< 95 | Halaman 96 | 97 >

[4] An-Nisa : 106 (وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Prof. Quraish Shihab : Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA : Dan mohonkanlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
3. Tafsir

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

[4] An-Nisa : 107 (وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ )

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Janganlah engkau (Nabi Muhammad) berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.
Prof. Quraish Shihab : Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad SAW) berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati diri mereka (yakni mengkhianati orang lain). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang selalu berkhianat, lagi bergelimang dosa.
HAMKA : Dan janganlah engkau membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berkhianat dan berdosa.
3. Tafsir

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

[4] An-Nisa : 108 (يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi tidak dapat bersembunyi dari Allah. Dia bersama (mengawasi) mereka ketika pada malam hari mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Mereka (para pengkhianat) bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Dia bersama mereka ketika di malam hari mereka menetapkan ucapan yang tidak Dia ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
HAMKA : Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah. Padahal Dia ada bersama mereka ketika mereka menyusun-nyusun (rencana) pada malam hari, perkataan yang Dia tidak ridhoi. Dan Allah itu telah mengepung apa-apa yang mereka kerjakan.
3. Tafsir

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

[4] An-Nisa : 109 (هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ جَادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِي الْحَيَاةِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Begitulah kamu. Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Akan tetapi, siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau, siapakah yang menjadi pelindung mereka (dari azab Allah)?
Prof. Quraish Shihab : Hai, beginilah kamu! Kamu telah berdebat untuk (membela) mereka di kehidupan dunia (ini). Maka, siapakah yang akan mendebat Allah untuk mereka pada Hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka?
HAMKA : Ha! Itulah kamu, orang-orang yang telah membela mereka dalam kehidupan dunia. Maka siapakah yang akan membela mereka di hari Kiamat? Atau siapakah yang akan menjadi pengurus atas mereka?
3. Tafsir

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ جَادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَمَنْ يُجَادِلُ اللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْ مَنْ يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا

[4] An-Nisa : 110 (وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Prof. Quraish Shihab : Dan barang siapa mengerjakan kejahatan (terhadap orang lain) atau menganiaya diri sendiri, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA : Dan barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian dia pun memohon ampun kepada Allah, niscaya akan didapatinya Allah itu Maha Pengampun, lagi Penyayang.
3. Tafsir

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

[4] An-Nisa : 111 (وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Siapa yang berbuat dosa sesungguhnya dia mengerjakannya untuk merugikan dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Prof. Quraish Shihab : Barang siapa mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya atas (kemudharatan) dirinya (sendiri). Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA : Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu dosa, maka usahanya itu hanya akan celaka bagi dirinya sendiri. Dan Allah itu Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.
3. Tafsir

وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

[4] An-Nisa : 112 (وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Siapa yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, sungguh telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
Prof. Quraish Shihab : Dan barang siapa mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dia melemparkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh dia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
HAMKA : Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu kejahatan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kejahatan itu kepada seorang yang bersih, maka sesungguhnya dia telah memikul suatu dusta besar dan dosa yang nyata.
3. Tafsir

وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

[4] An-Nisa : 113 (وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad), tentu segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Akan tetapi, mereka tidak menyesatkan, kecuali dirinya sendiri dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah) kepadamu serta telah mengajarkan kepadamu apa yang tadinya belum kamu ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
Prof. Quraish Shihab : Jika seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad SAW), tentulah segolongan dari mereka (orang-orang munafik dan orang-orang yang bersangka baik tetapi keliru) berkeinginan keras menyesatkanmu. Tetapi, mereka tidak (dapat) menyesatkanmu melainkan diri mereka sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit (pun). Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
HAMKA : Dan kalau bukan karena kurnia Allah atasmu, dan rahmat-Nya, sesungguhnya setengah dari mereka telah bertekad jahat hendak menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak dapat menyesatkanmu, kecuali diri mereka sendiri. Dan mereka tidak akan dapat membahayakanmu sedikit pun. Dan telah diturunkan oleh Allah Kitab itu kepadamu, dan hikmah, dan telah Dia ajarkan kepadamu hal-hal yang tadinya engkau tidak tahu. Dan kurnia Allah kepadamu adalah amat besar.
3. Tafsir

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ ۚ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

< 95 | 96 | 97 >