Ayat ini merupakan kelanjutan dari sumpah Allah pada ayat sebelumnya. Jika pada ayat 11 Allah bersumpah demi langit yang mengembalikan hujan, maka pada ayat 12 ini, Dia bersumpah demi bumi yang memiliki retakan. Sumpah ini, seperti sebelumnya, bertujuan untuk menegaskan kebenaran dan kekuasaan Allah yang akan disampaikan dalam ayat berikutnya.
1. Sumpah Kedua (وَالْأَرْضِ)
Ayat ini diawali dengan sumpah kedua, "wa" (وَ) yang berarti "dan demi". Allah kini bersumpah demi "al-ard" (الْأَرْضِ), yaitu bumi. Dengan menggabungkan sumpah demi langit dan bumi, Allah menunjukkan bahwa Dia adalah Penguasa mutlak atas seluruh alam semesta, dari yang tertinggi hingga yang terendah. Kedua sumpah ini, yaitu langit yang berisi "pengembalian" (hujan) dan bumi yang memiliki "retakan," saling melengkapi dan berhubungan erat.
2. Bumi yang Mempunyai Retakan (ذَاتِ الصَّدْعِ)
Frasa "dhāt al-ṣadʿ" (ذَاتِ الصَّدْعِ) secara harfiah berarti "yang memiliki atau mengandung retakan." Kata "al-ṣadʿ" (الصَّدْعِ) berarti retakan atau belahan. Para ahli tafsir menafsirkan retakan ini dalam beberapa konteks:
-
Retakan untuk Tumbuhnya Tumbuhan: Ini adalah penafsiran yang paling umum. Retakan atau belahan pada tanah adalah tempat di mana benih pecah dan tunas keluar, memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Ini adalah proses vital yang memungkinkan bumi menghasilkan rezeki bagi seluruh makhluk hidup.
-
Hubungan dengan Kebangkitan: Seperti pada ayat 11, ayat ini juga memiliki hubungan yang dalam dengan tema Hari Kiamat. Bumi yang retak untuk menumbuhkan tumbuhan adalah analogi yang sempurna untuk Hari Kebangkitan. Sama seperti Allah mampu menghidupkan kembali benih yang terkubur dalam tanah, Dia juga mampu membangkitkan kembali jasad manusia dari kuburnya. Ini adalah bukti fisik yang dapat disaksikan oleh manusia sehari-hari.
-
Retakan Geologi: Beberapa penafsiran modern juga melihat "al-ṣadʿ" sebagai isyarat geologis tentang retakan di kerak bumi. Ini bisa merujuk pada patahan lempeng tektonik atau retakan lainnya yang menjadi bagian dari struktur bumi. Ini menunjukkan kebesaran Allah dalam mengatur struktur bumi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Surah At-Tariq ayat 12 adalah sumpah yang mendalam dan penuh makna. Allah bersumpah demi bumi yang retak untuk mengingatkan manusia pada proses penciptaan dan pertumbuhan yang luar biasa. Ayat ini berfungsi sebagai:
-
Bukti Kekuasaan Allah: Menunjukkan kebesaran Allah dalam mengatur bumi untuk menumbuhkan kehidupan.
-
Analogi Kebangkitan: Menghubungkan proses tumbuhnya tanaman dari bumi yang retak dengan kebangkitan manusia dari kuburnya, memperkuat argumen tentang Hari Kiamat.
-
Lanjutan Sumpah: Melengkapi sumpah Allah di ayat sebelumnya tentang langit dan bumi, yang menjadi pengantar untuk ayat berikutnya yang akan menegaskan kebenaran Al-Qur'an.