< 160 | Halaman 161 | 162 >

[7] Al-A'raf : 82 (وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidak ada jawaban kaumnya selain berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.”
Prof. Quraish Shihab : Tidak ada jawaban kaumnya selain mengatakan: “Usirlah mereka (Nabi Luth as.) dari kota kamu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang (lemah) yang (terus-menerus) sangat menyucikan diri.”
HAMKA : Dan, tiadalah ada jawab kaumnya melainkan bahwa mereka berkata, “Keluarkanlah mereka itu dari desa-desa kamu. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang ingin suci.”
3. Tafsir

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

[7] Al-A'raf : 83 (فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Prof. Quraish Shihab : Maka Kami selamatkan dia (Nabi Luth as.) dan keluarganya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
HAMKA : Maka Kami selamatkanlah dia dan ahlinya kecuali istrinya, adalah dia ini termasuk orang-orang yang tertinggal.
3. Tafsir

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

[7] Al-A'raf : 84 (وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pendurhaka.
Prof. Quraish Shihab : Dan Kami hujani atas mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendurhaka.
HAMKA : Dan Kami hujankanlah atas mereka semacam hujan. Maka lihatlah betapa jadinya akibat orang-orang yang berdosa besar.
3. Tafsir

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

[7] Al-A'raf : 85 (وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kepada penduduk Madyan, Kami (utus) saudara mereka, Syu?aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada bagimu tuhan (yang disembah) selain Dia. Sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah merugikan (hak-hak) orang lain sedikit pun. Jangan (pula) berbuat kerusakan di bumi setelah perbaikannya. ) Itulah lebih baik bagimu, jika kamu beriman.”
Prof. Quraish Shihab : Dan (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Madyan” saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia menyangkut (takaran dan barang-barang timbangan yang akan kamu berikan kepada) mereka dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA : Dan kepada Madyan saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah, tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kamu satu keterangan daripada Tuhan kamu. Sebab itu, cukuplah sukatan dan timbangan dan janganlah kamu rugikan atas manusia hak milik mereka, dan janganlah kamu berbuat kusut di bumi sesudah selesainya. Begitulah yang baik bagi kamu jika kamu mau percaya.”
3. Tafsir

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

[7] Al-A'raf : 86 (وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, serta ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Prof. Quraish Shihab : Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan (menuju kebaikan dunia dan akhirat, dengan maksud) menakut-nakuti dan menghalang-halangi (siapa) yang beriman dari jalan Allah dan menginginkannya supaya (jalan Allah swt. itu) menyimpang. Dan ingatlah, ketika dahulu kamu berjumlah) sedikit, lalu Dia memperbanyak kamu, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak.
HAMKA : Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan menakut-nakuti dan memalingkan dari jalan Allah terhadap orang-orang yang beriman kepada-Nya, dan kamu ingin menjadikannya bengkok. Dan, ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit, Dia telah membanyakkan kamu. Dan, perhatikanlah olehmu betapa jadinya akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.
3. Tafsir

وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

[7] Al-A'raf : 87 (وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dia adalah pemberi putusan yang terbaik.
Prof. Quraish Shihab : Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah hingga Allah memutuskan (perkara) diantara kita dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi putusan.
HAMKA : Dan, jika ada suatu golongan daripada kamu yang telah percaya pada apa yang disuruh aku menyampaikannya itu, sedang satu golongan lagi tidak mau percaya. Maka, tunggulah sehingga Allah menghukum di antara kita. Karena, Allah adalah sebaik-baik penghukum.
3. Tafsir

وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

< 160 | 161 | 162 >