Kata idza (إِذَا) artinya : apabila.
Kata as-sama' ( السَّمَاءُ ) artinya : langit. Al-Quran banyak sekali menyebut kata langit, baik dalam bentuk tunggal ataupun jamak. Kali ini menggunakan kata langit dalam bentuk tunggal bukan jamak.
Kata insyaqqat (انْشَقَّتْ) artinya : terbelah. Kebanyakan mufassir mengaitkan ayat ini dengan hari kiamat, karena peristiwa langit terbelah itu sangat identik dengan kabar lain terkait hari kiamat.
Namun sebagian mufassir ada juga yang mengatakan bahwa peristiwa langit terbelah itu tidak ada hubungannya dengan kiamat, sebab yang dimaksud terbelah adalah turunnya sejumlah besar air hujan dari langit, atau lebih tepatnya dari awan hujan. Dasarnya adalah ada ayat Al-Quran yang menyatakan hal seperti itu.
ويَوْمَ تَشَقَّقُ السَّماءُ بِالغَمامِ
Dan pada hari ketika langit terbelah dengan awan. (QS. Al-Furqan : 25)
Namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa terbelahnya langit itu maksudnya pintunya terbuka. Pintu langit itulah tempat lewatnya para malaikat.