| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara ) mereka. |
| Prof. Quraish Shihab : Barang siapa menaati Rasul (Nabi Muhammad SAW), maka sungguh dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling, maka Kami tidak mengutusmu (Nabi Muhammad SAW) untuk menjadi pengawas atas mereka. |
| HAMKA : Barangsiapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah. Tetapi barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas atas mereka. |
| 3. Tafsir مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka (orang-orang munafik) berkata, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Akan tetapi, apabila mereka telah pergi darimu (Nabi Muhammad), sebagian mereka mengatur siasat pada malam hari (mengambil keputusan) berbeda dari yang telah mereka katakan. Allah mencatat siasat yang mereka atur pada malam hari itu. Berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung. |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “Kami (sepenuhnya) taat.” Tetapi, apabila mereka telah keluar dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari, berbeda dengan yang telah mereka katakan. Allah mencatat apa (siasat) yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Wakil (Penjaga, Pelindung, dan Pemelihara). |
| HAMKA : Mereka berkata, “Kami taat!” Namun ketika mereka berpisah darimu, sebagian dari mereka berbisik di malam hari, berbeda dengan apa yang mereka katakan. Allah mencatat apa yang mereka bisikkan di malam hari itu. Oleh karena itu, berpalinglah daripadamu dan bertawakalah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pembela. |
| 3. Tafsir وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidakkah mereka menadaburi Al-Qur’an? Seandainya (Al-Qur’an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, tidakkah mereka memperhatikan al-Qur’an? Jika seandainya ia (al-Qur’an itu) bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati di dalamnya pertentangan yang banyak. |
| HAMKA : Apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an? Jika Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya. |
| 3. Tafsir أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan (kemenangan) atau ketakutan (kekalahan), mereka menyebarluaskannya. Padahal, seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ululamri (pemegang kekuasaan) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ululamri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah engkau mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu). |
| Prof. Quraish Shihab : Dan apabila datang kepada mereka suatu persoalan tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyebarluaskannya. Jika seandainya mereka mengembalikannya kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW) dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya mengetahuinya dari mereka (dari Rasul SAW dan ulil amri). Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu). |
| HAMKA : Dan apabila datang kepada mereka suatu berita, baik tentang keamanan maupun kecemasan, mereka menyebarluaskannya. Padahal jika mereka mengembalikannya kepada Rasul dan kepada orang-orang yang berkuasa di antara mereka, niscaya hal itu akan diketahui oleh orang-orang yang menyelidikinya di antara mereka. Dan kalau bukan karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, niscaya kamu semua telah mengikuti setan, kecuali sedikit. |
| 3. Tafsir وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad) di jalan Allah. Tidaklah engkau dibebani (tanggung jawab), kecuali (yang terkait) dengan dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang mukmin (untuk berperang). Semoga Allah menolak serangan orang-orang yang kufur itu. Allah sangat dahsyat kekuatan-Nya dan sangat keras siksaan-Nya. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad SAW) pada jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir. Allah sangat besar kekuatan-Nya dan sangat keras siksa-Nya. |
| HAMKA : Maka berperanglah di jalan Allah; kamu tidak dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kerahkanlah orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan Allah akan menahan kekuatan orang-orang kafir itu. Allah Maha Kuat dan Maha Pedih siksa-Nya. |
| 3. Tafsir فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Siapa yang memberi pertolongan yang baik niscaya akan memperoleh bagian (pahala) darinya. Siapa yang memberi pertolongan yang buruk niscaya akan menanggung bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Barang siapa memberikan syafaat yang baik (yakni menjadi perantara sehingga orang lain dapat melaksanakan tuntunan agama), niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) dirinya. Dan barang siapa memberi syafaat (yakni menjadi perantara terjadinya) yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| HAMKA : Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya dia akan memperoleh keuntungan daripadanya. Dan barangsiapa yang memberikan syafaat yang buruk, niscaya dia akan menanggung akibatnya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| 3. Tafsir مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan atas segala sesuatu. |
| HAMKA : Dan apabila kamu diberi hormat dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dengan yang sama. Sesungguhnya Allah Maha Menghitung segala sesuatu. |
| 3. Tafsir وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا |