< 92 | Halaman 93 | 94 >

[4] An-Nisa : 92 (وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidak patut bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Siapa yang membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin dan (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, (hendaklah pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Jika dia (terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, (hendaklah pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Siapa yang tidak mendapatkan (hamba sahaya) hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan) cara bertobat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Prof. Quraish Shihab : Dan tidak (ada kepatuhan, bahkan tidak ada wujudnya) bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (atau tidak disengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah, maka (wajiblah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin serta membayar diat¹³? yang diserahkan kepada keluarganya (yakni keluarga yang terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah (atau membebaskan keluarga pembunuh dari membayar diat). Jika si terbunuh dari kaum yang memusuhi kamu padahal dia mukmin, maka (wajiblah bagi si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Dan jika dia (si pembunuh dari kaum yang telah ada perjanjian (damai dan tidak saling menyerang) antara kamu dengan mereka, maka (wajiblah baginya) membayar diat yang diserahkan kepada keluarga terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Barang siapa tidak memperolehnya (yakni diat), maka wajiblah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan cara) taubat dari Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA : Dan tidaklah ada bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin lain kecuali karena keliru. Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan keliru, hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin, dan diyat yang diserahkan kepada keluarganya, kecuali jika mereka bersedekah. Akan tetapi jika yang terbunuh itu dari kaum yang menjadi musuh bagi kamu, padahal dia seorang Mukmin, maka hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin pula. Dan jika yang terbunuh itu dari suatu kaum yang di antara kamu dan mereka ada suatu perjanjian, maka diyat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakan seorang budak yang Mukmin. Tetapi barangsiapa tidak mendapat, maka dengan puasa dua bulan berturut-turut, sebagai tobat dari Allah. Dan adalah Allah itu Mahatahu, lagi Bijaksana.
3. Tafsir

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

[4] An-Nisa : 93 (وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar.
Prof. Quraish Shihab : Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang sangat besar baginya.
HAMKA : Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal di dalamnya, dan murkalah Allah atasnya, dan Dia laknat akan dia dan Dia sediakan untuknya siksaan yang besar.
3. Tafsir

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

[4] An-Nisa : 94 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, bertabayunlah (carilah kejelasan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (siapa yang kamu hadapi dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan untuk membunuh) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam (dan atau menyerahkan diri) kepada kamu: “Engkau bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta (di) kehidupan dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu (ketika kamu menyembunyikan keimanan kamu), lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu (antara lain keberanian menampakkan keimanan), maka telitilah. Sesungguhnya adalah Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) pada jalan Allah, maka telitilah, dan janganlah kamu katakan kepada orang yang memberi salam kepada kamu, "Engkau bukan orang Mukmin!" Karena kamu mengharapkan kehidupan dunia, padahal di sisi Allah-lah harta yang banyak. Begitulah juga keadaan kamu dahulu, maka memberi kumialah Allah kepadamu. Sebab itu telitilah! Sesungguhnya Allah adalah Amat Tahu apa yang kamu kerjakan.
3. Tafsir

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

< 92 | 93 | 94 >