| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Para pemuka yang sombong dari kaumnya berkata, “Wahai Syu'aib, sungguh, kami akan mengusirmu bersama orang-orang yang beriman kepadamu dari negeri kami, kecuali engkau benar-benar kembali kepada agama kami.” Syu?aib berkata, “Apakah (kami kembali padanya) meskipun kami membenci(-nya)? |
| Prof. Quraish Shihab : Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata: “Wahai Syuaib! sungguh, kami pasti mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami atau engkau harus benar-benar kembali ke agama kami.” Dia (Nabi Syuaib as.) menjawab: “Apakah (kamu akan mengusir atau mengembalikan kami ke keadaan semula) walaupun kami tidak menyukai (apa yang kamu kerjakan)? |
| HAMKA : Berkata pemuka-pemuka yang menyombong dari kaumnya itu, “Sesungguhnya akan kami keluarkan engkau, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman beserta engkau dari desa kami atau kamu sungguh-sungguh kembali kepada agama kami.” Dia berkata, “Bagaimana kalau kami tidak suka?” |
| 3. Tafsir قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” |
| Prof. Quraish Shihab : Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan tidaklah patut kami kembali (masuk) ke dalamnya kecuali jika Allah, Tuhan Pemelihara kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan Pemelihara kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakkal. Tuhan Pemelihara kami, putuskanlah antara kami dan antara kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah Pemberi putusan yang sebaik-baiknya.” |
| HAMKA : Sesungguhnya kami telah mengadakan dusta kepada Allah jika kami kembali kepada agama kamu sesudah kami diselamatkan Allah daripadanya dan tidaklah bagi kami akan kembali kepadanya kecuali jika dikehendaki Tuhan kami. Amat luaslah pengetahuan Tuhan kami atas tiap-tiap sesuatu, kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami! Bukakanlah kebenaran di antara kami dan di antara kaum kami karena Engkaulah yang sebaik-baik pembuka kebenaran. |
| 3. Tafsir قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Para pemuka orang-orang yang kufur dari kaumnya berkata (kepada sesamanya), “Sungguh, jika kamu mengikuti Syu?aib, niscaya kamu benar-benar menjadi orang-orang yang rugi.” |
| Prof. Quraish Shihab : Dan para pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata: “Jika kamu benar-benar mengikuti Syuaib sesungguhnya kamu—jika demikian—menjadi orang-orang yang rugi.” |
| HAMKA : Dan berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Jika kamu mengikuti Syu’aib sesungguhnya kamu itu adalah orang-orang yang rugi.” |
| 3. Tafsir وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat) yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. |
| HAMKA : Maka ditimpalah mereka oleh suatu gempa lalu terbenamlah mereka di tempat tinggal mereka. |
| 3. Tafsir فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu?aib itulah orang-orang yang rugi. |
| Prof. Quraish Shihab : Orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah bertempat tinggal di dalamnya (negeri mereka), orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang rugi. |
| HAMKA : Orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seakan-akan tidak pernah ada di situ; orang-orang yang telah mendustakan Syu’aib adalah mereka orang-orang yang rugi. |
| 3. Tafsir الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ketika Syu?aib yakin azab akan menimpa kaum kafir,) ia meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihatimu. Maka, bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum kafir?” |
| Prof. Quraish Shihab : (Akibat kebinasaan yang menimpa kaumnya), maka dia (Nabi Syuaib as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku, demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, maka bagaimana aku bersedih terhadap kaum kafir?” |
| HAMKA : Lalu berpalinglah dia dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu segala risalah dari Tuhanku dan telah aku nasihati kamu maka betapalah aku akan bersedih atas kaum yang kafir.” |
| 3. Tafsir فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kami tidak mengutus seorang nabi pun di suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu,) melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Kami tidak mengutus kepada (penduduk) suatu negeri seorang nabi pun (lalu mereka mendurhakai nabi itu), melainkan Kami timpakan terhadap penduduknya kesulitan dan penderitaan supaya mereka tunduk (merendahkan diri, dan) bermohon (ampun dan keselamatan pada Allah swt.). |
| HAMKA : Dan, tidaklah Kami utus seorang nabi pun pada suatu negeri melainkan Kami kenakan kepada penduduknya kesusahan dan kemelaratan supaya mereka mau merendahkan diri. |
| 3. Tafsir وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. |
| Prof. Quraish Shihab : Kemudian, Kami mengganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga (keturunan dan harta) mereka bertambah banyak dan mereka berkata: “Sungguh, nenek moyang kami pun telah disentuh penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan (siksa) atas mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. |
| HAMKA : Kemudian Kami gantikanlah kebaikan itu di tempat keburukan sehingga mereka berkembang biak dan mereka berkata, “Sesungguhnya kemelaratan dan kesenangan telah menyentuh bapak-bapak kami.” Lalu Kami siksa mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidaklah sadar. |
| 3. Tafsir ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ |