demikian itulah, telah dihiasi bagi orang-orang yang kafir itu apa-apa yang telah mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Demikian pula pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya ) sebagai pembesar agar melakukan tipu daya di sana. Padahal, mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
(
QS. Al-Anam : 123)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami jadikan pada setiap negeri para pemimpin pendurhakanya, supaya mereka melakukan tipu daya di dalamnya. Dan mereka tidak memperdaya melainkan diri mereka (sendiri), sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA:Dan demikianlah, telah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri beberapa orang-orang besar jadi pendurhaka supaya mereka menipu daya di dalamnya. Padahal, tidaklah mereka menipu daya melainkan kepada diri mereka sendiri, namun mereka tidaklah sadar.
Kemenag RI 2019:Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami (sesuatu) seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
(
QS. Al-Anam : 124)
Quraish Shihab:Dan apabila datang suatu ayat (bukti yang jelas) kepada mereka, mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman, sampai diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada para utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan (tugas) kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, kelak ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang sangat keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. HAMKA:Dan apabila datang kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Sekali-kali, kami tidak akan percaya sehingga didatangkan seumpama apa yang didatangkan kepada rasul-rasul Allah.” Tetapi, Allah-lah yang lebih mengetahui kira-kira di mana yang patut Dia menjadikan risalah-Nya. Akan mengenailah kepada orang-orang yang berdosa itu suatu kehinaan dari sisi Allah dan siksaan yang sangat, lantaran apa yang mereka tipu dayakan itu.
Kemenag RI 2019:Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
(
QS. Al-Anam : 125)
Quraish Shihab:Maka, barang siapa (yang) Allah kehendaki untuk dianugerahi-Nya petunjuk (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk), pasti Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa (yang) dikehendaki (Allah swt.) untuk disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, bagaikan sedang mendaki di langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa atas orang-orang yang tidak beriman. HAMKA:Dan barang siapa dikehendaki Allah hendak memberinya petunjuk, niscaya akan Dia bukakan dadanya buat (menerima) Islam. Dan barang siapa yang Dia kehendaki menyesatkannya, dijadikanlah dadanya sempit picik, seakan-akan dia akan meningkat ke langit. Seperti demikianlah Allah menjadikan kekotoran atas orang-orang yang tidak mau beriman.
Kemenag RI 2019:Inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
(
QS. Al-Anam : 126)
Quraish Shihab:Dan inilah jalan Tuhan Pemeliharamu, (jalan yang) lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (keterangan dan bukti kebenaran) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. HAMKA:Dan inilah jalan Tuhan engkau, yang lurus. Sesungguhnya telah Kami jelaskan ayat-ayat Kami kepada kaum yang mau ingat.
Kemenag RI 2019:Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dialah pelindung mereka karena apa (amal kebajikan) yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 127)
Quraish Shihab:Untuk mereka (disediakan) negeri aman pada sisi Tuhan Pemelihara mereka dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. HAMKA:Bagi mereka adalah negeri yang sejahtera di sisi Tuhan mereka dan Dialah penolong mereka, dengan sebab apa yang mereka amalkan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, kamu telah sering kali (menyesatkan) manusia.” Kawan-kawan ) mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan ) dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan buat kami.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 128)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (baik yang taat maupun yang durhaka), Allah berfirman: “Hai golongan jin (yang durhaka)! Sungguh, kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” dan telah berkata bekas kawan-kawan mereka (di dunia) dari golongan manusia: “Tuhan Pemelihara kami! Sebagian kami telah memperoleh kesenangan (sementara) dari sebagian (yang lain) dan kami (bersama para jin durhaka itu) telah sampai kepada batas akhir (kematian) yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Dia berfirman: “Neraka itulah kediaman kamu, dalam keadaan kekal di dalamnya, kecuali apa yang dikehendaki Allah.” Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan (ingatlah) akan hari, yang akan Dia himpunkan mereka sekalian, “Wahai sekalian golongan jin, sesungguhnya kamu telah mendapat banyak (hasil) dari manusia.” Dan berkata pengikut-pengikut mereka dari (kalangan) manusia, “Wahai Tuhan kami, telah bersenang-senang setengah kami dengan yang setengah dan telah sampai kami kepada ajal kami yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Berfirman Dia, “Nerakalah tempat kamu dalam keadaan kekal di dalamnya.” Kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 129)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim menjadi dekat bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang selalu mereka usahakan. HAMKA:Dan demikianlah akan Kami iringkan sebagian orang-orang yang zalim itu dengan yang sebagian, lantaran apa yang telah mereka usahakan.
Kemenag RI 2019:(Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang kafir.
(
QS. Al-Anam : 130)
Quraish Shihab:Hai golongan jin dan manusia! Apakah belum datang kepada kamu para rasul dari kalangan kamu (sendiri), yang menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kamu terhadap pertemuan kamu dengan hari ini (Hari Kebangkitan)? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi (bahwa Engkau telah mengutus para rasul, dan kami telah melakukan penganiayaan) atas diri kami sendiri.” Kehidupan dunia telah memperdaya mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka (sendiri) bahwa mereka adalah (benar-benar) orang-orang kafir. HAMKA:“Wahai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu beberapa rasul dari (kalangan) kamu, yang menceritakan kepada kamu tentang ayat-ayat-Ku dan telah memberi ancaman kepada kamu dari hal pertemuan hari kamu ini?” Berkata mereka, “Kami telah menyaksikan atas diri-diri kami.” Dan telah tertipu mereka oleh kehidupan dunia dan mereka pun telah menyaksikan atas kesalahan diri-diri mereka bahwa sesungguhnya mereka memang telah menjadi orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Demikian itu (pengutusan para rasul) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri karena kezaliman (mereka), sedangkan penduduknya dalam keadaan belum tahu.
(
QS. Al-Anam : 131)
Quraish Shihab:Yang demikian itu (diutusnya para rasul) adalah karena Tuhan Pemelihara kamu tidaklah membinasakan kota-kota (beserta penduduknya) disebabkan kezaliman (apa pun yang mereka lakukan), sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (tidak tahu dan tidak sadar tentang apa yang dikehendaki Allah swt. dari mereka serta apa dampak dari ketaatan dan pelanggaran mereka). HAMKA:Demikianlah karena Tuhan engkau tidaklah membinasakan negeri-negeri itu dengan aniaya, sedang penduduknya lalai.
Kemenag RI 2019:Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Anam : 132)
Quraish Shihab:Dan setiap orang memperoleh derajat-derajat (tingkat-tingkat di surga atau neraka) dari (seimbang dengan) apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhan Pemeliharamu sekadar tidak lengah dari apa yang mereka perbuat (baik yang durhaka maupun yang taat). HAMKA:Dan bagi tiap-tiap seseorang ada beberapa derajat dari apa yang mereka amalkan. Dan tidaklah Tuhan engkau lalai dari apa yang mereka amalkan itu.
Kemenag RI 2019:Tuhanmulah Yang Maha Kaya lagi penuh rahmat. Jika menghendaki, Dia akan memusnahkanmu. Setelah itu, Dia akan menggantimu dengan yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan kaum lain (sebelummu).
(
QS. Al-Anam : 133)
Quraish Shihab:Dan Tuhan Pemeliharamu adalah Maha Kaya, lagi Pemilik rahmat. Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu dan mengganti (kamu) setelah kamu (dimusnahkan-Nya) dengan apa (makhluk dari jenis manusia atau jenis lain) yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan kaum yang lain. HAMKA:Dan Tuhan engkau adalah kaya, mempunyai rahmat. Jika Dia kehendaki, niscaya akan dibinasakan-Nya kamu dan diganti-Nya sesudah kamu (dengan) siapa yang Dia kehendaki, sebagaimana telah Dia jadikan kamu dari keturunan kaum yang lain.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.
(
QS. Al-Anam : 134)
Quraish Shihab:Sesungguhnya apa yang dijanjikan (Allah swt.) kepada kamu (seperti kehadiran Hari Kiamat, surga dan neraka) pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. HAMKA:Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kamu, pastilah datang, dan tidaklah kamu akan terlepas.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.
(
QS. Al-Anam : 135)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai kaumku! Berbuatlah sesuai kedudukan kamu, sesungguhnya aku (pun) berbuat; kelak kamu pasti mengetahui siapa yang memperoleh kesudahan (yang baik) dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan mendapat keberuntungan. HAMKA:Katakanlah, “Wahai kaumku, beramallah kamu menurut kesanggupan kamu. Sesungguhnya aku pun akan beramal. Maka, akan mengetahui kamu, siapakah yang akan dan baginya, akibat (baik) di akhirat. Sesungguhnya, tidaklah akan beroleh bahagia orang-orang yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Mereka menyediakan sebagian dari sesuatu yang Allah ciptakan, yaitu hasil tanaman dan hewan ternak, untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang (disediakan) untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, sedangkan bagian yang (disediakan) untuk Allah akan sampai pada berhala-berhala mereka. ) Sangat buruk ketetapan mereka itu.
(
QS. Al-Anam : 136)
Quraish Shihab:Dan mereka (yang menyekutukan Allah swt.) memperuntukkan bagi Allah dari apa yang telah Dia kembangbiakkan bagian dari tanaman dan ternak, lalu mereka berkata sesuai dengan anggapan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk sekutu-sekutu (berhala-berhala) kami.” Maka, apa yang diperuntukkan bagi sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah; dan apa yang diperuntukkan bagi Allah, maka itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka. HAMKA:Dan mereka adakan pembagian untuk Allah dari apa yang Dia jadikan; dari ladang dan binatang-binatang ternak, seraya mereka berkata, “Ini adalah untuk Allah menurut pendakwaan mereka dan ini untuk berhala-berhala kami.” Namun, apa yang mereka untukkan bagi berhala-berhala itu, tidak sampai kepada Allah. Dan, apa yang untuk Allah maka itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruklah apa yang mereka putuskan itu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang musyrik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. ) Seandainya Allah berkehendak, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
(
QS. Al-Anam : 137)
Quraish Shihab:Dan demikianlah sekutu-sekutu mereka telah menjadikan banyak di antara (golongan) orang-orang musyrik memandang indah pembunuhan anak-anak mereka, sehingga akibatnya membinasakan mereka dan mengaburkan bagi mereka (pemahaman) agama mereka. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti mereka tidak mengerjakannya (tetapi Allah swt. tidak menghendaki karena Dia telah menganugerahkan kepada manusia kebebasan untuk memilah dan memilih), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA:Dan demikian pula, dinampakkan bagus pada kebanyakan dari musyrikin itu membunuh anak-anak mereka, oleh sekutu-sekutu mereka karena hendak menjerumuskan mereka dan karena hendak menimbulkan keraguan atas mereka berkenaan dengan agama mereka. Kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dan biarkanlah apa yang mereka ada-adakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata menurut anggapan mereka, “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Ada pula hewan yang diharamkan punggungnya (tidak boleh ditunggangi) dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah.” (Hal itu) sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
(
QS. Al-Anam : 138)
Quraish Shihab:Dan (selain kesesatan yang lalu), mereka (juga) mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh (ada yang) memakannya, kecuali siapa yang kami kehendaki (yaitu, para pelayan berhala),” menurut anggapan mereka (yang keliru). Dan (ada) binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya (sewaktu mereka sembelih, atau mereka kendarai untuk melaksanakan haji sambil mengumandangkan nama berhala-berhala mereka, bukan nama Allah swt.). (Ucapan itu) semata-mata kedustaan terhadap-Nya. Kelak Dia membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. HAMKA:Dan, mereka berkata, “Ini adalah binatang-binatang ternak dan ladang larangan yang seorang pun tidak boleh memakannya kecuali siapa-siapa yang kami kehendaki,” menurut pendakwaan dan beberapa binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan beberapa binatang ternak yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya) karena mengada-adakan atasnya. Maka Dia akan membalas kepada mereka dari apa yang telah mereka ada-adakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka juga berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami.” Jika (yang ada di dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas ketetapan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Anam : 139)
Quraish Shihab:Dan mereka mengatakan: “Apa yang dalam perut binatang ternak ini (janin dan atau susunya) adalah khusus untuk laki-laki kami dan diharamkan atas pasangan-pasangan kami (wanita),” dan jika ia (yang dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, maka mereka (laki-laki dan wanita) bersekutu (untuk makan anak binatang yang lahir mati itu atau minum susunya). Kelak Allah membalas mereka atas penyifatan mereka itu (bahwa ini halal dan ini haram). Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan, mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak ini adalah halal untuk laki-laki kami dan diharamkan untuk istri-istri kami.” Dan jika kandungan binatang-binatang itu mati maka mereka bersekutu padanya. Allah akan membalas kepada mereka tentang aturan yang mereka sifatkan itu. Sesungguhnya Dia adalah Mahabijaksana lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan (semata-mata) membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
(
QS. Al-Anam : 140)
Quraish Shihab:Sungguh, telah merugi orang-orang yang telah membunuh anak-anak mereka karena kebodohan, lagi tanpa pengetahuan, dan mereka mengharamkan rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka (antara lain berupa binatang dan tanaman) semata-mata mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Sesungguhnya telah rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena pandir dan tidak mempunyai pengetahuan dan telah mereka haramkan apa yang telah dihalalkan Allah kepada mereka, semata-mata karena dibuat-buat saja dusta atas nama Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
(
QS. Al-Anam : 141)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung (yang disanggah tiang) dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (dalam bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (aroma dan kegunaannya). Makanlah sebagian buahnya bila ia berbuah, dan tunaikanlah (dari sebagian yang lain) haknya di hari memetik (hasilnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan (dalam segala hal). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. HAMKA:Dan Dialah yang telah menimbulkan kebun-kebun yang dijunjungkan dan yang bukan dijunjungkan, dan pohon kurma, tumbuh-tumbuhan yang berlainan rasanya dan zaitun, dan delima yang bersamaan dan yang bukan bersamaan. “Maka makanlah dari buahnya apabila dia berbuah dan keluarkanlah haknya di hari pengenatannya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Kemenag RI 2019:Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu.
(
QS. Al-Anam : 142)
Quraish Shihab:Dan dari (jenis) binatang ternak itu (ada yang) Dia jadikan untukmu sebagian pengangkutan dan sebagian untuk dimakan. HAMKA:Dan dari binatang-binatang ternak itu ada pengangkut dan (ada) sembelihan. “Makanlah dari apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia terhadap kamu adalah musuh yang nyata.”
Kemenag RI 2019:Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang, yaitu) sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasarkan pengetahuan jika kamu orang yang benar.”
(
QS. Al-Anam : 143)
Quraish Shihab:(Binatang ternak itu ada) delapan pasang (jantan dan betina), dari (jenis) domba dua, dan dari (jenis) kambing dua. Katakanlah (Nabi Muhammad saw. kepada orang-orang musyrik): “Apakah dua yang jantan (domba dan kambing) yang diharamkan (Allah swt.) ataukah dua yang betina (domba dan kambing), ataukah yang ada dalam kandungan kedua betina? Beritahukanlah kepadaku berdasar pengetahuan, jika kamu orang-orang yang benar.” HAMKA:Delapan berpasangan dari biri-biri dua dan dari kambing dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina? Ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Ceritakanlah kepadaku dengan pengetahuan, jika sungguh kamu orang-orang yang benar.”
Kemenag RI 2019:(Dua pasang lagi adalah) sepasang unta dan sepasang sapi. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” ) Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(
QS. Al-Anam : 144)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah) pada hari ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku terhadapmu dan terhadap ibumu, ketika Aku menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril) sehingga engkau dapat berbicara kepada manusia di buaian dan ketika dewasa. Dan ketika Aku mengajarkan kepadamu Kitab (Injil) dan hikmah (yang terkandung di dalamnya), Taurat dan Injil, dan ketika engkau membuat dari tanah (tanah liat) (berupa burung) dengan izin-Ku, lalu engkau meniupnya dan menjadi burung yang hidup dengan izin-Ku. Dan ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak dengan izin-Ku. Dan ketika engkau mengeluarkan orang-orang mati dengan izin-Ku. Dan ketika Aku menahan Bani Israil (yang engkau lahirkan di masa mereka) dan ketika engkau mengingatkan mereka, jika mereka bersikap ingkar terhadap tanda-tanda-Ku.” HAMKA:Dan dari unta dua dan dari lembu dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina, ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Apakah kamu menyaksikan ketika Allah memerintahkan kamu dengan ini? Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta atas Allah untuk menyesatkan manusia dengan tidak pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidaklah memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali (daging) hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi karena ia najis, atau yang disembelih secara fasik, (yaitu) dengan menyebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa pun yang terpaksa bukan karena menginginkannya dan tidak melebihi (batas darurat), maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(
QS. Al-Anam : 145)
Quraish Shihab:Katakanlah (wahai Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak menemukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku (al-Qur’an) sesuatu yang diharamkan atas orang yang memakannya, kecuali yang sudah diharamkan atasnya sendiri (sebelum turunnya al-Qur’an). Yaitu, bangkai, darah yang mengalir, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah. Tetapi barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (makan) bukan karena maksud durhaka dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. HAMKA:Katakanlah, “Tidaklah aku dapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi si pemakan yang mau memakannya kecuali bahwa dia itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi. Karena sesungguhnya dia itu kotor atau suatu pendurhakaan yang disembelih untuk selain Allah. Maka, barang siapa yang terpaksa, bukan karena ingin atau sengaja hendak melebihi, maka sesungguhnya Tuhan engkau adalah Pengampun lagi Penyayang.”
Kemenag RI 2019:Atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua (hewan) yang berkuku. ) Kami mengharamkan pula atas mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Sesungguhnya Kami Maha Benar.
(
QS. Al-Anam : 146)
Quraish Shihab:Dan bagi orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang bergigi tajam. Dan bagi mereka ada yang Kami perintahkan (dalam Taurat) untuk mengharamkan sebagian makanan sebagaimana telah Kami jelaskan kepada mereka secara rinci. Dan bagi setiap orang yang zalim di antara mereka, sesungguhnya Kami akan menimpakan azab yang keras. HAMKA:Dan, atas orang-orang Yahudi telah Kami haramkan tiap-tiap yang mempunyai kuku, dan dari lembu dan kambing, telah Kami haramkan atas mereka lemaknya. Kecuali, lemak yang ada di punggung keduanya atau di dalam perut, atau apa yang tercampur dengan tulang. Demikian itulah, Kami balas mereka dengan sebab kejahatan mereka. Sesungguhnya Kami adalah benar.
Kemenag RI 2019:Maka, jika mereka mendustakanmu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya tidak dapat dielakkan dari orang-orang yang berdosa.”
(
QS. Al-Anam : 147)
Quraish Shihab:Maka jika mereka mendustakanmu, maka
katakanlah: 'Tuhan kamu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak
dapat ditolak terhadap kaum para pendurhaka: " HAMKA:Maka, jika mereka mendustakan engkau, katakanlah, “Tuhan kamu adalah mempunyai rahmat yang luas dan tidaklah dapat ditolak siksaan-Nya daripada kaum yang berbuat dosa.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.”
(
QS. Al-Anam : 148)
Quraish Shihab:Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: 'Jika Allah
menghendaki, niscaya kami dan ( demikian juga) bapak-bapak kami tidak
mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu apa pun. "
Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para
rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Apakah kamu
mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya
kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu
tidak lain hanya mengira-ngira. HAMKA:Akan berkata orang-orang yang mempersekutukan itu, “Jika Allah menghendaki, niscaya tidaklah kami akan mempersekutukan, tidak (pula) bapak-bapak kami, dan tidak kami akan mengharamkan apa-apa.” Seperti itu pulalah telah mendustakan orang-orang yang sebelum mereka sehingga mereka merasakan siksaan Kami. Tanyakanlah, “Adakah pada kamu suatu ilmu yang bisa kamu keluarkan kepada Kami?” Tidak ada yang kamu ikuti kecuali sangka-sangka dan tidaklah kamu ini melainkan berdusta semua.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allahlah dalil yang kuat. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.”
(
QS. Al-Anam : 149)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “(Jika kamu berkata demikian), maka Allah memiliki hujjah (bukti pembenaran) (atas kebohongan kamu) yang sangat jelas, sebab jika seandainya Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semua (tetapi Allah swt. tidak berkehendak demikian, karena Dia berkehendak untuk memberi kebebasan memilih kepada manusia).” HAMKA:Katakanlah, “Maka pada Allah-lah alasan yang kuat. Maka kalau Dia kehendaki, niscaya diberi-Nya petunjuklah kamu sekalian.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberi kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberi kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan mempersekutukan Tuhan.
(
QS. Al-Anam : 150)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hadirkanlah para saksi kamu yang dapat memberikan kesaksian bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, maka janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi kesaksian bersama mereka; dan jangan (pula) engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada (kehidupan) akhirat, sedangkan mereka menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Katakanlah, “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang akan menyaksikan bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Tetapi, jika mereka telah menyaksikan maka janganlah engkau menjadi saksi bersama mereka dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat itu, sedang mereka terhadap Tuhan mereka adalah mempersekutukan.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. ) Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
(
QS. Al-Anam : 151)
Quraish Shihab:Katakanlah: “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu: janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat dan musafir; dan janganlah kamu memboroskan harta dengan boros yang berlebihan. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” HAMKA:Katakanlah, “Kemarilah supaya aku bacakan apa yang diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu. (Yaitu) bahwa janganlah kamu mempersekutukan dengan Dia sesuatu pun dan dengan kedua ibu-bapak hendaklah berbuat baik dan janganlah kamu bunuh anak-anak kamu karena kepapaan. Kamilah yang memberi rezeki kamu dan kepada mereka. Dan jangan kamu dekati segala kejahian yang zahir daripadanya dan yang batin dan jangan kamu bunuh suatu jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak. Demikian itulah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu mengerti.”
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-mu). Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.”
(
QS. Al-Anam : 152)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang terbaik, hingga dia mencapai kedewasaannya. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan apabila kamu berucap (maka janganlah berbohong atau curang); berlakulah adil walaupun dia adalah kerabat-(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kamu supaya kamu (selalu) ingat (dan mengambil pelajaran).” HAMKA:Dan jangan kamu dekat harta anak yatim melainkan dengan cara yang amat baik sehingga dia sampai umur. Dan penuhilah sukatan dan timbangan dengan adil. Tidaklah Kami memberat akan suatu diri, melainkan sesanggupnya. Dan apabila kamu berkata-kata hendaklah kamu adil, walaupun adalah dia kerabat kamu. Dan janji Allah hendaklah kamu penuhi. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu, supaya kamu semuanya ingat.
Kemenag RI 2019:Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) sehingga mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
(
QS. Al-Anam : 153)
Quraish Shihab:Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lebar lagi lurus, maka ikutilah ia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), sehingga mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu supaya kamu bertakwa. HAMKA:Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus. Sebab itu turutilah dia. Dan jangan kamu turuti jalan-jalan (lain) karena itu akan memecah-belahkan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu semuanya bertakwa.
Kemenag RI 2019:Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, menjelaskan secara rinci segala sesuatu, serta memberi petunjuk dan rahmat agar mereka beriman kepada pertemuan dengan Tuhannya.
(
QS. Al-Anam : 154)
Quraish Shihab:Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa al-Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan secara rinci segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, supaya mereka beriman tentang pertemuan (mereka) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Kemudian telah Kami berikan kitab kepada Musa dalam keadaan sempurna atas orang yang berbuat baik dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu dan petunjuk dan rahmat. Supaya mereka percaya pada pertemuan dengan Tuhan mereka.
Kemenag RI 2019:(Al-Qur’an) ini adalah Kitab yang Kami turunkan lagi diberkahi. Maka, ikutilah dan bertakwalah agar kamu dirahmati.
(
QS. Al-Anam : 155)
Quraish Shihab:Dan (al-Qur’an) ini adalah kitab yang telah Kami turunkan, (lagi) diberkahi, maka ikutilah ia dan bertakwalah supaya kamu mendapatkan rahmat. HAMKA:Dan ini adalah sebuah kitab yang telah Kami turunkan dia yang diberkati. Ikutilah olehnya akan dia dan bertakwalah. Mudah-mudahan kamu diberi rahmat.
Kemenag RI 2019:(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca,”
(
QS. Al-Anam : 156)
Quraish Shihab:(Kami telah menurunkan al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak berdalih pada Hari Kiamat dengan) mengatakan: “Sesungguhnya Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan (Yahudi dan Nasrani saja) sebelum kami, dan sesungguhnya kami lengah terhadap (apa) yang (berulang-ulang) mereka baca.” HAMKA:Supaya kamu tidak berkata, “Semata-mata diturunkan kitab hanyalah kepada dua golongan sebelum kita dan sesungguhnya kita adalah lalai dari bacaan mereka.”
Kemenag RI 2019:atau supaya kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk, dan rahmat dari Tuhanmu. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksaan yang buruk karena mereka selalu berpaling.
(
QS. Al-Anam : 157)
Quraish Shihab:Atau supaya kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya jika seandainya kitab (itu) diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka.” Maka sungguh, telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, serta petunjuk dan rahmat. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang buruk karena mereka selalu berpaling. HAMKA:Atau kamu katakan, “Sesungguhnya kalau diturunkan kepada kami kitab, niscaya kamilah yang akan lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Maka sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Akan Kami balas orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruk balasan sebab apa yang telah mereka palingkan itu.
Kemenag RI 2019:Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.”
(
QS. Al-Anam : 158)
Quraish Shihab:Apakah mereka hanya menantikan kedatangan malaikat kepada mereka ataukah kedatangan Tuhan Pemeliharamu (supaya mereka melihat-Nya dengan mata kepala) atau kedatangan sebagian tanda-tanda (mukjizat yang bersifat inderawi dari) Tuhan Pemeliharamu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda (dari) Tuhan Pemeliharamu, tidaklah bermanfaat (lagi) bagi diri seseorang imannya, yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah, sesungguhnya kami (pun) menunggu.” HAMKA:Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan bahwa datang kepada mereka malaikat atau datang Tuhan engkau atau datang setengah dari ayat-ayat Tuhan engkau. Pada hari datang sebagian dari ayat-ayat Tuhan engkau itu, tidaklah akan memberi manfaat kepada suatu diri imannya, yang tidak beriman lebih dahulu atau dia berusaha pada imannya itu suatu kebaikan. Katakanlah, “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu.”
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun engkau (Nabi Muhammad) tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) hanya kepada Allah. Kemudian, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
(
QS. Al-Anam : 159)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka (dengan menciptakan kepercayaan dan praktik-praktik ibadah yang tidak disyariatkan Allah swt.) dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, (sungguh tidak diridhai Allah swt.), (karena itu) engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak berkaitan sedikit pun dengan mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya (kembali) kepada Allah, kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan jadilah mereka bergolong-golongan, bukanlah engkau daripada mereka, pada apa jua pun. Lain tidak, perkara mereka itu kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).
(
QS. Al-Anam : 160)
Quraish Shihab:Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat (amal)-nya; dan barang siapa membawa perbuatan buruk, maka dia tidak diberi balasan melainkan setimpal dengan (perbuatan buruhnya, dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. HAMKA:Dan barang siapa yang datang dengan satu kebaikan maka untuknya adalah sepuluh kali ganda; dan barang siapa yang datang dengan satu kejahatan maka tidaklah dia akan diganjari melainkan seumpamanya. Sedang mereka tidaklah akan dianiaya.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”
(
QS. Al-Anam : 161)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw); “Sesungguhnya aku telah dibimbing oleh Tuhan Pemeliharaku ke jalan lebar yang lurus, agama yang benar; agama Ibrahim yang biuuf (tidak cenderung kepada kebatilan dan jauh dari kepercayaan sesat), dan sekali-kali bukanlah dia (Nabi Ibrahim as.) termasuk (golongan) orang-orang musyrik.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk akan daku oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus. Agama yang teguh, agama Ibrahim yang jujur, dan tidaklah dia itu dari orang-orang musyrikin.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
(
QS. Al-Anam : 162)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw): “Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan hidup serta matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah karena Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.”
Kemenag RI 2019:Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim.”
(
QS. Al-Anam : 163)
Quraish Shihab:Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian iiuhli yang diperintahkan kr.Lpad;iku, dan aku adalah (orang) yang ptrcatii,! dari (k^pmpak) ^rang-orang Muslim (tunduk patuh diui bvtstmih diri kepada Allah Swt.),” HAMKA:Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan begitulah aku diperintah. Dan aku adalah yang mula pertama menyerah diri.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah aku (pantas) mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap orang yang berbuat dosa, dirinya sendirilah yang akan bertanggung jawab. Seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kamu kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”
(
QS. Al-Anam : 164)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah aku (patut) mencari Tuhan Pemelihara selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan Pemelihara segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan (akibat buruk dosa itu) kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang y,mg berdosa ridak akan memikul dfflHl orang l.itn. Kemudian, kepada Tuhan Pfeniciihara kamu-lali tumpat kamu kembali, lalu Dia ak.in memberi rabuk.! n kepada kamu tentang apa yang dahulu kamu berselisih tentangnya. HAMKA:Katakanlah, “Apakah yang selain Allah akan aku harapkan menjadi Tuhan? Padahal Dialah Tuhan dari tiap-tiap sesuatu? Dan tidaklah mengusahakan tiap-tiap diri melainkan untuk dirinya. Dan tidaklah akan menanggung seorang penanggung akan tanggungan orang lain. Kemudian kepada Tuhan kamulah tempat kamu kembali. Maka Dialah yang akan memberitakan kepada kamu tentang apa yang telah pernah kamu perselisihkan.”
Kemenag RI 2019:Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Anam : 165)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang menjadikan kamu para khalifah (di) bumi dan Dia meninggikan (derajat) sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk menguji kamu melalui apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu sangat cepat pembalasan-(Nya), dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.” HAMKA:Dan Dialah yang telah menjadikan kamu khalifah bumi dan telah Dia angkatkan setengah kamu atas yang setengah beberapa derajat. Untuk menguji kamu pada apa-apa yang telah Dia datangkan kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan engkau itu sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.